Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 46


__ADS_3

Tuan Malik mencoba tersenyum pada Hanna.


"Mmaf ya bu,memang ibu tanya apa sama ayah??"tanyanya.


"Ga ada replay yah,lagian ibu juga sudah lupa tadi ibu mau tanya apa sama ayah "rajuk Hanna membelakangi tuan Malik."


"Astaghforulloh al aldzim maaf ya bu,ayah tadi sedang mikirin sakit ayah yang ga kunjung sembuh"ucap tuan Malik berbohong."


Hanna menjadi iba mendengar penuturan suaminya hingga membalikkan badannya kembali menghadap suaminya.


"Iya ayah ga apa apa ,sebenarnya ayah sakit apa si yah,kata dokter Rama cuma kecapean tapi kok sebentar sebentar kambuh??"tanya Hanna menyelidik ."


"Iya cuma kecapean bu,mungkin karena faktor usia jadi cepat lelah bu "ucap tuan Malik tak tega jika istrinya mengetahui penyakitnya yang sebenarnya."


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


Waktu begitu cepat tak terasa telah pagi saja,kondisi tuan Malik telah sehat hingga memutuskan untuk berangkat kerja.


Sehari kerja sehari libur,itulah kondisi tuan Malik saat ini,namun tuan Malik tak pernah mengeluh.


Seperginya tuan Malik,Hanna memutuskan untuk bermain ke villa Riris untuk melihat kondisi Cinta.


Namun saat dirinya akan melajukan mobilnya,tiba tiba tepat di depan pintu gerbang ada Pram menghadang dengan motornya.


Hingga sangat terpaksa Hanna turun dan menghampiri Pram.


"Ngapain lagi si kamu kemari??!"cebik Hanna ketus."


"Sewot amat si Han,ijinkan aku masuk atau bagaimana,karena aku kan tamu masa di perlakukan seperti ini "goda Pram terkekeh."


"Tamu tak di undang,ga lucu tahu??!!"cebik Hanna kembali."


"Tolonglah Han,kemarin bukannya kamu belum selesai ceritanya jadi aku masih penasaran dengan anak kita "ucap Pram memelas."


Akhirnya Hanna dengan rasa enggan menuruti kemauan Pram dan mempersilahkan Pram duduk di sofa teras depan rumah.


Namun saat akan melangkah duduk tiba tiba ada mobil tuan Malik kembali.


"Aduhh mampus aku,mau alasan apa si Pram datang kesini?"batin Hanna panik."


Tuan Malik agak merasa aneh kenapa suami dari teman istrinya datang ke rumah pagi pagi sekali tanpa bersama istrinya.

__ADS_1


Hingga tuan Malik iseng bertanya.


"Eh ada mas Pram kok sendirian saja mas??"tanyanya menyelidik."


"Iya ni mas Malik,justru aku kemari sedang mencari istriku mas.Pikirku pergi kemari karena ponsel di hubungi ga aktif,aku khawatir juga karena bawa anak kami yang masih bayi "ucap Pram berbohong."


"Saya kemari karena Hanna kan teman masa sekolahnya Desy mas"ucap Pram supaya tuan Malik tak curiga."


Belum juga tuan Malik menjawab,Hanna telah menyela.


"Ada yang ketinggalan apa yah,jadi balik lagi?"tanya Hanna mengalihkan pembicaraan."


"Iya nech bu,ponsel ayah ketinggalan lah ibu ngeluarin mobil mau kemana?"tuan Malik balik bertanya."


"Biasalah yah,kerumah Riris dari pada bengong di rumah eh ini malah suami Desy tiba tiba kemari "jawab Hanna sambil melirik sinis pada Pram."


Tuan Malik melangkah masuk rumah dan mengambil ponsel yang tertinggal di kamarnya lalu lekas berangkat kembali ke tempat kerjanya.


Sementara Pram masih saja stand bay duduk di sofa teras depan rumah.


"Buruan mau ngomong apa,aku mau pergi dan aku minta setelah ini kamu jangan pernah ganggu aku lagi,sudah cukup kamu menyakiti aku "cebik Hannya ketus."


