Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 87


__ADS_3

Setelah cukup lama berada di pantai, Riris dan ke 3 anaknya serta Cinta memutuskan untuk pulang.


Semua penat dan lelah hilang, kini tinggal rasa lega.Walaupun hanya sejenak refresing di pantai, namun Cinta merasa hatinya nyaman.


"Bu!Cinta mau menginap di rumah Paman Narto ya, pak sopir suruh langsung antar kesana "Cinta menatap Riris dengan wajah sendu.


"Lah!kan kita baru ketemu ka, Dika sama Dede masih kangen kakak "Dika merajuk dengan tampang manyun.


"Iya!kak Cinta nggak asik dech, masa ketemu sebentar saja"Dede ikut merajuk seraya melirik sinis pada Cinta.


Saat Cinta akan berkata, Riris telah terlebih dulu berkata.


"Dika Dede!kak Cinta kan harus kuliah juga, sedangkan selama pulang belum jenguk Paman Narto dan Bibi Narti.Kan kak Cinta harus bisa bagi waktu "Riris mencoba memberi pengertian pada Dika dan Dede.


Dika dan Dede hanya diam saja, karena masih belum terima kalau kebersamaannya dengan Cinta hanya sebentar saja.


Tak berapa lama, Cinta telah berada di depan rumah Paman Narto.


Dengan pasang wajah cemberut Dika dan Dede mengijinkan Cinta untuk turun dari mobil.


Kebetulan Paman Narto dan Bi Narti sedang berada di rumah.Hingga Cinta butuh waktu lama untuk menunggu pintu gerbang di buka.


"Tumben paman dan bibi ada di rumah, nggak kerja?"tanya Cinta menyelidik.


"Sengaja libur nak!karena di panti asuhan akan ada acara pengajian di pimpin oleh ustad muda "jawab Bi Narti.


"Dalam rangka apa bi, mengadakan pengajian?"Cinta kembali lagi bertanya.


"Biasa kok nak!setiap seminggu sekali kami mengadakan pengajian "ucap Paman Narto.


Berbeda dengan Riris, yang iseng membuka ponselnya selama dalam perjalanan pulang.


"Wah!banyak sekali pesan masuk dan panggilan telfon dari Hanna, dan ini ada nomor asing nomor siapa?"gumamnya dalam hati.


Riris membaca satu persatu notifikasi chat pesan yang di kirim oleh Hanna pada ponselnya.


"Apa mungkin nomor tak di kenal ini nomor ponsel Mas Rofi?mungkin tadi Mas Rofi ke rumah mencari Cinta "gumamnya kembali dalam hati.


Berbeda dengan Rofi yang saat ini sedang menginterview ponakan Mamang yang akan bekerja untuk membantu mengurus dirinya.

__ADS_1


"Siapa namamu ?"tanya Rofi seraya menatap lekat gadis muda di hadapannya


"Reny, tuan "jawabnya seraya tertunduk.


"Apa kamu bersedia bekerja di sini untuk membantu menyiapkan segala kebutuhan saya, dari pakaian makan serta obat-obatan yang sedang saya konsumsi, serta membantu saya terapi jalan ?"Rofi panjang lebar bertanya pada Reny.


"Saya bersedia tuan, paman sudah cerit semua tugas-tugas saya di sini dan saya tidak keberatan.Tapi satu hal tuan, yang saya tidak bisa lakukan untuk membantu tuan "ucap Reny tertunduk.


"Apa itu?"tanya Rofi singkat.


"Kalau untuk kebutuhan pribadi tuan, misal tuan mandi atau berganti pakaian.Maaf untuk yang satu itu saya nggak bisa tuan "ucap Reny masih dengan tertunduk.


"Hhemm iya iya "Rofi menahan tawanya.


Karena Reny begitu polosnya sampai hal seperti itu di kira akan di kerjakan olehnya juga.


Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa telah sore.Di mana di panti asuhan milik Paman Narto akan di adakan pengajian yang rutin di adakan setiap seminggu sekali.


Cinta sangat antusias ingin ikut pengajian, karena dia suka sekali membaca Alqur'an.Suasana hangat terasa di dalam panti.


