Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 40


__ADS_3

Dengan nafas tersengal sengal Riris melangkah masuk dalam rumah.


Cinta yang melihat ibunya bercucuran keringat menjadi heran.


"Ibu kenapa bu,seperti habis lihat hantu saja ??"tanyanya."


"Ga ada apa apa nak,ibu buru buru karena khawatir Didi nangis kamu ga bisa nanganin "ucap ibunya bohong."


"Alhamdulillah ijasah kamu telah berhasil ibu ambil tanpa bersusah payah "ibunya menyodorkan ijasah pada Cinta."


Berbeda dengan Rofi yang saat ini geram karena gagal bertemu dengan Riris.


"Sialan banget padahal sudah ada di depan mata malah hilang tanpa jejak,jika seperti ini harus aku cari kemana lagi??!!"gerutu Rofi melajukan motor maticnya."


Rofi menggerutu terus selama perjalanan pulang sampai dirinya di panggil panggil oleh Pram tak mendengar.


Hingga Pram mempercepat laju motornya menghampiri Rofi dan menepuk pundak Rofi hingga Rofi kaget.


"Hei bro "sapanya."


"Busyettt loe bikin gwe kaget saja bro "ucap Rofi kemudian meminggirkan motornya."


Sejenak mereka berdua bercakap cakap di pinggir jalan.


Pram berniat akan ke rumah Rofi malah sudah bertemu di jalan,hingga akhirnya mereka melajukan motornya bersama sama ke rumah Rofi.


Setelah sampai di rumah Rofi bukannya Pram langsung cerita maksud dirinya ingin bertemu Rofi tapi malah mengkritik rumah Rofi yang sangat berantakan.


"Gile bener,rumah kok seperti ini bro??"cibir Pram."


"Sudah ngejeknya apa belum,sudah to the point saja maksud loe mencari gwe untuk apa?"tanyanya ketus."


"Tolong bilang ke bos hari ini gwe libur ada kepentingan keluarga,gwe lagi ga ada kuota untuk ijin lewat ponsel "ucap Pram memelas."


"Emang seberapa pentingnya sih??"cibir Rofi ketus."


"Pokoknya penting dech,tolongin gwe ya bro please .. "ucap Pram memohon."


Setelah Rofi mengiyakan permintaan Pram,Pram pamitan pulang.


Padahal Pram tidak ada kepentingan keluarga hanya menemani Desy main ke rumah temannya.

__ADS_1


Tapi Desy tak menjelaskan teman yang akan di singgahi itu siapa.


Desy ingin bermain ke rumah Hanna karena sudah lama tak bermain.


Sebentar saja Desy dan Pram telah sampai di rumah Hanna yang sangat megah.


"Ini rumah temanmu Des?"Pram berdecak kagum."


"cckkk...megah banget ya Des "


Kebetulan Hanna sedang bersantai di teras depan rumah sambil membaca tabloid dan makan cemilan.


Hanna terhenyak kaget saat melihat siapa yang datang karena pintu gerbang hanya sebatas bahu orang dewasa,sementara bangunan rumah lebih tinggi dari pintu gerbangnya.


Begitu pula dengan Pram kaget melihat Hanna.


"Bagaimana bisa Desy tahu rumahku dan ngapain juga kemari sama Pram??!!"gerutu Hanna."


"Aduhhh Desy sudah lihat aku,jika belum aku akan bersembunyi "gerutunya kembali."


Pram juga menggerutu karena baru tahu rumah Hanna,saat dulu mereka jalin hubungan terlarang bertemunya secara sembunyi sembunyi.


Dengan sangat terpaksa Hanna melangkah membukakan pintu gerbang.


"Maaf ya Han,aku datang ga ngomong dulu karena ponsel ga ada kuotanya "ucap Desy ."


"Iya ga apa apa Des,kamu tahu rumahku dari siapa?"tanya Hanna penasaran."


"Saat kita bertemu di rumah sakit saat kamu menebus obat di apotik,aku tanya sama petugas apoteker ternyata petugas tersebut sangat kenal kamu dan suamimu "jawab Desy ."


Hanna hanya ber hooh ria dan mempersilahkan Desy masuk tanpa menyapa Pram sama sekali.


Pram bisa merasakan sikap cueknya Hanna padanya namun Pram diam saja.


Pram sangat beruntung telah mengetahui rumah Hanna dan punya niat di dalam hati suatu waktu akan ke rumah Hanna tapi tanpa Desy.


Kebetulan suami Hanna sedang berada di rumah hingga bisa menyapa Desy dan Pram.


Malah tuan Malik mengajak ngobrol Pram sedang Hanna mengobrol dengan Desy.


Hanna sangat tidak suka akan kedatangan Desy mengajak Pram,sama saja membuka luka lama.

__ADS_1


Memang itu bukan sepenuhnya salah Pram,tapi dirinya juga bersalah karena sudah tahu Pram beristri tapi Hanna tetap jalin hubungan dengan Pram.


Sesekali Pram mencuri pandang pada Hanna dengan rasa terpesona,Pram juga penasaran akan anaknya.


"Tapi kok di rumah ini tidak ada anak ,kalau ga salah saat ini anakku bersama Hanna mungkin sudah umur 15 atau 16 tahun"gerutu Pram dala hati mengira ngira umur anaknya."


Pram mencoba mengorek keterangan dari suami Hanna tentang aktifitas suami Hanna.


Supaya suatu saat nanti Pram bisa singgah ke rumah Hanna selagi suaminya tak ada.


Pram ingin meminta maaf atas kesalahannya tempo dulu dan Pram juga ingin meminta maaf pada anak mereka.


Setelah cukup lama bermain akhirnya Desy berpamitan pulang karena waktu telah menjelang siang.


Seperginya Desy dan Pram,tuan Malik memuji muji Pram.


"Bu,suami temenmu itu enak juga di ajak ngobrol langsung nyambung dan ga ngebosenin,lain waktu kita yang main ke rumah mereka ya bu "ucap tuan Malik sumringah."


"Iya ayah Insa Allah ya"jawab Hanna."


Hanna merasa tidak senang akan datangnya Pram,malah suaminya menginginkan suatu waktu bermain ke rumah Pram.


Hanna merasa terpojok dengan semua ini,dimana saat ini Hanna telah mengetahui keberadaan anaknya tapi belum bisa menggapainya malah ayah kandung Cinta juga nongol lagi.


"Ya Allah,kenapa anakku yang harus menerima karma buruk dari perbuatanku bersama Pram"gerutu Hanna dalam hati dengan mata berkaca kaca."


Hanna ingin menebus kesalahannya pada Cinta tapi tak tahu harus mulai darimana.


Hanna juga merasa takut jika kelak mendapat penolakan dari Cinta jika Cinta telah tahu dirinya adalah ibu kandungnya.


Segala pikiran pikiran buruk berputar putar di dalam otak Hanna.


Sikap diam Hanna mengundang tanya bagi tuan Malik.


"Bu kenapa diam saja,apa gerangan yang sedang merisaukan pikiran ibu "tanya tuan Malik."


"Ga apa apa kok yah,cuma kepala ibu agak pening sedikit "ucapnya."


Hanna tak mau kesedihan dan kegelisahannya terlihat oleh suaminya hingga Hanna bangkit dari sofa melangkah ke kamar.


Sementara di rumah,Pram masih saja memikirkan pertemuannya dengan Hanna.

__ADS_1


๐Ÿค๐Ÿคจ๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿคจ๐Ÿคจ๐Ÿคจ๐Ÿคจ๐Ÿคจ๐Ÿคจ


Bagi vote dong ka..


__ADS_2