
Segera bu Riris menyempatkan diri pergi ke rumah Narto dan Narti dengan suasana hati yang tak karuan.
Selama dalam perjalanan,bu Riris terus menggerutu dalam hati.
"Kalau seperti ini caranya akan aku bawa Cinta pulang saja"batinnya."
Bu Riris pergi ke rumah Narto tanpa meminta persetujuan dari suaminya karena suaminya belum pulang bekerja.
Bu Riris hanya menitip pesan pada ke dua anak lelakinya supaya menyampaikan pada ayah Rofi jika telah pulang bekerja,kalau saat ini dirinya sedang ke rumah paman Narto untuk menjenguk Cinta.
Tak berselang lama bu Riris telah sampai di rumah Narto bahkan berpapasan dengan pulangnya Narti dari butik dan pulangnya Narto dari perkebunan kelapa sawit.
Narto dan Narti saling berpandangan melihat kedatangan Riris.
"Aduhh bagaimana ini mba Riris kemari "batin Narti."
"Payah nech ada mba Riris terus harus cari alasan apa?"batin Narto."
Narto dan Narti terus saja saling memberi kode lewat pandangan mata satu sama lain.
"Eh mba Riris tumben sore sore kemari mba??"ucap Narto mencairkan suasana."
"Iya mba mau hujan padahal,biasa kan mba Riris vidio call Cinta ??"sela Narti."
"Kalian berdua kenapa terlihat panik seperti ini,kenapa juga aku ga di persilahkan masuk ?"tanya bu Riris ketus menatap tajam pada Narti dan beralih pada Narto."
"Ayok mba kita masuk kebetulan kami juga baru pulang kerja "ucap Narto menutupi rasa gugupnya."
Akhirnya Narto dan Narti melangkah menuju pintu rumah di ikuti oleh Riris.
Cinta tak curiga ketika membukakan pintu untuk paman dan bibinya karena tubuh bu Riris terhalang oleh kedua tubuh paman dan bibinya.
Namun saat Cinta akan menyalami paman dan bibinya barulah Cinta bisa melihat postur tubuh bu Riris.
Cinta terhenyak kaget melihat kedatangan bu Riris apalagi saat ini Cinta memakai kaos sehingga terlihat sekali di bagian perutnya menonjol agak besar.
"Ibu biasanya kan vidio call,kenapa kemari?"sapa Cinta menutupi rasa gugupnya."
Bu Riris hanya diam membisu dengan wajah murung,bu Riris menatap tak berkedip pada perut Cinta.
__ADS_1
"Ya Allah kenapa kok tubuh anakku ada perubahan, itu kok perutnya rada besar.."gerutu bu Riris dalam hati."
Bu Riris menjatuhkan pantatnya ke sofa,begitu pula dengan paman Narto dan bibi Narti serta Cinta.
Cinta tak sadar jika dari tadi bu Riris menatap ke arah perut Cinta yang sudah mulai membuncit.
"Aku kemari ingin mengajak Cinta pulang "ucap bu Riris mencairkan suasana."
Duar...semua yang ada di ruang tamu terhenyak kaget mendengarnya.
"Mmaaf bu,Cinta ga mau pulang, Cinta mau tinggal di sini saja sama paman dan bibi "ucap Cinta mencoba menolak keinginan ibunya."
"Ga Cinta,pokoknya kamu harus pulang dengan ibu sekarang juga tanpa ada bantahan!!"bentak bu Riris melotot pada Cinta."
Mata Cinta berkaca kaca karena ini pertama kalinya ibunya membentak Cinta.
"Mba,biarlah Cinta di sini biar kami ga sepi "ucap paman Narto."
"Ga To,aku ga mau anakku di ajari yang ga benar oleh kalian!!"sindir bu Riris ketus."
"Apa maksud mba Riris ngomong seperti itu?"tanya Narto mengerutkan alis tanda bingung."
"Darimana ibu tahu?"tanya Cinta heran."
