
Waktu bergulir begitu cepat,tak terasa kehamilan Cinta memasuki bulan ke 7 sementara kehamilan Riris memasuki bulan ke 8.
Sejak Hanna sering bermain ke rumah Riris ,Hanna jadi akrab dengan 3 anak Riris.
Walaupun sampai saat ini Riris dan Cinta belum jujur pada Hanna tentang siapa ayah janin yang di kandung Cinta.
"Sebenarnya siapa ayah kandung bayi yang di kandung Cinta,kenapa kok aku tak pernah bertemu sekalipun dengan ayah kandungnya "gerutu Hanna dalam hati."
"Anehnya pula Cinta tak mau di adakan 7 bulanan untuk bayinya kenapa ya??"gerutu Hanna kembali."
Selagi melamun sendiri di teras depan rumah ,tuan Malik menghampiri Hanna.
"Tumben ibu ga main tempat Riris bu?"tanya tuan Malik menjatuhkan pantat di sofa dekat Hanna."
"Ga yah,lagi malas keluar hujan hujan begini "ucap Hanna singkat sambil menatap air hujan."
"Ibu kok ga pernah cerita ke ayah tentang Riris dan anak anaknya?"tanya tuan Malik menyelidik."
"Kan ayah yang super duper sibuk dan juga ayah tak pernah bertanya kan??"ucap Hanna balik bertanya."
"Iya juga ya bu hheee kalau boleh tahu Riris itu tinggal di mana bu?"tanya tuan Malik menyelidik."
"Waaahhhh ibu malah ga hafal nama jalannya cuma ingat rute jalannya saja yah..apa kapan kapan kita kesana bareng yah?"usul Hanna dengan sangat sumringah."
"Iya Insa Allah ya bu karena kerjaan ayah sangat padat "ucap tuan Malik sekenanya."
"Kalau 3 anak Riris itu bagaimana bu??coba ibu ceritakan "ucap tuan Malik sangat penasaran."
Hannapun menceritakan dari Riris yang sedang hamil besar dan anak sulungnya juga sedang hamil besar pula.
Hanna menceritakan semua permasalahan yang di hadapi oleh Riris bahkan Hanna juga bercerita kalau sampai saat ini Hanna belum mengerti siapa suami dari anak sulung Riris.
Mendengar cerita dari Hanna,tuan Malik agak penasaran,pengen suatu saat ke rumah Riris.
Setelah bercengkrama dengan istrinya cukup lama,tuan Malik mengajak istrinya untuk bersiap siap menunaikan sholat maghrib bersama.
Sementara di rumah Rofi sedang gelisah karena perkiraannya selama ini salah.
"Kemana Riris sama anak anak ya,kok sudah1 bulan ga ada kabar,pikirku paling pergi 1 hari atau 2 hari bakalan pulang."
__ADS_1
"Ponsel juga tak kunjung aktif ,kalau di rumah Narto ga ada terus kemana ya?"
Demikianlah gerutuan Rofi sambil garuk garuk kepala yang tak gatal.
π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―
Tak terasa pagi menjelang,pagi ini Rofi sengaja bangun pagi untuk pergi ke sekolah Dika dan Dede.
"Kali ini aku pasti bertemu dengan anak anak,pasti lewat anak anak aku akan bisa tahu keberadaan Riris yang sekarang ada dimana "gerutu Rofi sembari menyeringai sinis."
Rofi melajukan motornya menuju ke sekolahan Dika dan Dede dengan keyakinan penuh dan sangat optimis akan bertemu dengan Dika dan Dede.
Tak berselang lama sampailah Rofi di sekolahan Dika dan Dede.
Rofi mencari cari ke kelas Dika dan Dede tapi tidak ada hingga dengan rasa enggan Rofi ke ruang kepala sekolah untuk menanyakan keberadaan Dika dan Dede.
"Assalamu Alaikum " Rofi mengucap salam."
"Walaikum Sallam,ada yang bisa saya bantu mas Rofi "tanya Herman mencoba tersenyum."
Herman telah mengenal tabiat Rofi yang sangat buruk karena Herman sahabat adik Rofi si Narto.
