
Waktu menjelang siang,Hanna sedang makan siang bersama tuan Malik namun tiba tiba ponselnya berdering.
Hanna segera mengangkat telfon tersebut yang ternyata adalah dari Riris.Riris ingin Hanna main ke rumah karena Riris ingin berbagi masakan.
Hanna : "Hallo Ris,ada apa ya ?"
Riris : "Kamu bisa ke rumah ga Han ntar sore,aku ingin kamu nyicipin masakanku ??"
Hanna : "Iya bisa Ris,ntar jam 3 sorean ya aku kerumahmu."
Riris : "Ok Han terima kasih ya..maaf ya telah mengganggu ."
Panggilan telfon segera di matikan oleh kedua belah pihak.
"Siapa bu?"tanya tuan Malik."
"Riris yah,teman baru ibu,saat itu ibu menolongnya saat Riris hampir tertabrak mobil karena menyebrang ngelamun "ucap Hanna jujur."
"Sejak saat itu kita jadi deket yah bahkan Riris sering main kesini "ucap Hanna sumringah."
"Oohh Riris yang sudah buat istriku sudah tak murung lagi ,pantas akhir akhir ini ayah perhatikan ibu selalu ceria, kenapa ga suruh saja Riris kemari lagi bu,kalian bisa seru seruan masak bersama di dapur "ucap tuan Malik memberi saran."
"Iya si yah,pengennya seperti itu tapi kan ibu ga tega yah karena saat ini Riris sedang hamil 7 bulan jadi setiap waktu gantian ibu yang main ke rumahnya ,ga papa kan yah ?"ucap Hanna ragu."
"Iya bu,ga apa apa kok,kalau setiap saat mau main main saja,ayah ga pernah larang ibu kan?"ucap tuan Malik menyunggingkan senyum."
"Trima kasih ya ayah,ayah memang suami yang sangat baik "ucap Hanna."
Sementara di diller,di bagian bengkel,si Rofi sedang bercakap cakap dengan sahabatnya yakni Pram.
"Loe ijin sebentar doang Pram,cuma antar bini loe kontrol?"tanya Rofi di sela makan siangnya."
"Iya lah bro,ngapain juga lama lama..kan gwe juga lagi butuh banyak uang untuk bayar hutang biaya rumah sakit bini gwe"ucap Pram."
Pram telah bersahabat lama dengan Rofi,mereka berdua sahabat akrab sama sama suka mabuk mabukkan dan suka main perempuan.
Jika Rofi suka daun muda yang katanya masih kinyis kinyis.
Jika Pram lebih suka wanita kaya yang bisa di porotin uangnya.
__ADS_1
Namun saat ini Pram telah berhenti tak bermain wanita,sejak dirinya memiliki anak perempuan dari Desi.
Pram tidak ingin jika kelak karma buruknya jatuh pada anaknya.
Pram juga telah berhenti mabuk mabukkan karena menurutnya hanya buang buang uang saja.
"Loe kenapa berubah si Pram ga seru kalau minum tanpa loe.."ucap Rofi menyelidik."
"Gwe sudah tobat bro,ga mau mabuk lagi,ga mau main cewe lagi,gwe merasa gwe sudah tua,anak gwe saja 2 cewe semua "ucap Pram sekenanya."
Pram memiliki 2 anak perempuan dari pernikahannya dengan Desi,yang 1 sudah besar umur 13 tahun dan yang 1 baru lahir sebulan lalu.
Rofi ngakak saat mendengar penuturan dari Pram tentang kata kata tobat.
"Hhaa memangnya dengan loe tobat loe bisa jadi kaya ga kan,buktinya hidup loe masih gini gini saja seperti gwe "goda Rofi terkekeh."
"Terserah bro,loe mau ngomong apa..intinya gwe ga mau melakukan kesalahan yang sama..gwe bener bener nyesel.."ucap Pram lesu."
