Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 34


__ADS_3

Pagi menjelang namun suasana hati Hanna belum juga membaik,masih saja memikirkan kejadian kemarin sore.


Sampai Hanna tak menghiraukan tuan Malik.


"Bu,kita sholat subuh berjamaah yukk"ajak tuan Malik mengusap punggung istrinya."


"Ayah saja dulu,biar ibu sholat subuh sendiri nanti "ucap Hanna sedikit ketus."


"Ya sudah ayah sholat dulu ya"ucap tuan Malik berlalu dari hadapan Hanna."


Tuan Malik lekas berwudlu dan setelah itu langsung melakukan sholat subuh.


Sudah menjadi rutinitas bagi tuan Malik jika selesai sholat dirinya berdzikir.


Sementara Hanna malah terlelap kembali dalam tidur karena semalaman tak bisa tidur nyenyak.


Ketika tuan Malik akan berpamitan berangkat bekerja,Hanna masih tertidur pulas.


Tuan Malik hanya geleng geleng kepala sembari menghela nafas panjang hingga akhirnya tuan Malik berangkat tanpa berpamitan terlebih dulu pada Hanna.


"Bu..bu..mau sampai kapan kamu ngambek sampai meninggalkan waktu sholat subuhmu .."gerutu tuan Malik sembari melangkah ke mobil."


Seperginya tuan Malik barulah Hanna bangun dan langsung saja membersihkan badan,dirinya baru menyadari jika tidak menunaikan sholat subuh.


"Astaghfirullahh Al adzim...maafkan hamba ya Allah..telah meninggalkan sholat subuh hanya karena sedang emosi dengan suami "gerutu Hanna."


Sejenak Hanna berendam dalam bathup dan merenung semua perkataan suaminya.


"Benar juga apa yang di katakan suamiku,selama ini kita kalau cek kesuburan selalu bersama,kenapa aku sampai punya pikiran picik terhadap suamiku yang sangat baik dan penyayang ??"


"Harusnya aku koreksi dirik seperti apa aku ini,aku bukannya lebih baik dari suamiku malah aku jauh lebih buruk."


"Aku juga tak bisa membayangkan bagaimana kelak jika suamiku tahu penghianatanku tempo dulu."


"Dan bagaimana ya,reaksi suamiku jika aku tahu hubungan terlarangku sampai menghasilkan anak,aku tak sanggup membayangkan itu."


Setelah merenung begitu lama sambil berendam di bathup,Hanna lekas menyudahi mandinya.


Dan segera mengenakan pakaian untuk dirinya pergi ke rumah Riris.


Entah kenapa hati Hanna tergerak untuk meminta maaf pada Riris dan Cinta atas kesalahpahaman ini.


Seperti ada sesuatu yang menyadarkan jika sikapnya itu terlalu berlebihan dan kekanak kanakan.


Sementara di villa,Riris sedang merasakan perutnya melilit sakit tak karuan.


Cinta yang melihat kondisi ibunya seperti itu merasa tak tega.

__ADS_1


Segera mengambil ponsel untuk menelfon paman Narto atau bi Narti.


Cinta ingin meminta bantuan paman dan bibinya.


Namun ponsel paman dan bibinya malah tidak aktif hingga Cinta kebingungan mau minta tolong pada siapa.


Sementara saat ini di rumah cuma ada Cinta dan ibunya serta sepasang suami istri asisten rumah tangga yang di bayar oleh paman Narto karena adik adik Cinta telah berangkat sekolah.


Karena merasa kepepet dan sangat membutuhkan bantuan.


Cinta mengambil ponsel ibunya mencari di kontak nomor ponsel Hanna.


"Apa boleh buat terpaksa aku minta bantuan tante Hanna "gerutu Cinta sambil memencet nomor ponsel Hanna."


Hanna yang kebetulan sedang dalam perjalanan menuju villa Riris,berhenti sejenak.


"Ada apa ini Riris telfon aku ??"gerutunya sambil menerima panggilan telfon dari Riris.


Cinta : "Assalamu Alaikum tante,ini Cinta..mohon mmff mengganggu tante."


Cinta : "Tolongin ibu tante,ibu kesakitan terus memegangi perutnya."


Hanna : "Iya nak,kebetulan tante sedang dalam perjalanan menuju ke villa."


