
Sementara saat ini Cinta telah di bawa ke rumah sakit bersalin dimana ada dokter Neni buka praktek.
Segera Cinta di bawa ke ruang bersalin untuk segera di tangani dalam proses persalinan.
Karena ini hal yang pertama buat Cinta dan umur Cinta yang masih terlalu muda hingga Cinta sangat panik dan ketakutan sekali.
Berkali kali Narti mesuport Cinta supaya tidak usah khawatir dan tak usah takut semua akan baik baik saja .
Hanna yang ada di rumah juga hatinya resah dan gelisah memikirkan Cinta yang saat ini sedang akan melahirkan.
Kegelisahan Hanna terlihat oleh tuan Malik yang sedang duduk di sebelah Hanna.Tuan Malik bisa mengerti apa yang saat ini sedang di pikirkan istrinya.
Hingga tuan Malik mengajak Hanna berdoa bersama.
"Ya Allah yang maha pengasih dan pemurah,kiranya Engkau selalu menyertai anak kami Cinta yang saat ini akan melahirkan,mudahkanlah proses melahirkan anak kami,berikan kelancaran,kesehatan buat ibu dan bayinya,robbana atina fiddun'ya hasana wa fil 'a hiroti hasanata wakina ngadza bannar..amin.."
Demikian tuan Malik memimpin doa,hati Hanna sedikit ada kelegaan.Namun ingin rasanya Hanna mendampingi anaknya dalam proses melahirkan.
"Maafkan ibu ya nak,harusnya saat ini ibu berada di sampingmu untuk memberi semangat dan dukungan,malah ibu ga bisa berbuat apa apa "gerutu Hanna dalam hati."
Hanna terus saja tak tenang memikirkan kabar Cinta,karena sudah 1 jam berlalu namun belum juga ada kabar dari Narti.
Hingga 2 jam berlalu,Narti menelfon pada Hanna memberitahukan jika saat ini Cinta telah melahirkan seorang bayi lelaki,namun kondisi Cinta saat ini kritis.
Cinta mengalami pendarahan saat proses persalinan hingga membutuhkan donor darah.Namun golongan darah Cinta tergolong langka dan susah di dapat.
Sebenarnya golongan darah Hanna sama dengan golongan darah Cinta,tapi tidak mungkin jika saat ini Hanna mendonorkan darahnya karena kondisi Hanna pasca operasi transpalasi ginjal.
Menurut dokter yang menangani Cinta,golongan darah Cinta bisa di dapat dari orang tuanya entah itu ayah atau ibunya.
Mendengar penuturan tersebut dari Narti,Hanna semakin panik dan gelisah.
Saat ini Hanna terpojok bagai buah simalakama,jika Hanna tak lekas menolong Cinta nyawa Cinta sebagai taruhannya.
Tapi jika Hanna jujur pada Pram pasti Pram jelas mau menolong Cinta karena Cinta anak kandungnya.
Tapi yang menjadi pikiran Hanna,bagaimana reaksi tuan Malik jika tahu yang sebenarnya kalau Pram adalah ayah biologis Cinta.
__ADS_1
Apakah kelak tidak akan jadi bumerang bagi kehidupannya dan kehidupan Cinta.
Jika Cinta tahu kalau tuan Malik bukan ayah kandungnya juga pasti Cinta bisa syok dan bisa membenci Hanna.
Semua kemungkinan bisa saja terjadi jika Hanna mengungkap tabir rahasia si Pram ayah biologis dari Cinta.
Hanna bingung harus bagaimana namun Hanna juga tak mau terjadi apa apa pada anak kandungnya yang baru beberapa hari tinggal bersamanya.
Namun Narti berkali kali mengirim notifikasi chat pesan pada Hanna supaya segera bertindak demi keselamatan Cinta.
Hingga Hanna pasrah dan menyerah serta telah siap menerima segala kemungkinannya.
Hanna melihat situasi dahulu,di saat tuan Malik tertidur,Hanna lekas melangkah keluar rumah berjalan menuju posko dimana ada Pram berada.
Pram merasa sumringah saat Hanna menghampiri dirinya.
