
Wanita paruh baya tersebut lekas berpamitan pulang karena khawatir suaminya telah pulang kerumah.
Dalam perjalanan pulang,wanita paruh baya ini terus saja termenung memikirkan nasib anaknya.
"Kenapa bu pengurus panti ngomong seperti itu,di rumah itu cuma ada suami istri,terus di mana keberadaan anakku?"gerutu wanita paruh baya tersebut."
Tiba tiba matanya menitikkan buliran bening memikirkan kondisi anak yang dulu telah di buangnya.
Sementara saat ini Cinta telah termenung di kamarnya,baginya waktu terasa lama.
Masih 4 bulan lagi dirinya harus menanggung penderitaannya.
Berbeda dengan bi Narti yang telah sampai di sekolahan Cinta,segera bi Narti melangkah menuju ruang kepala sekolah.
Bi Narti menjelaskan kedatangannya menemui pak kepala sekolah yakni ingin meminta ijin jika beberapa bulan terakhir Cinta tidak bisa berangkat sekolah karena sedang berada di rumah saudara yakni di luar kota.
Kebetulan pak kepala sekolah orangnya sangat ramah dan tak banyak omong hingga bi Narti ga perlu berlama lama di sekolah Cinta.
Lega rasa hati bi Narti setelah berhasil meminta ijin pada pak kepala sekolah.
Segera bi Narti melajukan motor maticnya menuju ke rumah,hanya untuk sekedar memberi kabar pada Cinta jika telah berhasil meminta ijin pada pak kepala sekolahnya.
Tanpa sepengetahuan bi Narti semua percakapan bi Narti dan pak kepala sekolah telah di dengar oleh guru Cinta yakni bu Winda.
Segera bu Winda menemui bu Wiwik dan menceritakan semua yang bu Winda dengar barusan.
"Bu,kok sepertinya janggal sekali ya ,kenapa tiba tiba Cinta tak berangkat sekolah "ucap bu Winda mengernyitkan alis."
"Memang sekolah cuma tinggal 2 bulan lagi,hanya tinggal menunggu ijasah keluar,tapi setahuku Cinta itu anak yang sangat rajin"ucap bu Wiwik."
"Apa ga sebaiknya kita mencari tahu ke rumah orang tuanya?"tanya bu Wiwik meminta persetujuan bu Winda."
"Baiklah bu,bagaimana kalau hari ini saja karena hari ini kita kan pulang lebih awal "ajak bu Winda antusias."
Kedua guru ini sepakat untuk ke rumah orang tua Cinta namun bu Wiwik berubah pikiran.
__ADS_1
"Bu,tadi yang kemari kan bibinya,waktu kita ke rumah Cinta juga ibunya bilang kalau saat ini Cinta berada di rumah bibinya.Apa ga sebaiknya kita ke rumah bibinya saja?"tanya bu Wiwik."
Hingga akhirnya telah mendapat kesepakatan jika sepulang dari sekolah,bu Wiwik dan bu Winda akan ke rumah bi Narti.
Sementara bi Narti telah sampai di rumahnya lekas bi Narti mengetuk pintu rumah,Cinta lekas membuka pintu rumahnya.
"Sayang,bibi sudah ke sekolahmu semua sudah beres,tapi kamu harus waspada ya,jangan sekali sekali keluar rumah khawatir ada yang menyelidiki kamu karena bibi bilangnya kamu itu ke luar kota rumah saudara "ucap bi Narti mengusap surai hitam Cinta."
"Trima kasih ya bi,Cinta minta maaf karena selama ini merepotkan bibi dan paman "ucap Cinta dengan tertunduk lesu."
"Sayang ,kamu sama sekali tidak merepotkan kami,sudahlah jangan berpikiran yang macam macam "hibur bi Narti memeluk Cinta dan mengusap punggung Cinta."
"Oh iya,bibi mau ke butik ingat pesan bibi ya,jangan sesekali bukain pintu gerbang jika ada yang memencet bel karena paman dan bibi sudah bawa kunci cadangan jadi ga akan mencet bel pintu gerbang "ucap bi Narti memberi pesan pada Cinta."
