
Waktu tak terasa menjelang sore,Rofipun pulang menuju rumah namun dirinya merasa aneh tak seperti biasa rumah begitu sepi .
Rofi menjelajah setiap ruangan mencari anak anak dan istrinya namun tak di temuinya.
"Mungkin anak anak sedang bermain PS seperti biasa dan Riris lembur di laundry "gerutu Rofi."
Dirinya meletakkan jaket dan helm di sembarang tempat seperti biasa.
Setelah itu Rofi melangkah ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi sorenya.
Hanya beberapa menit selesailah aktifitas mandinya,sejenak dirinya rebahan di kamar sambil mengecek ponsel hanya untuk melihat jam.
"Jam 5 sore biasanya Riris sudah pulang dan menghangatkan makanan .Anak anak juga kalau jam 5 sore sudah ga berani keluyuran.Ada yang aneh dengan Riris dan anak anak "gerutunya."
Rofi memutuskan untuk mencari keberadaan 2 anak lelakinya terlebih dulu barulah mencari Riris ke laundry.
Rofi melangkah keluar rumah mencari ke 2 anak lelakinya ke rumah tetangga yang punya PS.Namun Rofi tak mendapati anaknya.
"Kemana si Dika sama si Dede,mereka paling kalau main kemari tapi kok ga ada,apa mungkin menyusul Riris ke laundry ya ??"gerutunya."
Rofipun melangkah ke pinggir jalan dimana biasa Riris bekerja sebagai buruh laundry.
Lagi lagi Rofi tak menemukan adanya Riris maupun 2 anak lelakinya.
"Kok di laundry ga ada juga terus mereka kemana ya?"gerutu Rofi sambil garuk garuk kepala yang tak gatal ."
Rofi memutuskan untuk kembali ke rumah untuk mengambil ponsel dan menelfon Riris untuk mencari tahu dimana keberadaan Riris.
Namun nomor ponsel Riris tak aktif sehingga tak bisa di telfon maupun di kirimi notifikasi chat pesan.
"Jangan jangan Riris benar benar marah dan membawa Dika dan Dede pergi bersamanya "gerutunya kembali."
"Tapi kemana perginya Riris sama anak anak ya?"gerutunya mengernyitkan alis tanda bingung."
Sekilas Rofi menyunggingkan senyum seolah mengerti dimana keberadaan Riris dan ke 2 anak lelakinya.
"Hemm paling ya cuma ke rumah Narto,mau kemana lagi, kan Riris sebatang kara tak punya sanak saudara "gerutunya."
Hingga Rofi memutuskan untuk menyusul Riris ke rumah adik kandungnya si Narto.
__ADS_1
Dengan mengendarai motor maticnya,Rofi melajukan motornya ke rumah Narto.
Beberapa menit kemudian sampailah Rofi di rumah Narto.
Kebetulan Narto dan Narti sama sama baru pulang kerja.
Baru saja mau membuka pintu gerbang,tahu tahu sudah di tunggu oleh si Rofi yang nangkring di atas motornya .
"Hemm sudah kuduga kalau mas Rofi bakalan datang kemari mencari mba Riris dan anak anak "gerutu Narto dalam hati."
"Kalian sembunyikan dimana istri dan anak anakku ??!!"tanya Rofi ketus menatap sinis pada Narto dan beralih ke Narti."
Narto dan Narti pura pura bingung dengan pertanyaan Rofi.Narto dan Narti saling berpandangan satu sama lain.
"Mas Rofi itu aneh,datang datang bukannya memberi salam terlebih dulu,eh nuduh yang macam macam sama kami "ucap Narto ketus."
"Kamu ga usah berpura pura seolah olah tak tahu pasti kalian sembunyikan Riris dan anak anak di dalam rumah kalian kan??!!"hardik Rofi ketus."
"Kalau ngomong jangan asal mas,kami ga tahu menahu soal istri dan anak anak mas, lagi ngurusi hidup sendiri aja puyeng,ngapain juga kami ngurusi hidup mas Rofi "cebik Narto."
"Sudah ga usah banyak tanya,buka gerbangnya sekarang juga,aku ingin mengecek sendiri rumah kalian,aku yakin kalian yang telah menyembunyikan Riris dan anak anak "perintah Rofi ketus."
