
Hari selanjunya, Tuan Malik mempekerjakan beberapa orang khusus untuk menjaga Ustad Soleh.
Namun semua itu tanpa sepengetahuan Ustad Soleh. Anak buah Tuan Malik bekerja dengan cara bersembunyi.
Supaya tidak mengundang rasa curiga pada musuh yang ingin mencelakai Ustad Soleh.
"Bagaimana, apa kamu telah menjalankan tugasmu?" tanya Roy di balik telfon pada anak buahnya.
"Maaf tuan, saat ini tarjet masih standbay di dalam rumah. Sehingga saya belum bisa berbuat apa-apa" jawab anak buah Roy di balik telpon.
Setelah sejenak berkomunikasi dengan anak buahnya, Roy berpikir bagaimana caranya supaya bisa memancing Ustad Soleh keluar.
"Bagaimana caranya supaya aku dapat memancing Ustad itu keluar dari rumahnya?" gerutu Roy seraya menggaruk-garuk tengkuk yang tak gatal.
"Oh iya, aku pancing saja dengan pura-pura butuh seseorang untuk memimpin pengajian. Dengan begitu, Ustad jelek itu pasti akan keluar dari tempat persembunyian "gumamnya seraya menyeringai sinis.
Roy kembali memerintah anak buahnya yang lain.Untuk pergi ke rumah Ustad Soleh, untuk memesan jasanya sebagai pemimpin pengajian.
Anak buah Ustad Soleh menyambangi rumah Tuan Malik dengan berpakaian formal.
"Assalamu Alaikum" sapa anak buah Roy
"Walaikum sallam wr wb " jawab Pram.
"Maaf tuan, ada keperluan apa anda kemari?" tanya Pram menyelidik.
"Begini tuan, apakah benar Ustad Soleh di sini? karena saya menyambangi rumahnya tidak ada beliau "kata anak buah Roy.
"Memang ada keperluan apa anda mencari Ustad Soleh?" tanya Pram menyelidik.
"Rencana saya akan mengadakan pengajian, saya ingin minta tolong Ustad Soleh untuk memimpin pengajian tersebut" jawab anak buah Roy.
"Tapi Ustad Soleh saat ini sedang tidak bisa kemana-mana, karena sedang sakit" kata Pram.
"Tolonglah pak.."
Belum juga anak buah Roy berkata, Ustad Soleh keluar dari dalam rumah.
"Ada apa ya pak, saya barusan mendengar ada yang menyebut nama saya?" tanya Ustad Soleh.
"Alhamdulilah, begini Ustad. Saya akan mengadakan pengajian tapi saya ingin Ustad yang memimpinnya "kata anak buah Roy.
__ADS_1
"Baiklah, saya bersedia. Kiranya dimana dan jam berapa?" kata Ustad Soleh.
"Kalau bisa hari ini, Ustad. Jam 7 malam, ini alamatnya" kata anak buah Roy seraya memberikan alamat.
"Baiklah, Insa Allah saya akan datang nanti" kata Ustad Soleh.
"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu Ustad. Assalamu alaikum " anak buah Roy berpamitan.
Seperginya anak buah Roy, Pram mencoba menasehati Ustad Soleh.
"Nak, apa nggak sebaiknya kamu istirahat saja dulu. Bukannya lukamu belum sembuh total?" Pram memberi saran.
"Nggak apa-apa kok pak, saya sudah baikan. Lagi pula ini sudah jadi tugas dan kewajiban saya, pak" kata Ustad Soleh.
"Tapi kok aku merasa nggak yakin dengan orang tadi, ada rasa yang mencurigakan" gerutu Pram.
Tak terasa menjelang pukul 18.30, Ustad Soleh telah bersiap-siap untuk berangkat pergi ke acara pengajian yang di rekaya oleh anak buah Roy.
"Nak, biar bapak ikut dampingi kamu ya?" Pram menawarkan diri untuk ikut Ustad Soleh.
"Nggak usah pak, bapak kan sedang bertugas jaga di rumah ini. Nanti kalau bapak ikut saya, siapa dong yang jaga di sini" kata Ustad Soleh.
Segera Ustad Soleh bersiap-siap untuk berangkat.
