Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 47


__ADS_3

Hanna sangat bahagia telah bertemu dengan anak kandungnya,namun juga sedih karena belum berani mengungkap kebenarannya jika dirinya adalah ibu kandung Cinta.


"Tante,betapa bahagia Cinta jika punya ibu seperti tante Hanna yang sangat baik dan selalu bisa membuat Cinta tersenyum di saat Cinta mengalami ujian hidup yang sangat berat ini "tiba tiba saja Cinta berucap dengan mata berkaca kaca menatap Hanna."


"Astaghfirulloh al adzim ya Allah betapa tergerak hati ini untuk berkata jujur pada Cinta tapi hamba takut ya Allah ,hamba takut mendapat penolakan dari Cinta,hamba takut Cinta membenci hamba ya Allah "gerutunya dalam hati."


Namun Hanna mencoba menahan hatinya untuk bersedih di depan Cinta.


"Nak kok kamu ngomong seperti itu,bukannya ibu Riris itu ibumu?"Hanna pura pura tak tahu jika Riris ibu angkat Cinta."


"Tante jangan pura pura,sebenarnya tante tahu kan jika ibu Riris itu ibu angkat Cinta,ibu kandung Cinta yang telah membuang Cinta begitu saja ."


"Jika tak ingin merawat dan tak menginginkan kehadiran Cinta di dunia ini harusnya dulu Cinta jangan di lahirkan ya tante,daripada hidup Cinta seperti ini."


Demikian keluh kesah Cinta yang sangat menggetarkan hati Hanna dan membuat Hanna semakin tambah bersalah pada Cinta.


Hingga Hanna reflek memeluk Cinta dan mengusap surai hitam Cinta.


"Sudah ga usah bersedih,kamu bisa panggil tante dengan sebutan ibu "hibur Hanna dengan mata berkaca kaca."


"Trimakasih tante eh bu,Cinta seneng banget jadi punya dua ibu yang sangat baik "ucapnya sembari tersenyum."


"Ibumu ini jahat nak tidak baik,sangat kejam terhadapmu,maafkan ibu nak "batin Hanna."


"Nak,memang mau kalau punya ibu seperti tante?"tanya Hanna menyelidik sambil merenggangkan pelukannya terhadap Cinta."


"Mau banget tante eh bu"jawab Cinta dengan polosnya."


"Misalkan ibu kandungmu datang dan menyesali perbuatannya dan meminta maaf padamu,kira kira apa yang akan kamu lakukan nak?"tanya Hanna menyelidik."


"Entahlah bu,Cinta bisa memaafkannya atau tidak,karena terlalu menyakitkan di buang begitu saja hingga sampai 16 tahun tapi ibu kandung Cinta tak kunjung mencari keberadaan Cinta bu "ucap Cinta tertunduk lesu."


"Kamu salah nak,ibumu ini bertahun tahun mencarimu tapi ibu tak tahu jika kamu saat itu tinggal sama Riris "batin Hanna."


"Misalkan ibu ini ibu kandungmu apa kamu juga akan membenci ibu nak?"tiba tiba Hanna bertanya hal tersebut."


"Hhee ibu Hanna kalau berhayal itu ada ada saja,nyatanya ibu Hanna ini bukan ibu Cinta tapi teman ibu Riris "Cinta terkekeh."

__ADS_1


"Lagian ga mungkin ibu Hanna melakukan hal kejam seperti ibu kandung Cinta yang telah tega membuang Cinta "ucap Cinta kembali."


Selagi asik ngobrol Riris datang dengan membawa pisang goreng yang masih hangat.


Hingga tak sadar percakapan mereka terhenti begitu saja.


Secepat kilat Hanna dan Cinta melahap pisang goreng buatan Riris.


Ada kebahagiaan di hati Hanna saat bisa bersama dengan Cinta,namun ada kesedihan juga setelah mendengar semua curahan hati Cinta tadi.


Tiba tiba Riris teringst sesuatu yang ingin di tanyakan pada Hanna waktu itu.


Riris meminta Cinta ke dalam untuk menunggui Didi sebentar karena Riris ingin bicara dengan Hanna.