"Loe bego si,kenapa loe dulu saat main sama cewe tajir itu ga pake pengaman..jadinya tuh cewe bunting kan,sudah bunting malah loe tinggalin.."cibir Rofi."
"Entahlah,gwe saat itu bingung..karena bini gwe ga hamil hamil..gwe iseng nyoba main sama tuh cewe eh tokcer..pikir gwe yang mandul.."ucap Pram sekenanya."
"Jujur waktu itu gwe seneng banget tahu tuh cewe hamil berarti gwe normal,tapi di sisi lain gwe bingung karena punya Desi..tanpa pikir panjang gwe putusin saja tuh cewe "ucap Pram kembali."
"Waktu itu kan gwe ga da duit..duit dari hasil morotin tuh cewe juga gwe gunakan buat rutin priksa nyokap gwe yang tiap bulan harus cuci darah "ucap Pram membela diri."
🥸🥸🥸🥸🥸🥸🥸🥸🥸🥸🥸🥸🥸🥸🥸🥸🥸🥸
Waktu tak terasa telah sore menunjukkan pukul 3 sore, Hanna bersiap siap ke rumah Riris.
Namun saat Hanna akan berpamitan pada tuan Malik malah tuan Malik sedang tertidur pulas.
Hanna hanya menitip pesan pada asisten rumah tangganya untuk memberitahu pada tuan Malik jika sudah bangun nanti.
Kalau dirinya saat ini sedang bermain ke rumah teman.
Setelah berpesan pada asisten rumah tangganya,Hanna lekas melajukan mobilnya menuju ke rumah Riris.
Hanya beberapa menit saja telah sampai di rumah Riris.
__ADS_1
Riris juga telah menunggu dari tadi di pintu gerbang melihat mobil Hanna datang Riris segera membuka pintu gerbang.
Langsung saja Hanna masuk villa berdampingan dengan Riris.
"Mana anak anakmu Ris?"tanya Hanna penasaran."
"Semua lagi pada di kamarnya Han,kalau sore gini lagi pada sholat ashar dan mengaji "
"Wahh rajin ya .."ucap Hanna."
Sebenarnya Hanna ingin bertanya pada Riris tentang kehamilan Cinta, ingin tahu dimana suami Cinta namun Hanna khawatir melukai hati Riris."
Hingga selalu saja Hanna mengurungkan niatnya itu.
Kini Riris mengajak Hanna seru seruan di dapur untuk memasak bersama.
"Biarin aku saja yang masak Han,aku mengundangmu kan ingin supaya kamu mencicipi masakanku bukan ikutan memasak "ucap Riris sekenanya."
"Ga apa Ris,nyante saja..lagian kamu juga ga boleh terlalu cape loh..karena lagi hamil begitu kok.."ucap Hanna sumringah."
Keduanya seru seruan di dapur masing masing memasak masakan favorit masing masing.
Sambil bercanda ria tertawa bersama riana gembira seolah tak ada beban sedikitpun dalam hidup mereka.
Berbeda dengan kondisi di rumah Rofi,sejak tidak ada Riris rumah sangat berantakan bagaikan kapal pecah.
Bau tak sedap dimana mana banyak sampah sampah puntung rokok bekas mie instan berserakan tak karuan.
Jika setelah pulang kerja bukannya Rofi merapikan rumah tapi malah pergi bersenang senang dengan pacarnya.
Tak pernah memperdulikan kondisi rumahnya bahkan baju baju kotornya tak pernah Rofi cuci sendiri tapi Rofi bawa ke laundry.
Hidupnya berantakan tak karuan,dirinya tak pernah berpikir menemui anak anak di sekolahnya.
Hari hari hanya di lalui dengan berfoya foya bersenang senang dengan selingkuhannya yang masih sangat muda.
Dirinya tidak memikirkan sebab akibatnya kelak.
😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬
__ADS_1
Hay ka mampir karya author yang lain..