"Hidup mati seseorang sudah ada yang mengaturnya, jadi Umi nggak usah takut. Misalkan kita nggak kemana-mana, jika saat sudah mati ya tetap mati saja. Dan jika sebaliknya, kita di hadapkan dalam bahaya besar, jika belum saatnya mati ya kita akan lolos dari bahaya itu" kata Ustad Soleh panjang lebar.
"Kalau begitu Umi ikut ya, Abi "Cinta merengek minta ikut.
"Baiklah, Umi. Segera bersiap-siap" kata Ustad Soleh.
Setelah sepasang suami istri telah siap, mereka akan pergi dengan mengendarai motor milik Ustad Soleh.
Namun Hanna memberi saran supaya Ustad Soleh memakai mobil saja.
"Nak, sebaiknya kamu dan Cinta menggunakan mobil saja. Kamu kan belum sehat benar, lagi pula pake mobil kan ada sopir pribadinya" kata Hanna.
"Nggak usah bu, biar aku naik motor saja. Ibu nggak usah khawatir, kami akan baik-baik saja kok" Ustad Soleh menenangkan hati Hanna.
"Ya sudah, jika itu maumu. Tapi kamu yang hati-hati ya, jika luka masih sakit, lebih baik kamu istirahat. Jangan terlalu memaksakan diri" kata Hanna memberi nasehat.
"Iya bu, nggak usah khawatir ya bu" kata Ustad Soleh tersenyum pada Hanna.
__ADS_1
"Ya sudah, hati-hati kalian berdua ya" Hanna berpesan.
Cinta dan Ustad Soleh segera berangkat dengan mengendarai motor milik Ustad Soleh.
Namun baru keluar dari pintu gerbang, sebuah mobil menyerempet motor Ustad Soleh. Membuat motor Ustad Soleh jatuh.
Cinta dan Ustad Soleh terguling-guling di aspal.
"Astaghfirulloh aladzim.." Pram yang melihat kejadian itu langsung berlari menghampiri Cinta dan Ustad Soleh.
"Tuan Malik, Hanna , buruan keluar "Pram berteriak memanggil majikannya.
Pram segera menolong Ustad Soleh dan Cinta yang masih saja kesakitan teebaring di aspal.
Tuan Malik dan Hanna yang melihat kejadian itu langsung saja berlari mengahampiri Cinta dan Tuan Malik.
"Bagaimana kondisi kalian, nak?" tanya Tuan Malik seraya membantu mengangkat tubuh Ustad Soleh.
"Nggak apa-apa kok bu, kami cuma tergelincir hilang keseimbangan saat ada mobil yang akan menabrak motor kami" kata Ustad Soleh.
"Maafka Abi, Umi. Gara-gara Abi nggak hati-hati jadi seperti ini" kata Ustad Soleh merasa bersalah pada Cinta.
"Sudahlah Abi, ini bukan salah Abi. Ini murni ada yang ingin mencelakai Abi" kata Cinta.
"Nggak boleh berburuk sangka, Umi. Pasti tadi cuma unsur kecelakaan semata. Orang tadi cuma lepas kendali sehingga lepas kontrol dalam mengemudi" kata Ustad Soleh.
"Nak, mending kamu urungkan niatmu untuk melanjutkan perjalananmu itu" kata Hanna.
"Maaf ibu, saya akan tetap terus melanjutkan niat saya. Karena nggak enak, bu. Sudah di tunggu-tunggu oleh orangnya" kata Ustad Soleh.
Hanna dan Tuan Malik hanya diam saja, tak berani berkata lagi. Karena menantunya jika sudah apa maunya, tak bisa di cegah lagi.
"Umi, lebih baik Umi tidak usah ikut. Umi di rumah saja, biar Abi saja yang berangkat" kata Ustad Soleh.
"Nggak, Abi. Umi tetap akan ikut Abi. Tolong Abi jangan larang Umi ya" Cinta bersi keras untuk ikut Ustad Soleh.
"Ya sudah, jika itu kemauanmu "kata Ustad Soleh.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanannya kembali .
Tanpa mereka ketahui, bahaya sedang mengintai mereka saat ini.
__ADS_1
🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳
Mohon dukungan like,vote favoritnya.