Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 64


__ADS_3

Beberapa hari Cinta di rawat di rumah sakit,kini kondisi Cinta telah stabil dan di nyatakan boleh pulang.


Namun Cinta sama sekali enggan mendekati anaknya apa lagi untuk menyusui bayinya itu.


"Nak,ini anakmu nangis terus kasihan,mending kamu kasih ASI dulu "ucap Narti menyodorkan bayi Cinta."


Namun Cinta tak menoleh ke bayi itu sekali pun.


"Nak,kamu tak boleh bersikap seperti ini kasihan anakmu sayang "ucap Narti mencoba bujuk Cinta."


"Bi,ayuk kita pulang kan Cinta sudah selesai berkemasnya "ucap Cinta mengalihkan pembicaraan."


"Nak,bibi belum selesai ngomong "ucap Narti memijat pelipisnya."


"Bi,tolong jangan paksa Cinta untuk memberikan ASI pada bayi itu apa lagi merawatnya,Cinta sama sekali ga mau bi."


"Bayi itu lahir bukan karena keingina Cinta bi,Cinta sama sekali tak inginkan bayi itu."


Beberapa penuturan Cinta yang membuat Narti tak bisa berkata kata lagi.


Ternyata perdebatan kecil ini sempat di lihat dan di dengar oleh Pram.


Pram ijin keluar sebentar pada tuan Malik dengan alasan ada kepentingan mendadak yang tak bisa di wakilkan.


Padahal Pram ingin sekali melihat kondisi Cinta dan bayinya.


Setelah melihat dan mendengar penolakan Cinta terhadap bayinya,Pram sudah yakin sekali jika Cinta hamil bukan atas kemauannya,tapi ada yang telah jahat pada Cinta yang membuat Cinta sampai hamil.


Pram berlalu pergi karena khawatir pengintaiannya di ketahui oleh Cinta dan bi Narti.


Namun selama dalam perjalanan meninggalkan rumah sakit itu,Pram terus saja berpikir dan menggerutu.


"Sekarang aku sudah tahu jika kehamilan Cinta bukan karena unsur salah pergaulan tapi karena ada yang menodai Cinta,tapi siapa orang itu?"gerutunya."


"Bagaimana caranya aku mencari tahu siapa yang telah berbuat jahat pada anakku?"gerutunya kembali."


Sejenak Pram berpikir namun kemudian dirinya menghela nafas panjang karena tak menemukan solusinya.


Pram melajukan motornya arah pulang rumah Hanna.Namun saat sudah mendekati pintu gerbang,Pram tak sengaja melihat seseorang yang mencurigakan di balik pohon sedang mengintai rumah Hanna.

__ADS_1


"Hhemm mungkin gara gara ini,jadi tuan Malik mempekerjakan security "gerutu Pram geram mengepalkan tinju."


Pram mengurungkan niatnya untuk masuk pintu gerbang,namun Pram ingin menangkap basah si pengintai tersebut.


Pengintai yang menggunakan masker,kaca mata hitam dan topi serta jaket hitam.


Pram memutar balik motornya dan melajukannya mencari jalan lain untuk menangkap basah si pengintai dari belakang.


Si pengintai tak sadar jika saat ini dirinya sudah ketahuan dan akan di tangkap oleh Pram.


Saat telah berada di belakang si pengintai,Pram menepuk bahu si pengintai dan saat si pengintai menoleh ingin tahu siapa yang menepuk bahunya,Pram gerak cepat memukul wajah pengintai hingga kacamata remuk pecah.


Saat Pram akan melayangkan pukulannya lagi,si pengintai berteriak.


"Hehhh ini gwe bro Rofi,loe sudah gila ya main pukul gitu saja"ucap Rofi membuka maskernya."


Pram menghela nafas panjang dan menurunkan tinjunya tak jadi memukul kembali.


"Lagian loe ngapain ngintai rumah Hanna seperti itu hah?!!"tegur Pram ketus."


"Bukannya minta maaf dulu atau apa,malah main ngomel ngomel "rajuk Rofi manyun."