"Sudah terlambat Pram,gara gara kamu anakku saat ini menderita.Baik kamu ataupun aku sama sekali tak bisa menolongnya "cebik Hanna dengan mata berkaca kaca."


"Jangan seperti itu Han,semua permasalahan pasti ada solusinya,ayohlah Han cerita saja ke aku,karena aku benar benar tulus dan serius ingin menebus salah dan dosaku pada anak kita "bujuk Pram supaya Hanna mau menunjukkan dimana keberadaan anak mereka."


Sejenak Hanna terdiam dan memikirkan ucapan dari Pram,hati Hanna berkata alangkah lebih baiknya Pram tahu semuanya.


Hingga Hanna bisa minta bantuan Pram untuk membalaskan dendamnya pada Rofi.


Sementara Pram sudah tak sabar lagi menunggu jawaban dari Hanna,sambil terus melihat jam tangannya.


"Jawab Han,jangan diam saja "bujuk Pram sudah tak sabar lagi."


Belum juga Hanna menjawab,ponsel Pram berdering yang ternyata panggilan telfon dari bosnya di diler dimana dirinya bekerja.


Pram segera mengangkat telfon dari bosnya.


"Hallo Pram,kamu lagi ada dimana?aku lagi di rumahmu cepat pulang!!"ucap bosnya Pram dari balik ponselnya."


"I-iya pak ini juga lagi otw pulang "jawab Pram dari sambungan telfonnya."

__ADS_1


Setelah itu baik Pram maupun bosnya mematikan panggilan telfonnya.


Pram berpamitan pada Hanna dan berpesan pada Hanna jika lain waktu Pram akan datang kembali.


Segera Pram melajukan motornya untuk pulang karena sudah di tunggu bosnya.


"Aduhhhh ini pasti gara gara gwe sering bolos kerja dan sering datang terlambat "gerutunya sambil melajukan motornya dengan kecepatan cepat."


Hingga hanya beberapa menit Pram telah sampai di depan rumah.


Si bos berkacak pinggang dan melotot menatap Pram di depan pintu rumah Pram.


Sedang Pram mencoba menutupi rasa paniknya.


"Sudah lama menunggu ya bos,maaf ya bos"ucapnya basa basi."


"Ga usah banyak omong,kamu kenapa sering bolos kerja dan sering telat sampai di diller,padahal istrimu bilang setiap hari kamu pamitnya kerja dan berangkatmu dari rumah juga pagi pagi benar??!!"bentak si bos."


"Aduhhh bego amat si Desy menjatuhkan suami sendiri apa ga mikir kalau aku di pecat dia juga yang rugi,dasar istri durhaka awas kamu Des"gerutu Pram dalam hati menahan geram pada istrinya."


"Heh Pram,ditanya kok malah bengong?!"hardik si bos lagi."


"Iya maafkan saya bos,saya ga akan lagi lagi bolos kerja ataupun datang terlambat,kemarin kemarin ada kepentingan pribadi bos maaf ya"bujuk rayu Pram mencoba meluluhkan hati si bosnya ."


"Ya sudah saya beri kamu satu kesempatan lagi tapi jika kamu ga berubah juga saya akan benar benar pecat kamu,sekarang cepat kamu berangkat "ucap ketus si bos berlalu pergi dari rumah Pram."


Pram menatap Desy dengan tatapan tajam.


"Dasar istri durhaka,kenapa kamu malah memberi alasan pada bosku yang malah menjatuhkanku,padahal selama ini apapun maumu aku selalu turuti "cebik Pram ketus dan segera melajukan motornya menuju ke tempat kerjanya tanpa menghiraukan Desy yang terpaku menatap kepergiannya."


Desy hanya bisa menghela nafas dan geleng geleng kepala.


Lain halnya dengan Hanna yang saat ini sedang berada di villa dimana Riris dan Cinta berada.


Hanna bermain dengan baby Didi dan Cinta,sementara Dika dan Dede sedang bersekolah.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Mohon dukungan like,vote,favorit..


Biar author semangat up kaka😊😊😊😘😘

__ADS_1


__ADS_2