
Dika dan Dede saling berpandangan satu sama lain seolah saling meminta persetujuan hingga keduanya beralih memandang ibunya dan serentak Dika dan Dede menganggukkan kepala tanda setuju.
"Alhamdulillah "ucap Riris sembari memeluk 2 jagoan kecilnya."
Setelah mendapat persetujuan dari 2 jagoan kecilnya,Riris kembali ke kamar Cinta namun terlebih dulu memerintah 2 jagoan kecilnya untuk tidak lupa mengemasi barang barang yang sekiranya perlu di bawa supaya besok tidak gugup dan bisa langsung pergi.
Riris melangkah ke kamar Cinta namun dirinya berpapasan dengan Rofi yang akan keluar dari kamar.
Rofi menghampiri Riris dan tiba tiba menggenggam kedua tangan Riris sembari memohon mohon meminta maaf.
"Sayang..maafin mas ya sayang.."bujuk rayu Rofi."
Riris deg degan merasa panik sekali.
"Apa mas Rofi tadi mendengar percakapanku dengan anak anak ya,jadi bersikap seperti ini "batin Riris."
"Arghh paling cuma perasaanku saja "batin Riris."
Sikap diamnya Riris malah di salah tafsirkan lain oleh Rofi.
"Hemm kamu diam Ris,aku tahu kamu ga akan bakalan gugat cere aku,cuma gertak sambel doank,aku tahu banget kalau kamu itu cinta mati sama aku "gerutu Rofi senyam senyum menatap Riris."
Sejenak Riris menepis genggaman tangan Rofi.
"Maaf mas ,aku sudah ngantuk mau tidur "ucap Riris ketus."
Namun Rofi tak menyerah begitu saja kembali menghalangi langkah Riris.
"Kamu ngapain bobok kamar Cinta,yuk bobok kamar kita saja,ntar mas pijitin badan kamu "rayu Rofi menaik turunkan alisnya."
Riris bukannya senang dengan bujuk rayu Rofi,dirinya malah semakin enek lihat wajah suaminya.
"Amit amit jabang bayi jangan sampai anakku tiru bapaknya yang gemblung alias gelo alias gila "batin Riris sambil mengusap usap perutnya yang buncit."
Riris tetap saja berjalan menuju kamar Cinta,tak menghiraukan Rofi yang terpaku menatap kepergiannya.
"Hemm sok jual mahal kamu Ris padahal hatimu masih cinta sama aku "gerutu Rofi tapi masih bisa di dengar oleh Riris."
"Ist pede amat tuh orang di kira aku masih cinta padahal sama sekali sudah hilang rasaku ini "batin Riris."
__ADS_1
Riris mencoba membaringkan tubuhnya di kamar Cinta namun dirinya belum juga bisa memejamkan mata.
Namun lama lama akhirnya Riris bisa tidur juga.1 Jam kemudian Riris terbangun dan mengambil air wudlu untuk menunaikan sholat Isa.
Setelah sholat Isa barulah Riris melanjutkan tidurnya kembali.
Waktu berjalan begitu cepat tak terasa sudah jam 2 dini hari.Seperti biasa setiap tengah malam Riris menunaikan sholat tahajud.
Begitu pula dengan Cinta,dirinya juga saat ini sedang melakukan sholat tahajud.
Riris dan Cinta sama sama rajin ibadah,rajin menunaikan sholat fardu dan sholat sunah.
Setiap selesai menunaikan sholat entah itu sholat fardu maupun sunah,Riris maupun Cinta sama sama tak lupa berdoa.
Beberapa saat kemudian Riris melanjutkan tidurnya kembali.Berbeda dengan Cinta,dirinya tak bisa memejamkan matanya kembali.
Cinta berbaring menatap langit langit kamar,pikirannya menerawang jauh tinggi ke atas awan.
Entah apa saja yang sedang merisaukan hatinya sehingga dirinya tak bisa tidur kembali.
Cinta bangkit dari tidurnya,dirinya segera duduk di kursi belajar.Dirinya berpikir dadi pada tak bisa tidur mending belajar.