Hanna : "Ya sudah matikan ponselnya,tante mau lekas ke villa ya ?"


Setelah mengucap pesan terakhir,baik Hanna maupun Cinta mematikan ponselnya.


Segera si mamang membukakan pintu gerbang villa dan Hanna segera melajukan mobilnya masuk halaman villa.


Riris terus saja merintih kesakitan memegangi perutnya,Hanna berlari kecil membantu Riris memapahnya melangkah ke dalam mobil Hanna.


"Nak,kamu mau ikut atau..


Belum selesai Hanna berbicara,Cinta telah menyela terlebih dulu.


"Cinta ikut tante ."


"Tapi nak.."ucap Riris lirih."


"Ya sudah gini saja,Cinta di rumah saja..takut ntar adik adik Cinta pulang nyari nyari ga ada orang kan kasihan,biar ibu,tante yang jagain ya nak "ucap Hanna menyunggingkan senyum."


Cintapun menuruti saran dari Hanna untuk tetap tinggal di rumah saja.


Hanna lekas melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat yang kebetulan fasilitas dan pelayanan lengkap.


Dari poli umum sampai kusus anak anak,kusus gigi,dan aja juga untuk ibu hamil dan melahirkan.

__ADS_1


Hanya 15 menit saja Hanna telah sampai di rumah sakit tersebut.Hanna lekas meminta perawat yang kebetulan melintas untuk membantu memapah tubuh Riris ke dalam rumah sakit.


Dengan gerak cepat salah satu perawat yang melintas menolong Hanna dengan membawakan kursi roda.


Dan lekas mendorong kursi roda tersebut ke sebuah ruangan kusus pemeriksaan ibu hamil.


Dokter segera memeriksa kandungan Riris dan ternyata janin harus segera di lahirkan karena kondisi posisi bayi melintang.


Yang seharusnya di usia 8 bulan sudah di posisi yang bagus tapi kondisi bayi Riris melintang .


Jadi harus di lakukan tindakan operasi caesar karena kondisi bayi juga sudah tidak mungkinnya untuk bisa memperbaiki letak posisinya.


Hannapun mengijinkan dokter untuk melakukan tindakan operasi caesar demi keselamatan Riris dan bayinya.


Hanna yang akan mengurus masalah biaya administrasinya.


Hanna ingat perkataan Riris saat di telfon sore hari jika suaminya adalah rekan bisnis dari adik iparnya.


Hingga Hanna berinisiatif untuk menelfon tuan Malik supaya tuan Malik memberitahu pada adik ipar Riris akan kondisi Riris.


Segera Hanna mendial nomor ponsel tuan Malik,telfonpun tersambung pada tuan Malik.


Hanna : "Assalamu alaikum ayah lagi sibuk ga?"


Tuan Malik : " Walaikum Sallam bu,ada apa bu pagi pagi telfon?"


Hanna :"Ayah apa benar rekan kerja dari adik ipar Riris?"


Tuan Malik : "Iya benar bu,memangnya ada apa ibu?"


Hanna :"Tolong ayah kabarin adik iparnya Riris karena saat ini Riris ada di rumah sakit xx sedang proses lahiran tapi secara caesar."


Tuan Malik :"Tapi bagaimana ibu tahu,bukannya ibu sedang marah sama Riris?"


Hanna :"Sudah ayah lekas bilang saja sama adik iparnya Riris ya..jangan lupa di rumah sakit xx."


Tuan Malik : "Baiklah bu,ya sudah telfon ayah tutup ya..assalamu alaikum.."


Hanna :"Walaikum Sallam.."


Panggilan telfonpun di matikan baik oleh Hanna maupun tuan Malik.


Saat ini Riris sedang akan di operasi caesar sudah di bawa masuk ke ruang operasi .


Hannapun berdoa dalam hati untuk keselamatan Riris dan bayinya.


Hanna merasa iba dengan nasib Riris dan anak anaknya,entah kenapa Hanna merasa panik menunggu kabar dari proses operasi caesar Riris .

__ADS_1


Padahal Riris itu bukan siapa siapa Hanna,kenal saja baru beberapa bulan terakhir tapi hati tak bisa di pungkiri.


Hanna benar benar resah dan gelisah menunggu Riris yang sedang menjalani operasi caesar.


__ADS_2