
Hanna bingung mau berkata apa pada Riris,sekarang Hanna telah yakin kalau Cinta ini adalah anak kandungnya yang selama ini di carinya.
Riris yang melihat diamnya Hanna menjadi sangat heran.
"Kamu kenapa kok diam saja Han??"tanya Riris balik menyelidik."
"Maaf ya Ris,aku baper mendengar kisah Cinta "bisik Hanna sudah tak bisa membendung air matanya lagi."
"Ya begitulah Han,sudah di buang oleh orang tuanya malah mendapat perlakuan keji dari suamiku "ucap Riris berkaca kaca."
"Kenapa kamu tak melaporkan tindakan bejad suamimu itu??"tanya Hanna menahan geram."
"Cinta melarangnya karena Cinta tak mau aibnya menyebar dan Cinta bakalan tambah malu jika semua orang tahu apa yang menimpa dirinya "ucap Riris berkaca kaca."
"Apa kamu ga mencoba mencari tahu dimana keberadaan orang tua kandung Cinta,Ris??"tanya Hanna berpura pura penasaran."
"Ga Han,saat itu aku dan suamiku sedang mencari anak untuk kami adopsi sebagai pancingan karena sudah 4 tahun menikah tapi aku ga hamil hamil juga."
"Saat itu juga hujan besar jadi kami malas kemana mana ."
Demikian penuturan dari Riris yang semakin membuat Hanna dadanya sesak.
"Loh Ris jika saat itu dalam kondisi hujan besar,berarti bayi Cinta kehujanan dong??"ucap Hanna mencoba memancing Riris agar berkata lebih banyak tentang Cinta."
"Ga kok Han,saat itu Cinta berada di keranjang bayi di letakkan tepat di depan pintu rumah Narto.Saat itu sempat kami melihat seorang wanita berlari setelah meletakkan keranjang berisi bayi Cinta "ucap Riris tanpa ada rasa curiga sedikitpun pada Hanna."
"Mungkin wanita itu punya alasan yang tepat kenapa meninggalkan bayinya dan mungkin suatu saat akan mengambilnya kembali "ucap Hanna masih mencoba menahan nelangsanya."
"Tidak ada pesan jika akan di ambil lagi suatu hari nanti,cuma ada secarik kertas supaya bayinya di beri nama Cinta "ucap Riris sekenanya."
Tiba tiba Hanna bertambah deras saja air matanya dan sudah tak kuat lagi menahannya.
"Oh iya Ris,aku melupakan sesuatu kalau aku ada janji dengan orang,aku pamit pulang dulu ya Ris..assalamu alaikum "ucap Hanna tiba tiba pamit pulang."
"Ohh iya Han terima kasih ya sudah di jengukin,kamu yang hati hati di jalan "ucap Riris merasa heran dengan perubahan sikap Hanna setelah mendengar kisah Cinta."
Hanna segera melangkah menuju mobilnya dan lekas melajukan mobilnya.
__ADS_1
Namun Hanna tidak langsung pulang ke rumah tapi Hanna mencari tempat yang sunyi untuk menumpahkan kesedihannya sejenak.
Terus saja Hanna melajukan mobilnya tak tentu arah,sudah 20 menit perjalanan namun tak menemukan tempat yang tepat untuk mencurahkan kesedihannya.
Hanna semakin frustasi dan gelisah masih dengan deraian air mata.
Pikirannya tak tenang dan kosong hingga dirinya tak sengaja menabrak motor seseorang saat rambu lalu lintas berubah merah.
Karena sedang melaju dengan cepat tapi tahu tahu lampu lalu lintas menyala merah hingga Hanna menginjak rem secara mendadak.
Namun telat,Hanna telah menyenggol slebor belakang motor yang berhenti di depan mobilnya.
Sejenak Hanna terhenyak kaget melihat sang pengendara motor menoleh kebelakang ke arahnya dengan melotot .
Hanna menangkupkan kedua tangannya sebagai kode untuk meminta maaf sembari mencoba tersenyum.
Namun pengendara motor tersebut justru turun dari motornya dan menghampiri mobil Hanna,menggedor pintu mobil dan memberi kode pada Hanna supaya memarkirkan mobilnya ke pinggir.