Hanna lekas menyeret lengan Pram agar masuk posko.
"Pram,aku ingin minta tolong sama kamu tapi aku minta ini rahasia kita berdua "ucap Hanna dengan mimik gemetar dan panik."
"Kamu kenapa Han,kok seperti panik dan khawatir ?"tanya Pram menyelidik."
"Astaghfirulloh al adzimm ,memang apa yang telah terjadi dengan anak kita Han?cepat katakan,jika aku bisa bantu pasti aku bantu demi keselamatan nyawa anak kita Han??"ucap Pram seraya panik juga."
"Anak kita butuh tranfusi darah,tapi golongan darah langka yakni AB+,sebenarnya golongan darahku sama tapi aku tak mungkin bisa mendonorkannya karena kondisiku seperti ini pasca operasi transpalasi ginjal "ucap Hanna panjang lebar."
"Baiklah kebetulan darahku sama,tapi apa bisa karena dulu aku pemabuk berat "ucap Pram menatap sendu Hanna."
"Apa saat ini kamu masih suka mabuk?"tanya Hanna penasaran."
"Sudah lama sekali aku tidak mengkonsumsi alkohol " ucap Pram sekenanya."
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan anak kita?"tanya Pram penasaran."
"Anak kita pasca melahirkan namun pendarahan hingga harus mendapat tranfusi darah secepatnya karena saat ini kondisi kritis "ucap Hanna dengan sesekali menoleh ke arah rumah khawatir tuan Malik bangun."
"Pasca melahirkan,jangan jangan..."
__ADS_1
"Iya,anakmu adalah Cinta "sela Hanna memotong ucapan Pram."
"Bagaimana bisa Cinta sampai hamil,terus siapa ayahnya??"tanya Pram geram mengetahui anak kandungnya yang ternyata adalah Cinta gadis yang masih muda belia."
"Sudah Pram jangan bahas masalah itu dulu,aku mohon dengan sangat satu kali ini saja aku minta pertolonganmu,karena aku ga ingin kehilangan nyawa anakku yang dulu pernah aku buang "ucap Hanna dengan mata berkaca kaca."
"Baiklah Han,aku akan mencoba sebisaku menolong Cinta,semoga saja aku bisa mendonorkan darahku "ucap Pram antusias."
"Satu hal lagi aku minta padamu,jangan sekali sekali kamu membuka jati dirimu pada tuan Malik atau Cinta atau pada siapapun.Karena apa yang kamu lakukan akan membuat banyak hati terluka bukan cuma tuan Malik dan Cinta tapi juga istri dan anak anakmu "ucap Hanna memelas."
Sejenak Pram diam saja seolah sedang berpikir hingga membuat Hanna geram dengan tingkah Pram.
"Pram,kenapa kamu bengong katanya kamu ingin menenus dosamu pada anak kita !!"tegur Hanna ketus."
"Ba-baiklah,sekarang juga aku akan ke rumah sakit,tolong tunjukkan dimana saat ini Cinta d rawat ?"tanya Pram sekenanya."
Secepat kilat Hanna menulis alamat rumah sakit serta ruangan dimana saat ini Cinta berada.
Setelah itu Pram berpamitan pergi menuju ke rumah sakit,dengan terlebih dulu berganti pakaian.
Hanna langsung melangkah menuju rumah untuk mengecek suaminya.
Hanna bisa bernafas lega karena tuan Malik masih nyenyak tidur sehingga tidak tahu apa yang Hanna telah bicarakan dengan Pram.
Sementara Pram melajukan motornya dengan cepat supaya lekas sampai rumah sakit .
"Pantes selama aku ada di rumah Hanna,seperti ada ikatan batin antara aku dengan Cinta,tapi aku masih penasaran kenapa Cinta bisa hamil?"
"Nanti aku akan bertanya kembali sama Hanna tentang kehamilan Cinta."
Demikian gerutuan Pram seraya melajukan motor maticnya.
Pasalnya Pram tidak tahu jika Cinta itu anak angkat dari Riris dan Rofi.
🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈
Mohon dukungan like,vote,favorit..
__ADS_1
Biar author semangat up..