Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 30


__ADS_3

Tuan Malik sedang kurang sehat sehingga setelah mampir dari villa antar uang untuk Cinta,dirinya lekas kembali ke rumah.


"Assalamu Alaikum.."ucap salam tuan Malik."


"Walaikum sallam..kok ayah pulang cepat?"tanya Hanna mengernyitkan alis tanda heran."


"Iya bu,badan ayah serasa kurang sehat "ucap tuan Malik sembari menjatuhkan pantatnya ke sofa."


"Ibu telfon dokter Rama suruh kemari ya ayah,biar ayah di periksa lebih intensif "ucap Hanna memberi saran."


"Ga usahlah bu,paling juga cuma kecapean saja di bawa tidur saja entar juga pulih,lagian ayah kan nyimpen obat pusing yang dari dokter Rama masih kok "ucap tuan Malik."


Namun Hanna tak mendengarkan tuan Malik,Hanna tetap menelfon dokter Rama selaku dokter pribadi keluarga mereka.


Hanna melakukan itu karena tak ingin suaminya kenapa kenapa,bagi Hanna suamiku sangatlah berarti.


Hanna sangat menyesal dan sangat merasa bersalah karena pernah menghianati suaminya tempo dulu.


Hanna hanya ingin memperbaiki dan menebus kesalahannya tempo dulu dengan menjadi istri yang baik.


Tak berselang lama,dokter Rama datang dan segera memeriksa tuan Malik.


Dokter Rama mengatakan jika saat ini tuan Malik hanya terlalu capai dan butuh istirahat yang banyak.


Tekanan darah tuan Malik juga naik,harus benar benar di perhatikan pola makan dan waktu tidur.


Setelah dokter Rama selesai memeriksa tuan Malik,segera dirinya menulis resep obat.


Setelah semuanya selesai,dokter Rama lekas kembali ke rumah sakit dimana dirinya buka praktek.


Hanna memerintah asisten pribadi tuan Malik untuk menebus resep obatnya namun asisten tersebut tidak ada di tempat.


Hingga Hanna meminta ijin pada tuan Malik untuk sejenak pergi ke apotik menebus obatnya sendiri karena lama jika menunggu asisten tuan Malik pulang.


Hanna lekas melajukan mobilnya menuju apotik terdekat untuk menebus resep obat milik tuan Malik.


Hanya beberapa menit,Hanna telah sampai di apotik dimana apotik tersebut letaknya bersebelahan dengan rumah sakit.


Namun dirinya iba saat melihat seorang wanita seumurannya terjatuh dari sebuah kendaraan bermotor.


Seorang wanita membonceng suaminya namun saat motor akan membelok malah tergelincir hingga motor tersebut roboh dan menimpa tubuh suami istri ini.


Namun suaminya lekas bisa keluar ,tinggal istrinya yang masih tertindih motor tersebut.


Hati Hanna penasaran dan tergerak kemudian menghampiri sepasang suami istri tersebut.


Hanna sangat syok ketika melihat wajah lelaki tersebut dan lebih syok lagi saat melihat wajah wanita yang tertimpa motor.

__ADS_1


Lelaki itu seolah tak mengenal Hanna,dirinya sibuk mengangkat motor yang menindih istrinya di bantu oleh orang orang di sekitarnya.


"Ya ampunn..kenapa di saat aku ingin melupakan masa laluku..aku malah bertemu dengannya..Pramm.."


"Ya ampunn..apakah si Desi itu istri Pram??"


Gerutu Hanna dalam hati,Hanna ingin pergi dari tempat itu.Namun Desi memanggilnya..


"Han..Hanna..kamu Hanna kan??"sapanya dengan jalan terpincang pincang."


Belum juga Hanna menjawab,Desi telah memanggil Pram suaminya.


"Mas..mas Pram..sini sebentar "panggil Desi sambil melambaikan tangannya pada suaminya yang sedang memarkirkan motornya."


Dengan rasa enggan Pram menghampiri Desi dan Hanna.


"Han,kenalin ini suamiku,dulu saat kita nikah kan kamu ga datang juga aku lupa ga undang kamu maaf ya Han ?"ucap Desi menggenggam kedua tangan Hanna."


"Harusnya tuh aku Des yang minta maaf sama kamu karena pernah selingkuh dengan suamimu bahkan sampai aku punya anak "gerutu Hanna dalam hati sambil sesekali melirik sinis pada Pram."


