
Hari berlalu begitu cepat tak terasa kehamilan Cinta telah memasuki umur 8 bulan.
Baby Didi juga telah bertambah umur sekarang 1 bulan 1 minggu.
Riris meminta tolong Hanna untuk menjaga Cinta dan baby Didi karena dirinya akan menemui Rofi memberikan surat cere supaya di tanda tangani.
Namun Hanna penasaran dengan mantan suami Riris,ingin sekali mencabik cabik mukanya.
Hanna juga akan membuat perhitungan pada mantan suami Riris.
"Ris,apa ga sebaiknya aku antar kamu saja dari pada kamu naik angkutan umum,kamu kan pasca operasi caesar "bujuk Hanna."
Sejenak Riris terdiam bingung ingin menjawab apa,selagi berpikir datanglah Narti ke rumah.
"Assalamu Alaikum "
"Walaikum sallam "serentak Hanna dan Riris menjawab salam dari Narti."
Hanna menyunggingkan senyum karena merasa keberuntungan sedang berpihak padanya.
"Nah ini ada mba Narti kebetulan sekali "ucap Hanna menyunggingkan senyum."
"Memangnya ada apa ya bu Hanna "tanyanya."
Hanna segera menjelaskan niat hatinya ingin menemani Riris ke rumah Rofi meminta tanda tangan untuk surat cere Riris.
Narti sangat setuju dengan jalan pemikiran Hanna.
Karena menurut Narti jika Riris datang bersama Hanna pastinya Rofi ga akan berani berbuat kasar atau macam macam.
Dengan bujukan Narti akhirnya Riris bersedia menerima tawaran Hanna untuk menemaninya ke rumah Rofi.
"Tunggu saja pembalasan dariku Rofi,atas perbuatanmu pada Cinta "batin Hanna."
Hanna segera melajukan mobilnya sesuai arahan dari Riris menuju ke rumah Rofi.
Hanya beberapa menit saja Hanna dan Riris telah sampai di gang menuju rumah Rofi.
"Han,kamu tunggu di sini saja ya biar aku sendiri ke rumah mas Rofi "ucap Riris."
"Jangan Ris bahaya tahu,bukannya Rofi itu orang yang kejam,aku khawatir kamu di apa apain "cegah Hanna dengan menakut nakuti Riris supaya Riris mengajak Hanna ke rumah Rofi."
__ADS_1
Akhirnya Riris mengijinkan Hanna menemaninya menemui Rofi.
Namun saat telah sampai di depan pintu rumah Rofi,terdengar suara tawa wanita dan pria.
Riris mendorong pintu rumah Rofi yang kebetulan tak di kunci oleh Rofi.
Riris dan Hanna masuk tanpa bersuara dan mencari sumber suara tawa wanita dan pria yang ternyata dari arah kamar Rofi.
Riris membuka hordeng kamar dan melihat pemandangan yang sangat menjijikkan.
Pemandangan dimana si otong milik Rofi sedang di mainkan oleh seorang wanita muda.
"Astaghfirulohh mas Rofi,ternyata belum berubah juga ya kamu "bentak Riris dengan mata berkaca kaca."
Rofi sangat kaget dan langsung memasukkan otong ke kandangnya,begitu pula dengan si wanita yang sedang bersama Rofi,lekas memasukkan dua benda kenyal miliknya ke wadahnya semula.
Rofi segera bangkit dari kasur untuk menghampiri Riris,sementara Hanna memunggungi tubuh Riris.
"Pulang juga kamu Ris,kangen kan sama aku"ucap Rofi terkekeh."
Hanna yang mendengar suara Rofi merasa tak asing lagi dengan suara Rofi.
Hanna menunggu urusan Riris selesai baru dirinya akan melihat wajah Rofi seperti apa.
Hanna melangkah menuju ruang tamu agar Riris lebih bebas berbicara dengan Rofi.
"Kamu ga usah kepedean mas,aku kemari bukan kangen sama kamu tapi aku kemari ingin minta tanda tanganmu,sesuai janjiku jika anakku telah lahir aku akan gugat cere kamu "ucap Riris dengan lantangnya."
"Memang kamu sanggup hidup tanpa aku"cibir Rofi ketus."
