Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 17


__ADS_3

Cinta menyetrika baju paman dan bibinya untuk aktifitas agar tidak jenuh,walaupun paman dan bibinya selalu melarangnya.


Karena di rumah paman dan bibinya telah memilik seorang asisten rumah tangga.


Namun itu semua atas kemauan Cinta sendiri karena jika tidak melakukan apapun akan terasa semakin membosankan.


Kegiatan Cinta hanya duduk duduk,membaca,nonton tivi,dan jalan jalan di paviliun belakang rumah paman dan bibinya.


Selagi asik menyetrika, pulanglah bi Narti serta paman Narto bersama tuan Malik.


Cinta lekas membukakan pintu rumahnya untuk mereka.


Cinta tak lupa menyalami paman dan bibinya serta tuan Malik.


Ketiganya menghempaskan pantatnya di sofa ruang tamu,dengan gerak cepat Cinta masuk ke dapur untuk mengambilkan minuman dingin buat paman dan bibinya serta buat tuan Malik.


Cinta meletakkan 3 gelas dan 1 teko di meja ruang tamu.


"Paman bibi dan tuan Malik,sebaiknya kalian minum dulu,supaya sedikit hilang rasa lelah kalian "ucap Cinta menuangkan air es yang di teko ke dalam 3 gelas yang ada di meja."


"Trima kasih ya nak "ucap paman Narto langsung meneguk minumnya."


"Trima kasih ya sayang,tahu saja kalau kita lagi kehausan "ucap bi Narti meneguk minumannya."


Begitu pula dengan tuan Malik juga ikut mengucapkan terima kasih pada Cinta juga meneguk minumnya.


Ketika Cinta akan masuk ke dalam menuju kamar,tuan Malik memanggilnya.


"Nak,duduklah sebentar,saya ingin berbicara denganmu sebentar "ucap tuan Malik pada Cinta."


Cinta langsung duduk di sofa samping paman dan bibinya.


Tuan Malik merogoh kantung celananya dan memberikan amplop coklat berisikan uang.


"Nak,ini untuk kebutuhanmu bulan ini "ucap tuan Malik menyodorkan amplop coklat ke meja hadapan Cinta."


"Ga usah tuan,uang bulan lalu saja masih ada kok "ucap Cinta menolak pemberian dari tuan Malik."


"Sudah simpan saja nak,buat jaga jaga jika kelak kamu butuh "ucap tuan Malik tersenyum ."


"Baiklah jika tuan memaksa,trima kasih ya tuan Malik "ucap Cinta mencoba tersenyum."


"Bagaimana kondisi kesehatanmu dan anak di kandunganmu nak?"tanya tuan Malik kembali."


"Tuan ga usah khawatir,saya dan janin ini sehat kok "ucap Cinta tersenyum kembali."


Tuan Malik juga bertanya,apakah bulan ini sudah mendapatkan pemeriksaan.

__ADS_1


Sebulan sekali dokter Neny pasti datang untuk memeriksa kondisi kesehatan Cinta juga janin yang ada di perut Cinta.


Setelah 30 menit berada di rumah paman Narto,tuan Malik lekas berpamitan pulang.


Sementara paman Narto masuk ke dalam untuk melakukan ritual mandi sorenya.


Lain halnya dengan bi Narti,mengurungkan mandi sorenya,tapi ingin bermain tepung terigu dulu,ingin membuat kue bersama Cinta.


"Nak,kita ke dapur yuk,bibi lagi pengen bikin bolu pisang nech,pisang tinggal kita petik di kebun belakang "ajak bi Narti pada Cinta."


Cinta sangat antusias sekali mendengar bibinya akan membuat kue kesukaaanya,dengan sangat riang Cinta bangkit dari duduknya mengikuti langkah bi Narti menuju dapur.


Aktifitas membuat kue sangat seru karena di sela dengan candaan bi Narti pada Cinta.


Sampai Cinta tertawa terpingkal pingkal.


"Alhamdulillah..terima kasih ya Allah..aku bisa membuat Cinta tertawa seriang ini "gerutu bi Narti dalam hati."


Berbeda dengan ayah rofi yang saat ini tidak berangkat kerja tapi malah asik berpacaran.Dari rumah pamitnya kerja,tapi ga sampai kerjaan.


