Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 28


__ADS_3

Mohon maaf kemaren ga up date,di karenakan revisi karya ini,sama pihak NT gagal riview karena mengandung kontroversial yakni tidak boleh membuat karya tentang hubungan sedarah yakni ayah dan anak.


Biar ga revisi semua judul di ganti ka "Ayah Angkatku Bapak Anakku."


Mohon maaf atas ketidak nyamanan kk readersπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


🀯🀠🀯🀠🀠🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯


Ayah Rofi berangkat dengan perut lapar dari sore tak makan,ayah Rofi akan berniat kasbon ke bos nya supaya bisa makan .


Yang saat ini ayah Rofi pikirkan adalah perutnya saja,bahkan ayah Rofi tak berpikir untuk mencari tahu kembali keberadaan istri dan anaknya.


Tak berselang lama,ayah Rofi telah sampai di diler,kebetulan kantin di diler bukanya pagi hingga ayah Rofi berniat sarapan dulu.


Segera ayah Rofi memesan makanan,sang pemilik kantin tidak tahu kalau saat ini ayah Rofi tak punya uang hingga sang pemilik kantin tetap melayani pesanan makanan dan minuman Rofi.


Hanya 5 menit saja,Rofi telah menghabiskan 2 porsi makanan dan 2 gelas teh manis hangat.


"Total semua berapa bu Ijah?"tanya Rofi ."


"Semua jadi 40 rb mas Rofi "jawab bi Ijah sumringah."


"Ok bi,catet dulu ya ..kebetulan aku lupa ga bawa dompet..aku bayarnya ntar kalau sudah gajian "ucap Rofi dengan entengnya lalu pergi dari kantin."


"Huhhhuuu belagu banget,pikirku ada uang jadi aku layani,pagi pagi bukannya memberi penglaris malah utang !!"gerutu bi Ijah masih bisa di dengar Rofi."


Namun Rofi hanya diam saja karena memang dia juga salah tak memberitahu terlebih dulu jika dirinya mau berhutang.


Rofi hanya tersenyum sinis mendengar gerutuan bi Ija.


"Khawatir amat bi bi,lagian cuma 40 ribu,ntar aku gajian juga ku bayar..eh tapi gajiannya masih lama hheee 2 minggu lagi "gerutu Rofi di hati."


Rofi melanjutkan melangkah ke bagian perbengkelan servis mobil dan masuk ruang ganti pakaian.


Rofi segera berganti dengan seragam kusus mekanik.


Rencana sudah di ubun ubun ntar jam makan siang mau kasbon ke bos.

__ADS_1


Berbeda di tempat Narto,pagi ini Narto akan mengurus kepindahan sekolah Dika dan Dede tanpa di dampingi oleh Narti.


Karena kebetulan Narti sedang banyak pekerjaan di butiknya,untuk menggarap pesanan dari bapak walikota.


Dengan gerak cepat Narto meluncurkan mobilnya ke arah sekolah Dika dan Dede.


Tak berselang lama Narto telah sampai di sekolahan Dika dan Dede.Segera Narto melangkah ke ruang kepala sekolah.


Narto langsung saja menjelaskan permasalahan kenapa Dika dan Dede harus pindah sekolah.


Kebetulan yang menjadi kepala sekolah adalah teman baik Narto selama sekolah di SLTA hingga Narto tak sungkan menceritakan semuanya pada sang kepala sekolah tanpa ada yang di tutupinya.


"Sebelumnya terima kasih ya Man,atas bantuanmu,pokoknya aku minta dengan sangat jika mas Rofi kemari menanyakan anak anak tolong jangan di beritahu keberadaanya.Terserah kamu saja bagaimana cara ngomong ke kakakku itu yang penting intinya jangan bilang seperti yang tadi aku ceritakan ke kamu "ucap Narto panjang lebar pada Herman teman semasa sekolahnya."