Segera Riris bertanya pada Hanna dimana Hanna kenal dengan Rofi .


Hanna menceritakan bagaimana dirinya bisa kenal Rofi dari awal hingga akhir.


Riris geleng geleng kepala dan menghela nafas panjang.Dirinya masih bisa bersyukur bisa lepas dari lelaki yang playboy dan kasar.


Berbeda dengan suasana di tempat kerja Rofi,dimana Pram tak bisa tertawa sama sekali.


"Aku bisa tenang jika anakku bersama Hanna,tapi Hanna telah membuangnya bagaimana aku bisa tenang ?"gerutu Pram dalam hati sambil menyervis sebuah mobil."


Pram tidak memikirkan ke depannya jika masa lalunya dengan Hanna diketahui oleh Desy istrinya.


Yang di pikiran saat ini bagaimana cara menemukan anak kandungnya hasil hubungan gelapnya dengan Hanna.


Rofi yang melihat kemurungan Pram hanya tersenyum sinis.Enggan untuk bertanya pada Pram.


Rofi juga sedang asik berpikir sendiri,dirinya ingin sekali bisa meluluhkan hati Hanna .


Rofi sedang merencanakan sesuatu untuk merayu Hanna supaya bisa menerima dirinya,padahal sejak di tinggal Riris hidup Rofi bertambah bebas.


Pacarnya saja tak cuma satu,setiap minggu berganti ganti pacar,namun Rofi belum merasa puas.


Saat istirahat Rofi iseng mencoba menghubungi nomor ponsel Hanna.

__ADS_1


Pram mencoba mencuri curi pandang siapa kiranya yang sedang di hubungi Rofi namun Rofi segera menyembunyikan ponselnya di balik punggungnya.


"Ya ampun pelit amat bro,biasanya saja loe malah pamer ke gwe pacar pacar loe "cibir Pram sinis."


"Ini kan ga biasa dan ini sungguh luar biasa,gwe ga mau entar loe ambil pacar gwe yang ini"cebik Rofi ketus."


Padahal Hanna sama sekali tak menjalin hubungan dengan Rofi,Tapi Rofi yang mengarang cerita ke Pram.


"Emang cantik banget atau bagaimana si gebedan baru loe??"tanya Pram penasaran."


"Ga cantik lagi bro,ini mah putih mulus aduhai pokoknya barang langka.Ini bukan gebedan gwe bro tapi ini tarjet buat gwe jadikan bini gwe "ucap Rofi sumringah."


Sementara nomor ponsel Hanna di hubungi Rofi tak di angkat juga oleh Hanna.


"Kok ga di angkat angkat sama cewe loe bro,memang kesehariannya apa si bro?"tanya Pram kembali menyelidik."


"Iya ini ga di angkat angkat padahal gwe kangen banget loh,oohh iya cewe gwe yang ini kan wanita karir mungkin lagi sibuk "ucap Rofi dengan bohongnya."


Pram percaya saja dengan semua bualan tipuan dari Rofi.Sementara Rofi cengengesan membayangkan melakukan hal aneh bersama Hanna.


Pram masih penasaran dengan status pacar Rofi.Lagi lagi Rofi berbohong jika Hanna ini janda kaya raya tak punya anak.


Sementara Hanna yang sedang bercengkrama kembali dengan Cinta merasa terganggu karena berkali kali Rofi telfon.


Hanna tau itu Rofi karena kontak di beri nama AA sesuai nama waktu Rofi berkenalan mengaku nama AA


"Bu,kenapa ga di angkat bukannya dari tuan Malik?"tanya Cinta penasaran."


"Bukan dari tuan Malik nak ,tapi dari nomor tak di kenal "ucap Hanna sekenanya."


"Blokir saja si bu,malah beres ga gangguin ibu terus "saran dari Cinta."


Akhirnya Hanna benar benar memblokir nomor ponsel Rofi sesuai kemauan Cinta.


Padahal Hanna sengaja tak memblokir karena untuk membuat pelajaran pada Rofi kelak.


💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

__ADS_1


Mohon dukungan.like,vote,favorit ka


Biar author semangat up


__ADS_2