Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 16


__ADS_3

Bu Riris turun dari angkutan umum jauh dari rumahnya karena bu Riris ingin mampir berbelanja di pasar.


Namun karena pikirannya sedang tak fokus,saat bu Riris menyeberang akan tertabrak sebuah mobil.


Untung ada seorang wanita seumurannya yang langsung menarik tubuh bu Riris ke pingggir jalan raya sehingga tak sampai tertabrak.


"Astaghfirullohh Al adzim.."ucap bu Riris sembari menghela nafas panjang."


"Terima kasih ya mba sudah menolong saya,kalau ga ada mba pasti saya sudah tertabrak mobil tadi "ucap bu Riris tersenyum ramah pada wanita itu."


"Iya sama sama mba "ucap wanita itu membalas senyuman bu Riris."


"Sepertinya wanita ini sedang ada sesuatu yang di pikirkannya sampai sampai menyebrang jalan saja sambil melamun "gerutu wanita itu dalam hati."


"Oh iya boleh kita kenalan mba nama mba siapa,kalau nama saya Riris "ucap bu Riris mengulurkan tangannya."


"Saya Hanna,tolong panggil nama saja karena sepertinya kita seumuran "ucap Hanna tersenyum ramah."


"Baiklah Hanna "ucap bu Riris tersenyum ."


"Nah kalau seperti ini kan jadi enak "ucap Hanna menimpali."


"Ris,temenin aku sebentar yuk "ajak Hanna."


Bu Riris menuruti saja kemauan Hanna dan mengikuti kemana arah kaki Hanna melangkah.


Ternyata Hanna masuk ke sebuah warung bakso.


Bu Riris sempat menghentikan langkahnya tepat di pintu warung bakso tersebut namun Hanna menarik pelan tangan Riris.


"Ayuk Ris,kenapa malah diam di pintu "ucapnya terkekeh."


Hanna memesan 2 porsi bakso,1 untuknya 1 untuk Riris.


Riris sempat menolak dengan alasan masih kenyang karena telah sarapan namun Hanna tak mendengarkan alasan Riris,tetap memesankan bakso untuk Riris.


Keduanya makan bersama sama sambil sesekali bertukar cerita,hanya dalam waktu sebentar keduanya telah akrab.

__ADS_1


Setelah cukup lama ngobrol sama makan bakso,keduanya sepakat untuk pulang namun terlebih dulu keduanya bertukar nomor ponsel.


Keduanya berpisah di ujung jalan setapak.


Ada sedikit keceriaan di hari Riris setelah bertemu dan berkenalan dengan Hanna.


Karena selama ini Riris tak punya teman akrab begitu pula dengan Hanna merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan oleh Riris.


"Heemm aku seneng dech bisa ketemu Hanna ,baik dan ramah serta tidak sombong "gerutu Riris senyum senyum sendiri."


"Wah ternyata si Riris enak juga di ajak ngobrol"gerutu Hanna sambil melajukan mobilnya."


Tak berselang lama si Hanna telah sampai rumah ,begitu pula dengan Riris.


Namun situasi di rumah keduanya berbeda,Riris pulang pulang mendapat omelan dari Rofi,beda dengan Hanna pulang mendapat sambutan hangat dari suaminya.


Setelah pertemuannya dengan Hanna,Riris sekarang jadi lebih dekat dengan Hanna.


Bahkan keduanya telah menjadi sahabat baik,selalu saja saling curhat kehidupannya masing masing.


Riris sering curhat mengenai suaminya yang selalu kasar terhadapnya sedang Hanna sering curhat masalah kesepian tak punya anak.


Begitu juga dengan Hanna juga tidak menceritakan masa lalunya yang buruk dimana dirinya pernah membuang anak kandungnya begitu saja.


Sejak sama sama saling dekat suasana hati keduanya juga tidak seperti dulu lagi yang sama sama suka murung,menangis,dan bersedih.


Sejak Hanna dekat Riris,Hanna lebih banyak tersenyum sudah tidak melamun atau menangis lagi.