Narto segera membuka pintu gerbang dengan cepat Rofi masuk ke dalam halaman rumah Narto dan menunggu sejenak untuk Narto membuka pintu rumahnya.
Dengan berteriak teriak memanggil Riris dan 2 anak lelakinya.
"Riris..Dika..Dede..kalian dimana..keluarlah..ayuk kita pulang sekarang "teriaknya memanggil manggil anak anak dan istrinya."
Rofi menjelajah ruangan di dalam rumah Narto.Dari sudut ke sudut,dari kamar satu ke kamar lain.
Bahkan Rofi mencari kehalaman samping dan belakang rumah Rofi namun tidak ditemukan juga istri dan anak anaknya.
"Ga mungkin,kenapa mereka ga ada disini,terus kemana Riris membawa pergi Dika dan Dede ya??"gerutunya melangkah gontay menuju ruang tamu ."
"Sudah percaya kan,kalau kami tidak menyembunyikan mba Riris dan anak anak,untuk apa juga kami melakukan hal yang tak penting seperti itu "sindir Narto."
"Cinta dimana,bukannya terakhir kali Riris sering mengunjungi Cinta kemari?!!"tanya Rofi menyelidik."
"Mana kami tahu,mungkin saja waktu itu mba Riris cuma beralasan Cinta disini tapi buktinya mana,ga ada disini kan Cinta ?"ucap Narto ketus."
__ADS_1
"Apa mungkin kalian sembunyikan istri dan anak anakku di panti asuhan milik kalian??!!"tanya Rofi penasaran."
"Ya mas coba cari saja di panti kali saja ketemu "ucap Narto menyeringai sinis."
Rofi melangkah keluar rumah Narto dan lekas melangkah ke panti asuhan yang letaknya tepat di sebelah rumah Narto.
Tanpa permisi,Rofi langsung saja masuk ke dalam panti,dengan memanggil manggil istri dan anak anaknya.
Rofi tak menghiraukan teguran dari para pengurus panti,dirinya sibuk menyelusuri seisi ruangan yang ada di dalam panti.
Semua kamar dijelajahi sampai dapur dan halaman belakang panti serta samping panti.
"Aneh..kenapa di panti ini juga tidak ada ya,terus kenapa lagi aku harus mencari Riris dan anak anak ??"gerutu Rofi sambil menggaruk garuk tengkuk yang tak gatal."
Pencarianpun di hentikan karena Rofi telah merasa lelah dan perut merasa sangat lapar,cacing di perut Rofi sudah pada bunyi hingga Rofi memutuskan untuk pulang saja.
Rofi melangkah ke halaman rumah Narto yang tak jauh dari panti.Rofi mengambil motornya dan melajukannya tanpa berpamitan terlebih dulu pada Narto adik kandungnya.
Hanya beberapa menit,Rofi telah sampai di rumah.Niat hati ingin langsung makan karena lapar tapi malah kecewa berat.
"Mending makan dulu,gampanglah biar saja mereka ngumpet,toh paling besok juga pulang sendiri "gerutu Rofi."
Segera Rofi membuka tudung saji,menyendok nasi dan sayur serta lauk.
Namun saat akan disuapkan ke mulut,Rofi mencium cium makanannya.
"Sialan!!!!!ternyata bau!!"ucap Rofi kesal."
Rofi mencari sumber bau,dari nasinya atau sayur atau lauk.Satu persatu di ciuminya.
"Wleee..nasinya sudah bau,dan ini sayur juga bau..wlee..apa lagi ini opornya juga bau...sialann kamu Risssssssss"gerutunya kesal sambil membanting sendok."
"Kaya gini aku kelaparan,belum juga gajian ga ada duit sama sekali "geturu Rofi sedari tadi."
Rofi memutuskan untuk ke dapur mengecek dapur kali saja ada telor dan mie instan lumayan buat ganjal perut.
ððððĪŠðĪŠððĪŠððĪŠðððĪŠðððĪŠðĪŠðð
Mohon dukungan like,vote,favorit..
__ADS_1
Mammpir juga ka,ke karya author yang lain..