Dirinya saat ini sedang asik di sebuah kamar hotel bersama gadis ABG seorang pemandu lagu.


Ayah Rofi berkenalan dengan ABG ini saat berada di sebuah bar bersama teman temannya.


Bu Riris merasa gelisah karena sudah se sore ini suaminya belum pulang.


Untuk mengisi waktu luangnya dari rasa resah dan gelisah,bu Riris menelfon Hanna.Sambungan telfonpun tersambung ke ponsel Hanna.


Hanna : "Hallo Ris,ada apa tumben sore sore telfon?"


Riris : " Maaf ganggu kamu ya Han?"


Hanna : " Ga kok Ris,lagi nyante nech lagi nunggu suami pulang kerja."


Riris : " Kok sama si Han,suamiku juga belum pulang padahal biasa jam segini sudah pulang."


Riris : " Suamimu pulangnya sore terus ya Han,pantes saat aku main rumahmu tak pernah bertemu ya ?"


Hanna : " Iya Ris,kadang juga kalau lagi sibuk sibuknya malam baru pulang minggupun tetep kerja kalau lagi banyak kerjaan."


Keduanya asik bercerita panjang lebar membuat resah gelisah Riris hilang seketika berubah jadi tawa riang.


Begitu pula dengan Hanna yang sedang jenuh menunggu kepulangan suaminya juga telah tertawa terpingkal pingkal.


Selagi asik telfonan,ayah Rofi pulang.Riris segera berpamitan pada Hanna dan segera menutup panggilan telfonnya.


"Kok sore banget yah?"tanya bu Riris mengampiri suaminya dan mengulurkan tangan ingin menyalami suaminya."

__ADS_1


Namun ayah Rofi sama sekali tak menghiraukan sapaan dari bu Riris.


Ayah Rofi berlalu begitu saja meninggalkan istrinya yang masih mematung menatap dirinya.


Ayah Rofi hanya melepaskan jaketnya di sofa serta menaruh ponselnya di meja.


Ayah Rofi segera melakukan ritual mandi sorenya.


Selagi ayah Rofi mandi,ponselnya bergetar tanda ada notifikasi chat pesan masuk.


Bu Riris yang sedang duduk di ruang tamu merasa penasaran hingga meraih ponsel ayah Rofi yang tergelak di meja.


Kebetulan ponsel tidak di kunci hingga bu Riris bisa membuka ponsel ayah Rofi dengan mudahnya .


"Om makasih ya..permainan om luar biasa..aku sangat puas..next boking aku lagi ya om..".


Demikianlah notifikasi chat pesan yang nomornya tak ada namanya.


Bu Riris terperangah setelah membaca chat pesan tersenyum.


"Apa maksud isi chat pesan ini,apa tadi mas Rofi ga kerja tapi malah sama perempuan yang punya nomor ponsel ini?"gerutu bu Riris."


Dengan gerak cepat bu Riris menyimpan nomor ponsel tersebut ke dalam ponselnya,bu Riris akan menyelidiki nomor tidak di kenal tersebut.


Selagi melamun masih dengan memegang ponsel suaminya.


Tiba tiba suaminya merebut ponsel milik dirinya yang masih ada di genggaman,membuat bu Riris terhenyak kaget.


"Ga sopan banget si,buka buka ponsel orang !!"bentak ayah Rofi melotot pada bu Riris."


"Yah,siapa yang tadi kirim pesan ke ayah dan apa maksud isi pesan tersebut??!"tegur bu Riris."


"Kamu ngomong apa si,suami pulang kerja cape cape bukannya di buatin minum di tawarin makan malah di curigai !!"cebik ayah Rofi ketus."


"Buka saja ponsel ayah tadi ada notifikasi chat pesan "ucap bu Riris ketus pula."


Ayah Rofi membukanya dan hanya tersenyum simpul membuat bu Riris tambah geram.


"Yah,kok malah senyam senyum !!"hardik bu Riris ketus."


"Ya aku tersenyum menertawakan dirimu yang terlalu bego.Ini nomor tidak terdaftar di ponsel berarti kan aku ga kenal dasar bego,cemburu tak beralasan "ucap ayah Rofi berlalu dari hadapan bu Riris dengan membawa ponselnya."


🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡


Mohon dukungan like,vote,favoritnya ka..


Biar author semangat up..

__ADS_1


__ADS_2