Begitu juga dengan Riris sejak dekat dengan Hanna,dirinya juga tidak pernah bersedih lagi.


Jika salah satu diantara mereka sedang mengalami kesedihan,pasti salah satu dari mereka akan mengajak bertemu untuk mendengarkan keluh kesah sahabatnya.


Seperti saat ini,Riris sedang bersedih karena ayah Rofi main kasar lagi hanya gara gara di nasehati supaya tidak sering pulang pagi dan supaya berhenti mabuk mabukkan.


"Kamu kenapa lagi Ris,pasti suamimu berulah lagi ya,itu pipi kena tampar lagi sampai seperti itu??" tanya Hanna menyelidik melihat pipi Riris yang merah."


"Iya Han,seperti inilah kelakuan suamiku padahal pikirku bener,aku cuma ngomongin dia supaya berhenti mabuk mabukkan,juga sering tak pulang tapi ini ni hasilnya "ucap Riris menghela nafas panjang menunjukkan pipi yang merah kena tampar Rofi."

__ADS_1


"Aku itu heran loh sama kamu Ris,mohon maaf ya sebelumnya,kamu sering di kasari tapi kamu masih saja bertahan "ucap Hanna mengernyitkan alis tanda bingung."


"Itu semua karena anak Ris,berapa kali aku minta pisah tapi suamiku selalu saja mengancam akan menyakiti anak anak "ucap Riris tertunduk lesu."


"Ya ila Ris,hari gini kamu masih saja takut gertak sambel suamimu itu "ucap Hanna geleng geleng kepala."


"Oalah Han Han..suamiku itu tak pernah gertak sambel tapi benar benar di buktikan kok.Pernah 2x anakku yang 1 ditampar yang 1 lagi di tarik tarik kupingnya bahkan pernah 2 anak laki lakiku di gebugin pake sapu,itu bukan karena mereka nakal tapi karena aku akan gugat cere suamiku "ucap Riris panjang lebar."


"Hemm susah juga ya Ris punya suami dengan watak seperti itu,pisah ga mau bareng menyakitkan "ucap Hanna geleng geleng kepala."


"Ya seperti itu Han,mungkin sudah jalan hidupku seperti ini "ucap Riris menghela nafas panjang."


"Maaf ya Ris,aku ga bisa ngomong apa apa cuma bisa ngomong sabar ya Ris "ucap Hanna mengusap usap bahu Riris."


Setelah percakapan cukup panjang,mereka berpamitan pulang,Riris selalu menolak jika akan di antar pulang oleh Hanna.


Makanya sudah 1 bulan kenal,Hanna belum tahu rumah Riris.


Berbeda dengan Riris yang sudah hafal rumah Hanna karena Riris sering di ajak oleh Hanna main ke rumahnya.


Riris minder dengan kondisi rumahnya yang biasa biasa saja,berbeda dengan rumah Hanna yang megah bak istana ratu.


Hanna sering mengajak Riris main ke rumahnya karena Hanna sering kesepian.Suami Hanna adalah lelaki yang super duper sibuk.


"Huhh kenapa si Riris kok ga pernah ijinin aku main ke rumahnya padahal kan aku juga ingin main ke rumahnya "gerutu Hanna sambil melajukan mobilnya jalan pulang."


"Mmaafin aku ya Han,aku malu jika kamu tahu kondisi rumahku,aku khawatir kamu jadi ga mau berteman lagi sama aku "batin Riris di dalam angkutan umum menuju arah pulang."


Berbeda dengan Cinta yang saat ini usia kandungan telah memasuki umur 6 bulan.


Dirinya sudah benar benar lelah,cape dan merasa putus asa menunggu waktu melahirkan yang terasa lama baginya.


"Ya Allah..ternyata orang hamil seperti ini ya..1 hari saja lamaaa..banget, apa lagi 9 bulan...tapi kok ibu kandungku tega membuangku.."gerutu Cinta sembari menghela nafas panjang di sela aktifitasnya menyetrika baju paman dan bibinya."


🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯


Hay ka mohon dukungan like ,vote,favorit,..

__ADS_1


Biar author semangat up..


__ADS_2