Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 9


__ADS_3

Setelah mengintai dan menguping percakapan antara Narto,Narti dan dokter Neni.


Ada rasa iba di dalam diri tuan Malik,dirinya ingin menolong Cinta,tanpa sadar tuan Malik melangkahkan kaki masuk ruang periksa.


"Saya bersedia menikahi ponakan tuan Narto jika tuan Narto bersedia "ucap tuan Malik memecah keheningan."


Narto dan Narti saling berpandangan.


"Maaf tuan bukankah tuan telah beristri,apa jadinya jika istri tuan Malik tahu malah menambah permasalahan ponakan saya ??"ucap paman Narto."


"Untuk masalah istri saya itu soal gampang ntar menjadi urusan saya,tapi bagaimana dengan Cinta kira kira bersedia tidak ??"tanya tuan Malik ragu."


"Niat saya hanya ingin menolong Cinta tuan,biar dia tidak di cemooh orang akan kehamilannya.Saya tidak akan menjamahnya,jika bayi Cinta sudah lahir bisa buat saya karena saya tak punya keturunan,Cinta bisa melanjutkan hidupnya kembali "ucap tuan Malik panjang lebar."


"Bagaimana ini bun ?"tanya paman Narto mengerutkan alis tanda bingung."


"Tunggu saja sampai Cinta siuman biar kita bisa bertanya langsung pada Cinta "ucap bi Narti memberi saran."


Setelah beberapa menit akhirnya Cinta sadar,paman Narto dan bi Narti bercerita tentang saran yang di berikan oleh tuan Malik.


"Bagaimana nak menurutmu,tuan Malik hanya ingin membantumu menutupi aibmu sampai bayi yang ada di kandunganmu lahir,kalian cuma nikah siri "ucap bi Narti."


Cinta yang masih berbaring di brangkar sejenak terdiam,dirinya memikirkan saran dari tuan Malik.


"Saat ini kandunganku umur 4 bulan berarti tinggal 5 bulan lagi aku melahirkan,setidaknya kalau aku nikah dengan tuan Malik bisa buat tutup aibku selama 5 bulan "gerutu Cinta dalam hati."


"Kamu ga usah khawatir Cinta jika anakmu sudah lahir aku akan membebaskanmu dari pernikahan siri kita,juga selama kita bersama aku tidak akan menyentuhmu sama sekali bahkan kamu boleh tinggal di rumah bibi dan pamanmu "ucap paman Narto panjang lebar."


"Baiklah tuan Malik,Cinta terima tawarannya,tapi beneran ya Cinta tetap boleh tinggal di rumah paman dan bibi,entar kalau anak ini lahir buat tuan Malik saja "ucap Cinta sekenanya."


"Cinta,apa kamu sudah yakin dengan yang kamu ucapkan tadi?"tanya paman Narto untuk memastikan."


"Sudah paman,Cinta sangat yakin sudah ga ada jalan keluarnya lagi buat Cinta untuk menyelesaikan masalah ini .Usaha Cinta untuk menggugurkan janin ini saat masih umur 1 bulan juga tak pernah berhasil "ucap Cinta keceplosan."

__ADS_1


"Apa yang barusan kamu ucapkan Cinta,untung saja kamu baik baik saja "ucap bi Narti menghela nafas panjang sembari geleng geleng kepala."


"Baiklah hari ini juga saya akan undang seorang ustad untuk menikahkan saya dengan Cinta tapi saya juga akan buat perjanjian hitam di atas putih yakni anak Cinta kelak buat saya dan selama Cinta jadi istri siri saya,saya akan menafkahi lahirnya saja "ucap tuan Malik."


Setelah percakapan itu,tuan Malik segera menghubungi ustad kepercayaannya dan juga pengacara pribadinya untuk menjadi saksi nikahnya dengan Cinta.


Cinta telah di ijinkan pulang oleh dokter Neni karena kondisinya tidak serius hanya terlalu banyak pikiran.


Cinta di bawa pulang oleh paman dan bibinya,sementara tuan Malik segera mengatur semua kebutuhan untuk ijab qabul di rumah paman Narto.