"Jadi yang waktu itu gwe lihat beneran loe,jadi yang loe maksud mantan pacar loe itu Hanna?"tanya Rofi seraya tak percaya."


"Ooohhh jadi loe ga cuma sekali ngintai rumah Hanna,untuk apa loe ngintai rumah Hanna?"Pram malah balik bertanya."


"Bagaimana si loe,di tanya kok malah nanya nyolot lagi"cibir Rofi melirik sinis pada Pram."


Selagi asik menginterogasi Rofi,malah ponsel Pram berdering yang ternyata dari tuan Malik.


Pram segera mengangkat panggilan telfon dari tuan Malik dan tak lupa agak sedikit menjauh dari Rofi.


📱 "Assalamu alaikum mas Pram,urusannya masih lama ga ya,karena saya dan istri akan kontrol ke rumah sakit,rumah tidak ada yang jaga "ucap tuan Malik."


📱 "Walaikum sallam sudah selesai kok tuan,ini lagi jalan menuju rumah tuan "jawab Pram."


📱 "Oh ya sudah kalau begitu saya tunggu di rumah ya mas Pram,assalamu alaikum "ucap tuan Malik."


📱 "Walaikum sallam,baik tuan Malik tak lama lagi sampai kok "ucap Pram."

__ADS_1


Panggilan telfon di matikan baik oleh Pram maupun tuan Malik.


Segera Pram melajukan motornya menuju rumah tuan Malik tanpa menghiraukan Rofi.


"Itu Pram kok sekarang cuek ke gwe ya,belum juga pertanyaan gwe di jawab sudah pergi saja "gerutu Rofi masih terus melihat rumah Hanna."


Pram yang telah sampai di rumah Hanna,menatap sinis pada Rofi dari balik pintu gerbang.


Setelah itu Pram masuk menuju posko untuk mengganti bajunya dengan seragam security.


Pram sebenarnya masih penasaran pada Rofi,kenapa Rofi mengintai rumah Hanna.Apakah Rofi berniat jahat pada Hanna dan suaminya.


Namun karena tuntutan tugas sebagai security,Pram mengesampingkan urusan Rofi tapi menomor satukan urusan tuan Malik.


Rofi juga penasaran dengan Pram,apakah memang yang di ceritakan tempo dulu pada dirinya adalah Hanna.


"Belum juga gwe tahu jawaban dari pertanyaan gwe,si Pram sudah ngacir dulu.Waktu itu kan Pram pernah cerita jadi security di rumah mantan selingkuhan,apa yang di maksud mantan selingkuhan Pram adalah Hanna??atau di rumah itu ada wanita lain selain Hanna?"gerutu Rofi seraya menggaruk garuk tengkuk."


Rofi merasa lelah fisik dan juga otaknya hingga memutuskan menyudahi pengintaiannya.


Sementara saat ini Hanna dan tuan Malik akan pergi ke rumah sakit untuk mengecek dan mengontrol kesehatan mereka pasca operasi transpalasi ginjal.


Tuan Malik berpesan pada Pram agar menjaga rumah selama tuan Malik dan istri pergi.Lagi pula saat ini Cinta juga dalam perjalanan pulang rumah.


5 Menit kemudian,Cinta pulang bersama dengan bi Narti.Namun Cinta langsung saja masuk dalam rumah tanpa memikirkan bayinya.


Pram masih sangat penasaran hingga Pram menghampiri Narti.


"Mba,bisa ngomong sebentar ga ya karena ini masalah penting "ajak Pram memelas."


"Memangnya ada apa?"tanya Narti menyelidik."


"Mba tahu dimana ayah dari bayi itu ?"tanya Pram seraya menunjuk bayi yang sedang di gendong Narti ."


"Memang untuk apa anda tanya seperti itu,lagian anda lupa telah menyia nyiakan anak anda sendiri,hingga anak anda mengalami hal pahit ini "cebik Narti sinis."


"Iya mba saya ngaku salah,saya hanya ingin menebus dosa saya pada anak saya"ucap Pram memelas."


Namun saat Narti akan berkata lagi,tiba tiba Cinta memanggil.

__ADS_1


🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡💛💛


__ADS_2