"Gurumu ke rumah ibu bilang kamu sudah ga masuk sekolah dengan alasan ke rumah saudara,bibimu kan yang ke sekolah memintakan ijin" ucap bu Riris ketus melirik ke bi Narti."
"Itu Cinta yang menyuruh bibi karena menurut Cinta cuma tinggal nunggu ijasah saja bu "ucap Cinta."
"Itu bukan alasan yang tepat "ucap bu Riris ketus."
"Sudahlah mba lagian Cinta kan sudah mengikuti ujian dan hasilnya juga memuaskan,tinggal nunggu ijasah doang kenapa di permasalahkan "ucap paman Narto menengahi."
"Sudah ya kalian berdua ga perlu ikut campur,Cinta ini anak saya jadi biar saya yang mendidik Cinta bukan kalian berdua "ucap bu Riris ketus."
Cinta sudah tak bisa lagi menahan geram dan emosinya.
"Sudahlah bu lagian ibu dan ayah itu bukan orang tua kandung Cinta,makanya ayah tega berbuat jahat sama Cinta,Ibu lihat ini lihat hasil dari kejahatan ayah!!!."
"Makanya Cinta minta tolong bi Narti untuk ke sekolah,Cinta malu bu malu..hiks hiks hiks..Cinta ga mau pulang takut...."
__ADS_1
Demikianlah ucapan Cinta di sela isak tangisnya,sambil menunjukkan perutnya yang sudah terlihat besar pada ibunya.
"Aduhh kenapa malah Cinta ngomong si"gerutu bi Narti dalam hati."
"Ya ampun ini anak..kenapa malah nyeplos gitu saja "batin paman Narto."
"Deg deg..."
"Ga mungkin,kamu pasti bohong Cinta,sejahat jahatnya ayahmu ga mungkin sampai berbuat sekeji itu.."ucap bu Riris sembari geleng geleng kepala."
"Kalian berduakah yang bilang ke Cinta jika kami ini bukan orang tua kandung Cinta??!!"cebik bu Riris ketus menatap bi Narti dan beralih ke paman Narto."
Paman dan bibi Cinta tak bisa berkata lagi,hanya diam seribu bahasa bingung ingin berkata apa setelah Cinta mengungkap semua kebenarannya.
"Kenapa kalian diam, tega banget si kalian ini menikam aku dari belakang "cebik bu Riris ketus."
"Sudah cukup ya bu menyalahkan paman dan bibi,justru paman dan bibi yang sudah menolong Cinta"ucap Cinta ketus."
"Kalau ibu ga percaya sama Cinta ya sudah sana ibu pulang saja,toh ibu lebih percaya dengan suami ibu yang bejad itu hiks hiks hiks "ucap Cinta kemudian Cinta bangkit dari duduknya berlari menuju ke kamar."
Bu Riris tak bisa menahan tangisnya lagi,kini dirinya berderai air mata setelah semua yang Cinta ucapkan.
"Mba sebaiknya pulang saja, biarkan untuk sementara waktu Cinta di sini sampai melahirkan "ucap bi Narti."
"Iya mba biar saya antar mba pulang ya "ucap paman Narto mencoba meluluhkan hati bu Riris."
"Baiklah aku minta maaf atas ucapan kasarku barusan pada kalian,aku titip Cinta ya "ucap bu Riris sembari terus saja menangis."
Saat ini bu Riris sedang tidak bisa berpikir jernih,diantara percaya dan tidak dengan ucapan Cinta.
Bu Riris bingung harus berbuat apa tapi bu Riris telah bertekad akan bertanya langsung pada suaminya mengenai semua yang Cinta ungkapkan.
Bu Riris bangkit dari duduknya dan perlahan keluar dari rumah paman Narto dengan langkah yang gontay.
Paman Narto merasa iba khawatir jika terjadi apa apa dengan bu Riris apa lagi saat ini bu Riris sedang hamil 6 bulan.
Paman Narto mengantarkan pulang bu Riris meskipun bu Riris terus saja menolaknya.
π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―
__ADS_1
Mohon maaf jika karya masih banyak kekuranganππππππ