Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 93


__ADS_3

Begitu cepat waktu berlalu, kini hari pernikahan Cinta dan Ustad Soleh sedang di laksanakan.


Dengan menggunakan adat Jawa. Sepasang sejoli ini sangat serasi, yang satu tampan dan yang satu cantik.


Suasana begitu ramai, banyak sekali tamu baik yang di undang maupun tidak, berdatangan.


"Wah, Hanna beruntung ya mas. Anaknya di nikahi oleh seorang Ustad tampan "celoteh Desy menyeringai tersenyum.


"Hem "jawab singkat Pram.


"Harusnya ayah yang menjadi wali nikahmu, nak. Bukan Tuan Malik yang hanya seorang ayah angkat. Ingin rasanya ayah berlari memelukmu dan mengucapkan selamat padamu "tiba-tiba bulir bening keluar dari mata Pram.


Desy yang sempat melihat raut wajah Pram merasa heran.


"Aneh, kenapa Mas Pram melihat pernikahan Cinta kok malah nangis?" gerutu Desy seraya menatap suaminya.


"Mas, kamu kenapa?kok tiba-tiba menangis?" Desy mencolek lengan Pram, membuat Pram melonjak kaget.


"Eh, nggak apa-apa. Terbawa perasaan saja, mereka kehilangan anak cukup lama. Kini telah bertemu dan anaknya telah menikah. Secara tidak langsung, mereka akan berpisah lagi dengan anaknya kan?" kata Pram sekenanya.


"Tapi nggak sebegitunya kali, mas. Seolah kamu memiliki ikatan batin dengan Cinta " Desy mencibir sinis.


"Kok ucapanmu seperti itu, kalau kamu nggak suka ada di pernikahan Cinta, lebih baik kamu pulang saja sana!" Pram melangkah pergi meninggalkan Desy seorang diri.


Pram memilih menyendiri di halaman rumah.Namun Pram sangat kaget, saat di halaman rumah ada Rofi.


Pram menghampiri Rofi.


"Untuk apa kamu kemari, hah?" tanyanya ketus melotot ke arah Rofi.


"Aku hanya ingin meminta maaf pada Cinta" jawab Rofi singkat.


"Darimana kamu tahu kalau yang meniksh adalah Cinta ?" Pram merasa penasaran.


"Aku tak sengaja mengikuti kepergian Riris, dan ternyata ke rumah Hanna. Ada janur kuning bertuliskan Cinta dan Ustad Soleh " jawab Rofi.


"Pulanglah, jangan sampai kamu membuat pesta pernikahan Cinta berantakan! "Pram mengusir Rofi seraya menunjuk ke arah jalanan untuk Rofi segera pergi.


"Pram, kenapa sekarang kamu menjadi sangat membenciku? bukannya kita dulu sahabat baik ?" Rofi menatap sendu Pram.


"Sahabat dulu sebelum aku tahu kebejadanmu, apa lagi gadis yang kamu rusak masa depannya adalah anak kandungku!" Pram sangat emodi sehingga dirinya lepas kontrol dalam berucap.


"Apa? Cinta anak kandungmu?" Rofi mengernyitkan alis seakan tak percaya.

__ADS_1


"Iya , Cinta anak kandungku dengan selingkuhanku yang dulu pernah aku ceritakan padamu! " jawab Pram mendengus kesal.


"Kamu tidak sedang bercanda kan, Pram? "Rofi memegang tangan Pram seolah tak percaya dengan yang di ucakannya.


"Untuk apa aku bercanda, aku menyesal. Karena perbuatanku dulu, hingga kini berdampak pada anak kandungku "kata Pram.


"Berarti Cinta itu anakmu dengan Hanna ?" Rofi mencoba mengorek keterangan dari Pram.


"Iya, jadi tolong kamu pergilah. Sebelum hilang kesabaranku!" Pram mendorong kursi roda Rofi secara tiba-tiba.


Hingga kursi roda tersebut jatuh telentang bersama dengan Rofi yang saat itu sedang duduk di kursi roda.


Segera sopir pribadi Rofi menolongnya, sedangkan Pram berlalu begitu saja meninggalkan Rofi.


Pram sedang terbawa emosi, hingga tak sadar dengan semua yang barusan di ucapkannya pada Rofi.


Pram melangkah kembali ke ruang pesta.Masih dengan emosi.


