Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 66


__ADS_3

Hari hari Cinta di lalui dengan rasa senang mempunyai banyak teman yang kebetulan semuanya sangat baik.


Namun sebaik apapun temannya,Cinta tidak pernah menceritakan kisah buruknya di masa lalu karena itu adalah suatu aib terbesar Cinta.


Sementara Pram sangat kecewa dan sedih mengetahui kepergian Cinta kuliah di luar kota.Bahkan Hanna dan tuan Malik merahasiakan dimana Cinta saat ini kuliah,ini semua juga atas permintaan dari Cinta.


Cinta ingin keberadaan Cinta hanya anggota keluarganya saja yang tahu,karena Cinta takut sampai terdengar ke telinga Rofi.


Sejak kejadian naas itu,Cinta menjadi sangat takut dengan yang namanya Rofi,kadang sampai sekarang kejadian itu juga terbayang di pelupuk mata.


Apalagi jika Cinta sedang berdekatan dengan anaknya seolah di mata Cinta,Attha itu adalah Rofi.


Makanya sampai detik ini Cinta masih belum menerima kehadiran Attha.


Cinta lebih baik pergi sejauh mungkin dari pandangan Attha,karena bayang bayang Rofi selalu ada di diri baby Attha.


Kecemasan,ketakutan,kegelisahan kerap kali muncul jika melihat si baby Attha.Kadang Cinta lepas kontrol berteriak sendiri saat di sampingnya ada baby Attha.


Hingga baby Attha tak pernah berada di samping Cinta tapi selalu berada di samping Hanna.


"Kasihan kamu nak,kamu tidak tahu apa apa tapi kamu sudah harus menerima kebencian dari ibumu sejak kamu di dalam kandungan,ini semua salah nenek"gerutu Hanna."


"Yah,bagaimana menurut ayah?"tanya Hanna mengerutkan alis tanda bingung."


"Bagaimana apanya si bu,kok sepertinya ibu galau,gelisah banget?"tanya tuan Malik menyelidik."


"Sebelum Cinta pergi,Cinta menitip pesan supaya kelak Attha jangan memanggil dirinya ibu.Malah maunya Cinta,Attha memanggil kita ayah dan ibu "ucap Hanna seraya menghela nafas panjang."


"Weelehhh ini juga membuat ayah bingung bu,tapi kalau kita tak menuruti maunya Cinta juga..aduhh bener bener buat ayah bingung bu "ucap tuan Malik menggaruk tengkuk yang tak gatal."


"Ya sudah bu,kita ngalah saja demi kebaikan Cinta tapi suatu saat nanti juga bakal terbongkar "ucap tuan Malik memijit mijit pelipisnya karena rada pening."


"Ya Allah,apa ini karma juga?kini Cinta juga tak mau mengakui anaknya seperti dulu aku tak mengakui Cinta sebagai anakku??"gerutu Hanna dengan mata berkaca kaca ."


Hanna diam terpaku meratapi kesalahannya yang telah lalu.

__ADS_1


"Bu,sudahlah jangan sedih,semua pasti ada jalan keluarnya"hibur tuan Malik seraya mengusap usap bahu Hanna."


"Mungkin ini karma ibu ya yah??dulu ibu tak mengakui Cinta dan membuangnya,kini Cinta juga melakukan hal yang sama seperti yang pernah ibu lakukan tempo dulu,Cinta juga tak mau mengakui Attha "tiba tiba menetes air mata di pipi tirus Hanna."


"Bu,sudahlah jangan selalu menyalahkan diri sendiri untuk sesuatu hal yang saat ini sedang menimpa Cinta,kita ajak ngomong Cinta pelan pelan bu."


"Umur Cinta masih sangat muda,dia sudah harus mengalami suatu masalah se pelik ini se rumit ini,jiwanya juga masih labil belum bisa mengontrol emosinya."


"Kita arahkan Cinta ke jalan yang benar,tadi ayah salah ngomong bu maaf."


"Kita jangan turuti Cinta bu,kita kasih pengertian pelan pelan supaya Cinta mengakui Attha sebagai anak kandungnya ."


"Jangan sampai kesalahan yang pernah ibu lakukan terulang kembali,jangan sampai kelak Cinta menyesali perbuatannya seperti ibu saat ini."