Semua tengah menunggu kedatangan kedatangan ustad muda yang sedang naik daun di beberapa wilayah pedesaan.


"Assalamu Alaikum "sapa sang ustad muda.


Saat Cinta menengadahkan wajahnya untuk melihat ustad tersebut, dia terhenyak kaget.


Begitu pula dengan ustad muda ini yang tak lain adalah ustad Soleh.


Namun keduanya hanya saling mengulas senyum dan menangkupkan kedua tangan di dada.


Soleh sengaja tak membahas pertemuannya tadi, karena masih ada acara yang penting yakni memimpin pengajian.


"Ternyata ustad muda ini adalah kakak Mita "gumamnya dalam hati.


Sesekali Cinta menatap Soleh yang sedang asik memimpin pengajian.Sesekali pula, mata Soleh dan Cinta saling beradu.


Secepat kilat Cinta menundukkan kepala karena merasa malu jika Soleh tak sengaja menatap dirinya.


1 Jam berlalu, barulah Soleh memberanikan diri menghampiri Cinta.

__ADS_1


"Maaf mba kan yang tadi siang di pantai ya?"tanyanya seraya tersenyum ramah.


"I-iya mas "jawab Cinta singkat.


"Lohh, ternyata kalian berdua sudah saling kenal?"tanya Paman Narto.


"Kami baru bertemu tadi siang pak Narto, mba ini yang sempat menolong adik saya saat adik saya sendirian "ucap Soleh tersenyum ramah.


"Jangan memanggil mba, ini ponakan saya namanya Cinta.Usianya lebih muda di bandingkan dengan ustad Soleh "ucap Bi Narti menjelaskan .


"Eh iya maaf ya neng Cinta, nama saya Solehan.Biasa di panggil Soleh, asal jangan manggil saya Ehan kelihatannya bagaimana itu "ucap Soleh memperkenalkan diri pada Cinta seraya menangkupkan kedua tangannya.


Ucapan Soleh membuat gelak tawa yang mendengarnya.Ustad Soleh terkenal orang yang humoris dan suka bercanda.


Di dalam menyampaikan segala kotbahnya juga selalu di sertai guyonan supaya orang-orang yang hadir tidak mengantuk atau pun jenuh.


Ustad Soleh adalah anak almarhum ustad Kholik yang dahulu juga sering memimpin pengajian di panti asuhan milik Paman Narto.


Usia ustad Soleh terbilang muda yakni baru 25 tahun.Namun untuk hal agama, ustad Soleh sangat mendalaminya.


Banyak sekali para gadis yang ingin bersanding denganya, di samping tampan juga taat beribadah.Pokoknya ustad Soleh adalah pemuda idaman.


Wesss tahh seperti lagu "Pemuda Idaman "


Setelah cukup lama, ustad Soleh berada di panti asuhan.Dirinya lekas berpamitan, karena masih ada pertemuan pengajian di tempat lain yang harus di pimpinnya.


Seperginya ustad Soleh, baik Bi Narti maupun Paman Narto menggoda Cinta.


"Nak!kamu pantas loh bersanding dengan ustad Soleh "goda Paman Narto terkekeh.


"Iya nak!bibi doakan semoga kalian berjodoh "goda Bi Narti pula.


"Bibi sama paman ngomong apa sih!mana mungkin juga ustad Soleh mau sama Cinta yang..


Belum selesai Cinta berucap, bi Narti telah berkata terlebih dulu.


"Hust!jangan di ungkit masa lalu, lagian jodoh itu tidak ada yang tahu.Dunia ini penuh dengan ijig-ijig ehh salah dunia ini penuh dengan kemungkinan "ucap Bi Narti.


"Ya nak!kamu pasti kelak akan menemukan bahagiamu, pasti akan ada pemuda yang bisa menerima masa lalumu.Lagi pula masa lalumu itu bukan karena kesengajaan dan bukan kemauanmu, tapi karena takdir Ilahi "ucap Paman Narto mencoba menghibur Cinta.

__ADS_1


"Mulai sekarang kamu tutup masa lalumu, buka lembaran baru dan tataplah hari cerah di depanmu "ucap paman Narto kembali


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


__ADS_2