"Di dalam aku kesal dengan ucapan Desy, di luar malah bertemu Rofi. Tambah kesal aku!" gerutunya dalam hati.


Sementara Rofi masih belum percaya dengan ucapan Pram.


"Apa benar yang barusan di katakan oleh Pram, kalau Cinta adalah anak kandungnya dari hasil selingkuhannya dengan Hanna?"


Demikian gerutuan Rofi, dirinya tak lagi meneruskan niatnya untuk menemui Cinta.


"Ada benarnya juga apa yang barusan di katakan oleh Pram. Lebih baik aku pulang saja, daripada aku merusak suasana hati Cinta yang sedang berbahagia "gerutu Rofi.


Rofi memerintah sopir pribadinya untuk melajukan mobil menuju arah jalan pulang.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Pesta pernikahan telah usai, saat ini Cinta dan Ustad Soleh telah berada di kamarnya.


Untuk sementara waktu, mereka bermalam di rumah Tuan Malik.


Namun keduanya hanya saling diam, tak berani untuk bertegur sapa. Keduanya masih sama-sama malu.


Hingga akhirnya Ustad Soleh, membuka suara.


"De, duduklah di sebelahku. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu "Ustad Soleh menepuk-nepuk kasur disebelahnya, karena saat ini Cinta duduk agak jauh darinya.


Cinta menghampiri Ustad Soleh, dan duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"De, kita kan sudah resmi dan sudah sah jadi suami istri. Aku ingin kamu memanggilku Abi, dan aku memanggilmu Umi."


"Abi minta kita saling terbuka, jangan ada yang di rahasiakan. Karena bisa menjadi bom waktu jika suatu saat rahasia itu terbongkar."


"Umi jangan sungkan lagi dengan Abi, jika Umi ada masalah ceritakanlah pada abi. Kita saling mengisi, saling melengkapi kekurangan kita satu sama lain."


"Jika Abi berbuat salah, tolong Umi tegur ya. Begitu pula Abi akan menegur Umi jika Umi berbuat khilaf."


"Intinya kita saling mengingatkan satu sama lain."


Demikian pesan-pesan dari Ustad Soleh untuk Cinta. Sejenak Ustad Soleh terdiam, kini giliran Cinta yang berkata.


"Baik, Abi. Sebenernya Umi malu, karena Umi bukan gadis lagi. Apakah Abi tak menyesal telah menikah dengan seorang gadis bukan perawan?" Cinta berucap seraya terunduk tak mampu menatap Ustad Soleh.


"Hust, tolong mulai sekarang Umi nggak usah melihat ke belakang. Lagi pula semua yang terjadi pada Umi bukan karena kesalahan Umi. Tapi itu sudah kehendak Allah SWT. Mari kita tatap masa depan yanh cerah "Ustad Soleh berkata seraya menoleh pada Cinta.


"Baiklah Abi, Umi akan dengarkan semua yang Abi katakan "kata Cinta masih tertunduk.


"Jangan cuma di dengarkan, Umi. Tapi di praktekan dalam kehidupan Umi " kata Ustad Soleh terkekeh.


"Mari kita sholat Isa berjamaah, karena kita belum sempat melaksanakannya kan?" ajak Ustad Soleh seraya mengulurkan tanganya pada Cinta.


Cinta menerima uluran tangan dari Ustad Soleh dengan jantung yang berdebar-debar dan tersipu malu.


"Abi dulu atau Umi dulu yang berwudhlu?" tanya Ustad Soleh.


"Abi saja dulu "jawab Cinta singkat.


Ustad Soleh lekas wudlu, kemudian Cinta menyusul wudlu.


Setelah itu mereka menunaikan sholat Isa bersama. Selesai sholat, Ustad Soleh dan Cinta berdoa bersama.


Tanpa terasa buliran hangat mulai berkumpul di pelupuk mata Cinta. Air mata seketika mengalir begitu deras. Membuat Ustad Soleh menoleh pada Cinta.


Ustad Soleh membalikkan badan, hingga kini telah berhadapan dengan Cinta.


"Umi, kenapa menangis? apakah ada perkataan dari Abi yang telah menyakiti hati Umi? jika iya, Abi minta maaf beribu kali maaf " Ustad Soleh menggenggam jari jemari Cinta.


"Nggak kok Abi, Umi menangis bahagia "kata Cinta .


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Hay ka mohon dukung karya baru othor dong

__ADS_1



__ADS_2