"Baiklah bi,Cinta akan selalu ingat pesan bibi"ucap Cinta mencoba tersenyum."
Bi Nartipun keluar dari rumah dan Cinta segera mengunci pintu rumah.Bi Narti lekas melajukan motor maticnya menuju butik namun terlebih dulu mengunci pintu gerbangnya.
10 Menit berlalu,datanglah guru Cinta ke rumah bi Narti.Bu Wiwik dan bu Winda bergantian memencet bel bahkan di ulang berkali kali.
Karena pintu gerbang tidak terlalu tinggi hanya sebatas tinggi orang normal,serta rumah dataran lebih tinggi hingga bisa melihat siapa yang datang .
"Itu kan bu Wiwik dan bu Winda "gerutu Cinta."
Segera Cinta masuk dalam kamar kembali dan merebahkan badannya di pembaringan.
Sementara bu Wiwik dan bu Winda saling berpandangan satu sama lain.
"Bu,kok sepi ga ada orang,apa memang yang di bilang bibinya Cinta benar ya bu??"tanya bu Wiwik menatap bu Winda."
"Mungkin juga bu,apa ntar sore kita ke rumah orang tua Cinta saja bu ??"bu Winda balik bertanya."
Akhirnya bu Winda dan bu Wiwik pergi meninggalkan rumah bi Narti dengan tangan hampa dan penuh rasa kecewa karena usahanya sia sia.
😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵
__ADS_1
Waktu tak terasa sore,seperti janji mereka pagi tadi.Bu Wiwik menjemput bu Winda untuk mengajaknya ke rumah orang tua Cinta.
Hanya 15 menit perjalanan sampailah bu Wiwik dan bu Winda di depan rumah orang tua Cinta.
"Assalamu Alaikum "ucap bu Wiwik mengucap salam."
"Walaikum Sallam "jawab bu Riris keluar dari dalam rumah untuk menemui guru Cinta."
"Ini kenapa bu guru Cinta datang lagi kemari ya?"gerutunya dalam hati."
"Silahkan masuk bu,silahkan duduk "ucap bu Riris mencoba tersenyum pada ke dua guru Cinta."
Segera dua guru Cinta masuk dan duduk,mereka mengutarakan maksud hati datang ke rumah bu Riris.
Bu Riris sempat terkejut mendengar penuturan dari ke dua gurunya jika tadi pagi bi Narti datang ke sekolahan meminta ijin Cinta tak masuk sekolah.
Namun bu Riris mencoba menutupi ucapan bohong bi Narti karena sebetulnya mereka tidak punya saudara di luar kota.
"Oh iya bu,memang kemarin juga Cinta pamitan kemari kalau mau ke luar kota pagi ini karena Cinta mewakili saya bu.Di luar kota ada yang hajatan nikahan dan kitan sebenernya saya yang disuruh datang untuk membantu tapi ya gini bu,saya kondisi lagi hamil "ucap bu Riris panjang lebar."
Setelah mendengar penjelasan dari bu Riris barulah bu Wiwik dan bu Winda percaya kalau Cinta ke luar kota untuk suatu kepentingan keluarga.
Bu Wiwik dan bu Winda lekas berpamitan dan meminta maaf karena telah mengganggu waktu bu Riris.
Seperginya guru Cinta,bu Riris merasa geram dengan bi Narti.
"Maksudnya apa bilang Cinta ke luar kota,kan waktu sekolah masih 2 bulan lagi kok sudah ga berangkat,si Narti juga ngajarin kok ga bener ke Cinta jadi malas sekolah!!"gerutu bu Riris."
"Kalau seperti ini aku harus ke rumah Narto sekarang juga,kalau besok pagi pasti Narti sama Narto sudah berangkat kerja,aku ga akan ketemu mereka,aku ingin mendengar langsung apa alasan Cinta tak mau masuk sekolah lagi "gerutu bu Riris kembali."
🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈
Mohon dukungan like,vote,favorit..
Biar author semangat up..
__ADS_1