Demikian nasehat dan petuah yang panjang dari tuan Malik untuk Hanna.


"Terima kasih ya ayah telah begitu baik pada ibu dan Cinta,ibu akan turuti nasehat ayah karena ibu ga mau kelak Cinta menyesali perbuatannya yang tidak mengakui Attha sebagai anak kandungnya"ucap Hanna seraya menghela nafas panjang."


Hanna sangat bersyukur mempunyai suami berhati malaikat,padahal tuan Malik sangat kaya raya hartanya dimana mana.


Mungkin jika lelaki lain sudah akan menggugat cere istrinya dan mencari istri baru,karena dengan harta yang melimpah tidak akan sulit untuk mendapatkan wanita model apapun.


"Ya Allah,suamiku sungguh suami yang luar biasa kebaikannya"gerutu Hanna dalam hati."


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Pagi menjelang,seperti biasa Hanna akan mengajak baby Attha berjemur di halaman rumah.


Sambil sesekali Hanna bercanda ria bersama baby Attha yang sudah menginjak umur 2 bulan.Kelucuan dan responnya membuat sesekali Hanna terbawa suasana hingga tak sadar menguarkan gelak tawa.


Pemandangan ini tak lepas dari intaian Rofi,dirinya saat ini sangat sulit mencari celah untuk bisa bertemu ataupun mendekati Hanna.


Hanna sudah tidak pernah bermain ke rumah Riris karena di sibukkan mengurus baby Attha.


"Han,sudah beberapa bulan terakhir aku sengaja mengintai dirimu berharap kamu keluar dari rumahmu itu supaya aku bisa menemuimu secara langsung namun nyatanya seperti ini."

__ADS_1


"Aku heran sama Hanna,aku ga pernah melihat Hanna hamil tapi kok sekarang sudah menggendong seorang bayi??"


"Tidak,itu pasti bukan bayi Hanna karena aku ingat betul cerita dari Pram waktu itu."


"Aku minta mmaf ya Pram,jika ternyata memang Hanna mantanmu tempo dulu,aku tidak peduli Pram,karena aku sudah terlanjur jatuh cinta padanya."


"Bahkan aku ingin memilik Hanna seutuhnya,tak peduli jika saat ini Hanna masih bersuami."


"Memang benar apa kata pepatah,jika cinta itu buta."


Serentetan gerutuan Rofi saat mengintai Hanna di pagi hari ini,karena kebetulan hari minggu dimana Rofi libur bekerja.


Bahkan Rofi melupakan jika dirinya pernah melihat kehamilan Cinta di rumah itu,sampai Rofi tidak ingat dan tidak mengira ira bahwa bayi yang sedang di gendong Hanna adalah anak Cinta.


Karena beberapa bulan terakhir yang ada di pikiran Rofi hanyalah Hanna.


Setelah puas cukup lama memandang wajah Hanna yang membuatnya tergila gila,Rofi pun segera berlalu pergi.


Tiba tiba pikiran Rofi ingin refresing sejenak di pagi hari dengan mutar mutar jalanan untuk menghilangkan kepenatan di otak.


Rofi melajukan motor maticnya mengitari jalan jalan raya dan tiba tiba motornya kehabisan bensin di sebuah desa yang kebetulan padat penduduknya.


Motor Rofi berhenti tepat di depan pom bensin kecil dekat jalan raya besar karena hanya pom bensin ini yang paling pagi bukanya.


Dengan masih mengenakan helm dan masker,Rofi menghentikan motornya untuk terlebih dulu mengisi bensin di pom bensin mini samping toko kelontong yang cukup besar.


"Dika Dede,tolongin ibu sebentar ada yang beli bensin "teriak Riris dari dalam toko kelontong karena sedang sibuk melayani para pembeli sembako."


"Itu kan suara Riris,apa iya Dika Dede itu Dika Dede anakku atau cuma sama namanya?"gerutu Rofi dalam hati saat mendengar Riris dari dalam warung memanggil Dika dan Dede."


Karena saat itu Rofi tidak bisa melihat jelas wajah Riris karena tertutup oleh banyaknya pembeli di toko kelontong tersebut.


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓


Hy kaka readers yang baik,mohon dukungan like,vote,favoritnya dong...

__ADS_1


__ADS_2