"Kamu tenang saja To,aku juga sudah tahu sifat kakakmu itu ,kamu ga perlu khawatir aku pasti ya belain kamu "ucap Herman sumringah untuk meyakinkan Narto."


"Ya sudah Man ,aku pamit ya..khawatir mas Rofi kemari ntar malah berabe dech..assalamu alaikum.."ucap Narto berpamitan pada Herman selaku kepala sekolah."


Narto bangkit dari duduknya begitu pula Herman,mereka berdua tak lupa bersalaman.


Narto segera melangkah ke mobilnya secara terburu buru khawatir bertemu dengan Rofi.


Segera mobil di lajukan menuju ke villa untuk mengajak Dika dan Dede untuk mendaftar sekolah ke tempat sekolah yang baru.


Hanya beberapa menit perjalanan sampai juga di villa,Narto berjalan dengan cepat menuju ke dalam villa.


"Assalamu Alaikum " Narto mengucap salam dengan lantangnya."


"Walaikum sallam,masuk To "ucap Riris membalas salam Narto."


"Dika sama Dede mana mba,mau aku ajak ke sekolahan yang baru,mau aku daftarin karena urusan di sekolah lama Dika dan Dede telah beres "ucap Narto sumringah."


"Alhamdulillah cepet banget ya..kalau mba yang urusin pasti di tanya macam macam panjang lebar di ceramahi ini itu "ucap Riris mengernyitkan alis tanda heran."


"Alhamdulillah mba kebetulan kepala sekolahnya temen baikku semasa kita sama sama di bangku SLTA "ucap Narto sumringah."


"Sebentar mba panggilkan Dika dan Dede "ucap Riris bangkit dari duduknya melangkah masuk menuju ke kamar Dika dan Dede."

__ADS_1


Tak berselang lama datanglah Dika dan Dede melangkah menghampiri paman Narto dan menyalami pamannya.


Dan lekas mengajak Dika dan Dede ke sekolah yang baru yang letaknya kebetulan tak jauh dari villa.


Seperginya Dika dan Dede,Riris melangkah akan ke dapur namun ponselnya yang berada di kamarnya berbunyi.


Riris lekas ke kamar dan mengambil ponselnya ternyata panggilan telfon dari Hanna.


Riris memang ganti nomor ponsel tapi cuma Hanna dan keluarga Narto yang tahu.


Riris memang ingin menghilang dari kehidupan Rofi,makanya tak memberitahu nomor ponsel barunya pada Rofi.


Segera Riris mengangkat panggilan telfon dari Hanna.


Hanna : "Assalamu Alaikum Ris..bagaimana kabarmu..seharian kemarin nomor ga aktif?"


Riris : "Iya maaf Han karena kemarin kan aku sibuk pindahan ."


Hanna : "Jadi kamu sudah tak tinggal dengan suamimu ?"


Riris : "Iya Han,aku sudah memutuskan akan menggugat cere suamiku setelah aku melahirkan.


Kemudian Riris menceritakan semuanya pada Hanna bahkan Hanna bertanya dimana saat ini Riris tinggal.


Kali ini Riris memberitahu Hanna dimana dirinya saat ini tinggal karena menurut Riris,villanya tinggal tidak seburuk rumah milik Rofi.


Setelah beberapa menit telfonan,Hanna berucap akan bermain ke villa dimana Hanna dan anak anaknya tinggal.


Panggilan telfonpun di matikan oleh dua belah pihak.


Riris kembali memasak,sementara Hanna bersiap siap akan main ke villa dimana Riris saat ini tinggal.


Hanna telah berencana terlebih dulu akan membeli banyak bahan makanan untuk persediaan bagi Riris dan anak anak Riris.


Karena Hanna sangat iba dengan kehidupan Riris yang menurut Hanna sangatlah tragis.


🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯🀯

__ADS_1


Mohon maaf banyak revisi,sesuai kemauan pihak NT supaya bisa lulus review..


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2