"Terserah kamu mau menghina seperti apa,aku percaya Allah takkan membiarkan aku dan anak anakku kelaparan "ucap Riris dengan tegasnya."
"Sombong banget si kamu Ris,baiklah aku akan penuhi permintaanmu tapi ingat satu hal ya,jangan sekali sekali kamu datang kesini untuk meminta uang dengan alasan untuk anak anak "ucap Rofi sinis."
"Kamu yang minta pisah dariku jadi jangan salahkan aku jika aku tidak akan memberikan uang sepeserpun untukmu dan anak anak "ucap Rofi ketus."
"Tenang saja mas,aku tidak akan mengganggu kehidupanmu,silahkan nikmati uangmu untuk wanita wanitamu ,yang penting tanda tangani ini biar aku lekas pergi dan kamu bisa bersenang senang lagi dengan wanita barumu itu "cebik Riris menyodorkan surat cere dan pulpen."
Rofi segera menanda tangani surat cere yang di sodorkan oleh Riris.
Setelah semua urusan selesai,Hanna baru bangkit dari duduknya dan akan menghampiri Riris.
__ADS_1
Saat dirinya berbalik arah dan melangkah menghampiri Riris,Hanna terhenyak kaget melihat sosok Rofi.
Emosi Hanna tambah memuncak,berbeda dengan Rofi dirinya merasa panik dan malu karena penyamarannya terbongkar.
"Oohhh ini mantan suamimu Ris,dia ini juga coba dekati aku dengan memakai nama samaran AA "cibir Hanna."
"Pura pura motor rusak parah supaya bisa ketemu aku,iya kan?"sindir Hanna menatap sinis ke Rofi."
Sementara Rofi celingukan menahan rasa malu.
"Sialan banget si,ternyata Hanna ini temannya Riris ,kenapa juga Hanna harus tahu semua ini,jadi gagal total nech untuk meluluhkan hati Hanna "batin Rofi salah tingkah."
"Kenapa kamu diam AA gelo??!!"sindir Hanna ketus."
"Sudah pergi sana kalian,bawa pergi temenmu itu Ris,ucapannya ngelantur gitu "usir Rofi pada Riris."
Riris mengajak Hanna pergi dari rumah Rofi,setelah sampai di mobil,Hanna memberanikan diri berkata pada Riris.
"Ris,kenapa kamu ga laporkan perbuatan bejad Rofi ke Cinta?"tanya Hanna geram."
"Bukannya aku pernah ngomong sama kamu waktu yang lalu,kalau aku laporkan ke polisi kasihan Cinta jika aibnya di ketahui banyak orang pasti Cinta akan semakin sedih dan terpuruk,aku ga mau hal itu terjadi pada Cinta"ucap Riris berkaca kaca."
Sejenak Hanna terdiam tak berkata,hanya meminta maaf pada Riris jika dirinya bertanya lagi untuk sesuatu hal yang pernah Hanna tanyakan dan Riris telah menjawabnya.
"Baiklah Ris,jika kamu tak melaporkan pada polisi biarlah aku yang akan bertindak,aku tidak akan tinggal diam untuk apa yang pernah Rofi lakukan pada Cinta.Kamu harus bayar mahal semuanya Rofi "batin Hanna kesal."
Seperginya Hanna dan Riris,Rofi melanjutkan kembali aktifitasnya bersama wanita bayarannya.
Sejenak Hanna turun dari mobil ingin memberi pelajaran pertama pada Rofi.
"Kamu mau kemana Han,kok malah turun ??"tanya Riris penasaran."
"Cuma sebentar kok Ris,ada sesuatu yang terjatuh,kamu di mobil saja jangan turun"ucap Hanna berlari kecil masuk gang kembali."
Hanna ke rumah rumah tetangga supaya memberi pelajaran pada Rofi.
Kebetulan rumah pak RT dekat,hingga Hanna melaporkan perbuatan tak senonoh Rofi yang membawa wanita bukan istrinya ke rumah.
Pak RT membawa beberapa warga sekitar untuk menyambangi rumah Rofi yang kebetulan tidak di kunci.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐งก๐งก๐๐๐งก๐๐
__ADS_1