Segera Cinta membaringkan tubuhnya di kasur dan memejamkan matanya.
Tak terasa waktu begitu cepat hingga adzan subuh berkumandang .Baik Cinta maupun Riris sama sama menunaikan sholat subuh.
Kali ini Cinta berjamaah dengan paman dan bibinya,sedang Riris berjamaah dengan 2 jagoan kecilnya.
Setelah sholat subuh sejenak Riris mengemasi barang barang yang di perlukan.
Dirinya tetap memasak untuk sarapan karena dirinya berencana pergi setelah Rofi berangkat kerja.
Seperti biasa 2 jagoan Riris membantu pekerjaan rumah Riris,tak terasa waktu telah fajar.
Jam 6 pagi rumah sudah bersih,makanan sudah siap.Riris membangunkan Rofi walaupun sebenarnya sudah sangat malas untuk mengurusi suami yang tak setia itu.
"Heemm males rasanya aku bagunin manusia tak punya hati ini tapi mau bagaimana lagi,toh dia masih sah suamiku,hemm lagi pula ini untuk yang terakhir kalinya "batin Riris sembari menatap sinis suaminya yang masih terlelap dalam tidur."
Sementara di rumah Narto,pagi pagi sekali Narto dan Narti mengajak Cinta bercengkrama.
__ADS_1
"Nak,mulai hari ini ibumu dan adik adikmu akan tinggal disini karena semalam sudah hubungi paman "ujar paman Narto."
"Kok tumbenanan paman,sepertinya sedang ada masalah yang serius dengan ibu "ucap Cinta mengira ngira."
"Feeling paman dan bibi juga seperti itu nak "ucap bi Narti ."
"Jika benar mau disini Cinta malah senang ada teman ga sepi tapi yang Cinta khawatirkan suatu saat nanti pasti ayah bakal nyusulin ibu kemari "ucap Cinta."
"Iya juga ya,bagaimana menurutmu yah,yang di katakan Cinta memang ada benarnya juga "ucap bi Narti."
Sejenak Narto terdiam sedang memikirkan sesuatu.
"Gini aja bun,kita kan punya sebuah villa yang kebetulan mas Rofi tak tahu.Apa ga sebaiknya jika nanti mba Riris dan anak anak datang,kita bawa saja ke villa milik kita biar lebih aman "usul paman Narto sumringah."
"Boleh juga itu yah,usulnya bagus sekali "ucap bi Narti mengacungkan jempolnya."
"Trima kasih ya paman dan bibi telah bersedia bantu ibu dan adik adik karena Cinta paham sifat ayah,orangnya kasar dan tak segan segan suka mukulin ibu "ucap Cinta tertunduk lesu karena sedih ."
"Ya ampun kasihan amat ya mba Riris,ya sudah Cinta ga usah bersedih lagi dan ga usah khawatir lagi,kami akan bantu agar ibumu tidak lagi mengalami KDRT "ucap paman Narto geram."
Hari ini paman Narto dan bi Narti sengaja meliburkan diri karena biar bisa fokus membantu Riris dan anak anaknya.
Sementara di rumah Riris saat ini sedang sarapan bersama yakni Riris,Rofi,dan 2 jagoan kecil Riris.
Hanya beberapa menit Rofi sarapan,dirinya akan berangkat,tiba tiba bersikap manis pada Riris.
"Ibu,ayah berangkat kerja dulu ya.Ibu jaga kesehatan,sayang ayah kerja dulu ya "ucap Rofi mengusap surai hitam Riris kemudian mengusap perut Riris."
Tak lupa Rofi mencium kening Riris dan dirinya minta di salamin tangannya.
Riris sebenarnya enggan namun secara terpaksa Riris mencium tangan Rofi.
Rofi juga bersikap manis pada Dika dan Dede.
"Kalian sekolah yang pinter jangan nakal,jaga ibu sama adik bayi ya "ucap Rofi tersenyum pada 2 anak laki lakinya sambil mengusap surai hitam 2 anak laki lakinya secara bergantian.
🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯
Hay ka,jika berkenan mampir novel tamat author...
__ADS_1