Untung saat ini Hanna dan pengendara motor tersebut di jalan raya yang sepi kendaraan,hingga tidak sampai terjadi kemacetan.
Hanna memarkirkan mobilnya lebih ke pinggir lagi dan lekas keluar dari mobilnya.
"Wwaahh putih mulus cantik sekali "gerutunya dalam hati setelah melihat lebih jelas sosok Hanna."
"Mba bisa mengemudi ga si,main tabrak motor orang ??!"cebik lelaki tersebut berpura pura sewot."
"Ma-maaf mas,saya lagi ga fokus "ucap Hanna panik sambil menangkupkan tangan di dada sebagai permohonan maaf."
"Saya janji akan bertanggung jawab dengan membawa motor mas ke bengkel untuk di perbaiki dan saya yang akan membayarnya "ucap Hanna kembali."
"Baiklah saya terima permintaan maaf mba,itu kebetulan ada bengkel motor di seberang jalan.Saya mau sekarang juga motor saya di perbaiki "ucap ketus lelaki itu ."
Hannapun menyetujui permintaan lekaki tersebut.
Lelaki tersebut menuntun motornya menyeberang jalan menuju bengkel motor di ikuti oleh Hanna.
Segera motor lelaki tersebut di perbaiki oleh sang mekanik motor di bengkel tersebut .
__ADS_1
Hanna duduk di samping lelaki itu namun agak sedikit jauh.Hanna merasa gelisah namun bukan sedang memikirkan motor lelaki itu tapi sedang memikirkan Cinta.
"Ya Allah ternyata Cinta itu anak kandungku yang selama ini aku cari,tapi bagaimana aku ngomong ke Riris ya?"gerutu Hanna dalam hati."
"Maaafkan ibu ya nak,gara gara ibu menelantarkanmu malah kamu jadi sangat menderita seperti ini"gerutu Hanna kembali."
"Aku juga tidak akan memaafkan suami Riris yang telah menodai anakku,tapi siapa nama suami Riris dan bagaimana wajahnya aku saja belum pernah bertemu karena dulu Riris tak pernah mengijinkanku untuk bermain ke rumahnya "gerutu Hanna ."
Lelaki tersebut terus saja menoleh ke arah Hanna yang sedang asik melamun dengan mata berkaca kaca.
"Sepertinya wanita ini sedang banyak masalah sampai bengong seperti ini,kesempatan baik buatku untuk mendekatinya "gerutu lelaki ini dalam hati."
"Mba maaff boleh berkenalan,namaku AA.Siapa nama mba?"tanya si AA."
"Namaku Hanna mas"jawab Hanna hanya sekilas melirik pada AA."
"Mba bagi nomor ponselnya dong,biar saya bisa hubungi mba jika ternyata motor saya ini mengalami kerusakan serius karena ulah mba tadi "ucap si AA."
Dengan tanpa rasa curiga ,Hanna memberi nomor ponselnya pada lelaki tersebut.
Setelah memberi nomor ponselnya pada AA,tiba tiba ponsel Hanna berdering yang ternyata dari suaminya.
Hanna di telfon tuan Malik supaya segera pulang ke rumah karena orang tua Hanna ingin berpamitan pulang .
"Maaf mas AA,saya buru buru ada urusan keluarga,ini ada uang 1 juta untuk bayar servisnya ,jika nanti ada apa apa mas AA telfon saja ya ke nomor ponsel saya "ucap Hanna sambil memberikan uang 1 juta pada AA."
Segera Hanna berlalu pergi meninggalkan AA yang terpaku menatap kepergian Hanna.
Hanna berlari kecil dan lekas menyeberang menuju ke arah dimana mobilnya di parkir,segera Hanna melajukan mobilnya ke arah jalan pulang karena orang tuanya telah menunggu.
Sementara si AA senyam senyum sendiri memegangi uang 1 juta tersebut.
AA telah berencana tidak baik pada Hanna namun entah kelak AA berhasil memperdaya Hanna atau tidak.
Sedang Hanna terus saja melajukan mobilnya dengan laju yang cukup cepat karena jarak ke rumah lumayan jauh.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
__ADS_1
Mammpir karya author yang lain yuk kk