"Han,kok kamu diam saja si..kamu marah ya??"ucap Desi tertunduk lesu."


"Ga kok Des,aku lagi buru buru lagi nebus obat di apotik..maaf ya aku duluan..lain waktu kita sambung lagi Des.."ucap Hanna mencoba mengalihkan pembicaraan."


"Bagi nomor ponselnya dulu Han,kita kan sudah lama banget ga bertemu "ucap Desi memelas."


Namun ga enak juga karena Desi sahabat terbaik masa kuliah dulu.


Diam diam Pram selalu menatap Hanna dengan tatapan genitnya.


"Ternyata setelah sekian lama tak bertemu,Hanna malah makin cantik,tubuhnya putih bersih dan langsing ."


"Aku juga ga menyangka jika ternyata Desi kenal Hanna,semua serba kebetulan atau suatu takdir?"


Demikian gerutu Pram dalam hati dengan sesekali mencuri curi pandang ke arah Hanna.


Setelah Hanna memberikan nomor ponsel pada Desi,dirinya segera mengambil obat di apotik.


Segera Hanna pulang tapi dengan mata berkaca kaca.


Luka lamanya menganga kembali,terasa kembali setelah bertemu dengan Pram.


Memang Hanna telah berjanji jika bertemu dengan istri Pram,Hanna akan meminta maaf atas kesalahan masa lalunya.


Dimana dirinya berselingkuh dengan Pram namun ternyata istri Pram adalah Desi sahabat masa kuliahnya.


"Bagaimana caraku meminta maaf pada Desi,apa aku mampu dan apakah Desi akan memaafkan aku??"gerutu Hanna dengan mata berkaca kaca sambil menyetir mobilnya."

__ADS_1


Hanna terus menggerutu dalam hati tentang kesalahan masa lalunya yang sangat fatal.


Awalnya hanya ingin iseng,main main saja namun malah kini dirinya yang di permainkan.


Berbeda dengan Pram,dirinya saat ini malah sedang senyam senyum sendiri mengingat Hanna.


Membuat Desi yang duduk di sebelahnya merasa heran,saat ini Pram sedang menemani Desi di rumah sakit.


Desi sedang kontrol pasca melahirkan caesar 1 bulan yang lalu.


"Mas ,kamu kenapa kok senyum senyum sendiri??"tanya Desi menyelidik."


"Ga apa apa sayang ,cuma lagi ingat kejadian tadi saat kita jatuh,serasa lucu saja "jawab Pram terkekeh."


Desi hanya berhooh ria tak bertanya lagi.


Pram ingin tahu bagaimana kondisi anaknya dari selingkuhannya bersama Hanna.


"Aku ingin meminta maaf pada Hanna dan ingin menanyakan tentang kabar anak kita.Pasti saat ini anakku telah besar "gerutu Pram dalam hati."


Pram terus saja membayangkan saat saat indah bersama Hanna.


Berbeda dengan Hanna,baginya pertemuannya kembali dengan Pram adalah sebuah petaka.


Yang seperti bom waktu setia saat bisa meledak.


Saat ini Hanna telah sampai di rumah dan memberikan obatnya pada suaminya.


"Kok lama bu ?"tiba tiba tuan Malik bertanya."


"Iya maaf ya yah karena tadi di apotik bertemu teman masa kuliah jadi keasikan ngobrol lupa waktu "ucap Hanna jujur."


"Ohhh ayah tahu ga bu,siapa temen masa kuliah ibu yang barusan bertemu dengan ibu?"tanya tuan Malik kembali."


"Ga yah,ini namanya Desi yah,selama ini kan ayah tahunya teman teman sekolah ibu semasa ibu SLTA dulu "jawab Hanna mencoba tersenyum."


Hanna langsung menyiapkan obatnya untuk suaminya tanpa berbicara sepatah katapun.


Pikirannya sedang traveling ke masa lalunya yang buruk,ingin jujur cerita ke suaminya tapi takut mendapat penolakan.


😘😘😘😘😘😗😗😘😘😘😗😗😗😗😗😗😗😗


Hay ka,mampir karya author yang sudah tamat yuk..


Sambil nunggu up dari karya ini..


__ADS_1


__ADS_2