"Loh mas Rofi itu aneh,Dika dan Dede kan anaknya mas Rofi,kok malah tanyanya sama aku,aku jelas ga tahulah mas?"jawab Herman sengaja agak menyindir Rofi."
"Justru harusnya aku yang tanya ke mas Rofi,sudah lama Dika dan Dede ga masuk sekolah kenapa?"Herman sengaja pura pura bertanya dan tak tahu keberadaan Dika dan Dede."
Rofi yang notabene gampang emosi jadi merasa geram dengan perkataaan Herman.
Rofi bangkit dari duduknya dan tiba tiba menggebrak meja membuat Herman kaget serta guru guru yang ada di ruang sebelah ruang kepala sekolah juga ikut kaget.
"Ditanya malah dari tadi ngeles mulu,ga pantes kamu jadi kepala sekolah!!"cibir Rofi kemudian berlalu dari ruangan Herman."
Sementara Herman hanya mengelus dada dan geleng geleng kepala melihat tingkah laku Rofi.
Sedang Rofi terus mendengus geram sambil terus berjalan menuju ke parkir motornya.
"Huh,kemana si Riris sama anak anak ngilang tanpa jejak,apa Riris ga mikir lagi hamil besar,dasar istri durhaka ngajarin anak anak minggat dari rumah !!"gerutu Rofi."
Rofi melajukan motor langsung menuju ke diller tempat kerjanya.
__ADS_1
Sementara Herman langsung menghubungi Narto hanya untuk mengabari jika barusan Rofi datang ke sekolah.
Sementara di pagi hari yang cerah,tuan Malik ingin mengunjungi Cinta lebih awal untuk memberi jatah bulanan pada Cinta.
Tapi tuan Malik pamitnya berangkat kerja lebih awal karena selama ini pernikahan sirinya dengan Cinta tak di ketahui oleh Hanna.
"Bu,ayah berangkat lebih awal ya bu..karena ada kerjaan tambahan "ucap tuan Malik pamit pada Hanna istrinya."
"Iya,ayah yang hati hati "ucap Hanna sambil mencium tangan suaminya."
Setelah berpamitan dengan istrinya,tuan Malik segera berangkat menuju ke villa dimana Cinta tinggal.
Hanya beberapa menit sampailah mobil tuan Malik di villa dimana Cinta tingga bersama ibu dan adik adiknya.
Sementara Hanna tiba tiba ingin sekali bermain ke rumah Riris.
"Aku hari ini masak banyak,aku bawa saja ke rumah Riris"gerutu Hanna sambil menata masakan ke dalam rantang makanan."
Hanna melenggang dengan senyum yang mengembang menuju ke mobilnya.
Segera Hanna melajukan mobilnya menuju villa dimana Riris dan anak anaknya tinggal.
Tak berselang lama sampailah Hanna di depan villa Riris.
Namun Hanna sangat terkejut saat melihat ada sebuah mobil yang tak asing lagi bagi Hanna.
"Bukannya itu yang di halaman gerbang villa itu mobilnya mas Malik??"gerutu Hanna."
Kebetulan pintu gerbang masih terbuka lebar,Hanna langsung turun dari mobilnya dan melangkah masuk villa.
"Cinta,ini jatah bulanan buatmu,kenapa kamu ga adain syukuran 7 bulanan,kamu ga usah khawatir nak,biar semua biaya aku yang tanggung "ucap tuan Malik."
"Ohhh jadi bapak anak yang di kandung Cinta anakmu yah,kamu bilang kamu ga bisa kasih ke turunan tapi ini kamu hamili anak masih bau kencur!!"bentak Hanna ketus."
"Loh kok ibu ada di sini,ibu jangan salah paham dulu bu,ini ga seperti yang ibu pikirkan,ibu kan tahu sendiri,kita setiap jalani pemeriksaan kesuburan bersama sama ,kenapa ibu meragukan ayah??"ucap tuan Malik mencoba menenangkan Hanna yang sedang emosi."
π¬π¬π¬π¬π¬π€π€π¬π€π¬π¬π€π€π€π€π€π€π¬
Mohon mmaff ka up kemalamanπππππ
__ADS_1