Tuan Malik juga telah mengirim orang untuk mendandani Cinta sedemikian rupa,walaupun acara cuma ijab qabul tanpa pesta namun tuan Malik ingin memberi yang terbaik buat Cinta.


"Cinta,apa kamu tak hubungi ayahmu untuk menjadi wali nikahmu?"tanya bi Narti."


"Untuk apa bi,toh dia kan bukan ayah kandungku,jadi biar saja pake wali paman saja ga usah hubungi ayah atau ibu"ucap Cinta."


Saat ini Cinta tidak bisa berpikir jernih,apa lagi setelah tahu kalau dirinya hanya anak pungut dari orang tuanya.


Cinta tak memikirkan sebab dan akibat keputusan yang diambilnya,apalagi usianya yang masih sangat muda hingga dirinya masih sangat labil.


Baginya janin itu pembawa petaka,janin dari benih ayah angkatnya yang sungguh tak berperikemanusiaan.


Setelah menunggu 1 jam lamanya datanglah tuan Malik bersama seorang ustad dan seorang pengacara.


Cinta juga sudah di rias sedemikian rupa berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik dan anggun.


"Cinta,apa ga sebaiknya kamu kabari ibumu nak??"ucap paman Narto memberi saran."


Sejenak Cinta merenung haruskah ibu tahu,batin Cinta bergejolak resah gelisah.


"Ga usah lah paman toh pernikahan ini hanya berjalan 5 bulan kan "ucap Cinta sekenanya."


"Tapi kita ga mau disalahkan kelak jika ibumu sampai tahu "ucap bi Narti."

__ADS_1


"Kalau semua yang hadir disini ga ada yang buka mulut,ibu ga akan tahu "ucap Cinta sekenanya."


Akhirnya paman dan bibi Cinta menyerah,sudah tidak bisa berkutik lagi.


Saat itu juga Cinta menjalani nikah sirinya dengan tuan Malik di rumah pamannya.


Dengan sebagai saksi pengacara tuan Malik dan paman serta bibi Cinta.


Tak lupa juga setelah acara ijab qabul,Cinta menandatangi surat perjanjian yang telah di sepakati bersama .


Yakni jika kelak anak Cinta telah lahir bakal menyerahkan anaknya pada tuan Malik


Dan tuan Malik juga akan menafkahi lahiriah saja.Tuan Malik tidak akan menyentuh Cinta sama sekali.


Proses pernikahan siri berjalan lancar tanpa halangan apapun,tuan Malik memberikan amplop coklat yang berisi uang untuk Cinta.


"Cinta,ini uang untuk kebutuhanmu selama 1 bulan,saya akan datang kemari setiap 1 bulan sekali untuk memberikan jatah bulananmu juga mengecek kandunganmu.Saya minta kamu jaga baik baik kandunganmu "ucap tuan Malik menyerahkan amplop coklat tersebut ."


Belum juga Cinta menerima atau berkata tuan Malik telah berlalu pergi bersama pengacara dan sang ustad.


"Paman bibi, ini uang pegang kalian saja,Cinta permisi dulu ingin ganti baju "ucap Cinta bangkit dari duduknya berlalu dari hadapan paman dan bibinya ."


Paman dan bibinya hanya diam mematung tak bisa berkata apapun.


"Kasihan Cinta ya yah,di usianya yang masih belia harus menghadapi masalah seperti ini "ucap bi Narti menghela nafas panjang."


"Iya bun sebenarnya anaknya kelak ga usah diberikan pada tuan Malik,biar kita yang rawat,Cinta juga tak perlu jadi istri ke 2 tuan Malik "ucap paman Narto."


"Sudahlah yah,ini semua kan keputusan Cinta,kita sudah menasehatinya berkali kali,tapi Cinta bersikeras dengan keputusannya,mungkin menurut Cinta ini keputusan yang terbaik baginya "ucap bi Narti mencoba menenangkan suaminya."


Sementara Cinta di kamar menitikkan air mata,dirinya juga tak tahu apakah keputusan yang di ambilnya itu yang terbaik.


😭😭🥱🥱🥱🥱🥱😭😭😭😭😭😭😭😭😭

__ADS_1


Mohon dukungan like,vote,favoritnya ka..


__ADS_2