Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 25


__ADS_3

"Jadi anda yang bernama mas Narto mohon maaf sebelumnya,saya pernah kirim notifikasi chat pesan tapi sama sekali tidak di balas, saya juga telfon tidak di angkat "ucap Hanna menatap tajam Narto."


Selagi Narto belum menjawab pertanyaan dari Hanna,tiba tiba Narti berpamitan akan berangkat ke butik .


"Mba ..maaff ya saya tinggal kebetulan lagi ada tamu penting ke butik saya,saya ga enak jika tamu saya menunggu lama "ucap Narti kemudian masuk pintu gerbang hanya untuk mengambil motor maticnya."


"Ayah,bunda pamit ke butik ya..assalamu alaikum "ucap Narti menyalami suaminya."


"Mari mba,saya tinggal dulu ya "ucap Narti pada Hanna tersenyum ramah."


Hanna tak menjawab hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Belum juga Narto membalas pertanyaan dari Hanna,tiba tiba ponsel Narto berdering..yang ternyata dari tuan Malik rekan bisnis dari Narto yang tak lain adalah suami Hanna.


Tapi Narto tak tahu kalau Hanna adalah istri tuan Malik karena Narto tak pernah sekalipun berkunjung ke rumah tuan Malik.


Tuan Malik menelfon Narto supaya lekas datang ke perkebunan kelapa sawit,ada suatu hal kesalah pahaman dalam perhitungan keuntungan.


"Waduh...mohon maaf mba,sekali lagi saya benar benar mohon maaf karena barusan saya juga di telfon klien saya supaya lekas ke tempat kerja karena ada hal yang penting.Lain kali saja ya mba kita lanjutkan.Kalau tidak mba kirim ulang chat mba ke nomor ponsel saya atau istri saya.Mohon maaf kadang chat suka tertimbun dengan chat para rekan bisnis saya ..mari mba saya permisi dulu..assalamu alaikum.."pamit Narto terburu buru sekali sambil menangkupkan kedua tangan di dada."


Narto lekas naik mobil karena kebetulan pintu gerbang telah di kunci oleh Narti saat selesai mengambil motor maticnya.


Narti sebenernya punya mobil pribadi juga tapi jarang di gunakan.Bagi Narti praktis naik motor,jika dalam kondisi terburu buru juga tak masalah.


"Walaikum Sallam "jawab Hanna lirih terpaku menatap kepergian mobil Narto."


"Haaadehh giliran sudah bertemu dengan pemilik rumah malah ada ada saja hambatannya,kapan aku bisa bertemu anakku kalau seperti ini ??"gerutunya menghela nafas panjang sambil geleng geleng kepala."


Dengan langakah gontay Hanna melangkah menuju mobilnya sendiri,raut mukanya di tekuk karena rasa kecewa yang teramat sangat.


Sementara di butik Narti telah menunggu bapak walikota beserta ibunya.Niat hati Narti meliburkan diri hari ini tidak ke butik,biar para pekerjanya dan asistennya yang handle butik,malah ada tamu penting.


Hingga akhirnya Narti mengurungkan niatnya untuk libur.Bapak walikota sengaja berkunjung ke butik karena ingin memesan seragam buat para pekerjanya dan juga gaun pengantin.

__ADS_1


Karena kebetulan 3 bulan mendatang akan ada hajatan yakni bapak walikota akan menikahkan anaknya.


Bapak walikota ingin memesan baju seragaman dan gaun pengantin di butik Narti karena dari mulut satu ke mulut yang lain telah tersiar jika kualitas busana rancangan Narti serta busana di butik Narti tidak kalah bagusnya dengan perancang busana ternama.


Hingga bapak walikota beserta istri tergerak hati dan penasaran ingin mencoba hasil rancangan busana dari Narti.


Begitu pula dengan Narto,dirinya juga berniat hari ini libur.Narto juga telah menyerahkan sepenuhnya urusan perkebunannya ke asistennya untuk di handle.


Tapi malah ada suatu permasalahan yakni selisih dalam perhitungan pembagian keuntungan antara dirinya dan tuan Malik.


Tuan Malik hanya percaya pada Narto tidak dengan asistennya hingga tuan Malik meminta Narto sendiri yang menangani atau menindaklanjuti kekeliruan ini.


Nartopun terpaksa mengurungkan liburnya seperti halnya dengan Narti.


Sementara Hanna melajukan mobilnya dengan perasaan hampa dan sedih karena rencananya untuk melihat kondisi anaknya gagal lagi.


Hanna kembali ke rumah,sempat terpikir ingin mengajak Riris bertemu namun Hanna ingat jika Riris kalau pagi hingga sore bekerja di laundry.


"Jenuh sekali seperti ini tidak ada kesibukan sama sekali,malau ini hari minggu sudah pasti aku bisa bersenang senang mengajak Riris.Waduh...bodohnya aku..kenapa tadi aku ga bersenang senang dengan anak anak panti saja ??"gerutunya sambil turun dari mobil karena telah sampai di rumah."


Hanna melenggang masuk rumah dan langsung saja merebahkan badannya di senderan sofa di ruang tengah sambil menyalakan televisi.


Namun tidak ada satupun acara televisi yang di sukai oleh Hanna.Hanna mencoba mengirim notifikasi chat pesan pada Riris namun centang satu.


"Hemm tidak aktif ponsel Riris."


Akhirnya Hanna bangkit dari duduknya dan melenggang melangkah ke kamar.Hanna membaringkan badannya di pembaringan dan menatap langit langit kamar.


"Aku heran,padahal aku dan mas Malik sering konsultasi ke dokter.Segala usaha telah kami coba untuk bisa memiliki anak bahkan mas Malik juga telah berkali kali melakukan pengobatan ke luar negeri tapi ga ada hasil."


"Sudah berapa kali juga dengan pengobatan tradisional juga zonk."


"Usaha bayi tabung juga gagal terus membuat mas Malik tak mau melakukan usaha usaha lain lagi."

__ADS_1


"Memang mas Malik berapa kali menyarankan adopsi anak ambil dari panti asuhan tapi aku ga mau.Entah kenapa aku tetap maunya yang dari darah daging kami berdua."


Demikianlah gerutuan panjang Hanna hinggga terasa lelah menggerutu kemudian Hanna tertidur nyenyak sekali.


Berbeda dengan Riris yang saat ini sedang memasak bersama Cinta dan bi Warsih,sedang 2 jagoannya bermain main di halaman belakang di temani mang Ujang.


Cinta sangat senang bisa berkumpul dan melakukan aktifitas memasaknya kembali dengan Riris.


Walaupun Cinta telah tahu jika Riris bukan ibu kandungnya namun bagi Cinta Riris tetaplah ibu yang sangat baik yang telah merawat dan mendidik Cinta dengan baik.


Begitu pula dengan Riris,dirinya sangat bahagia bisa berkumpul kembali dengan Cinta, di villa ini Riris merasakan kedamaian bersama ke 3 anaknya.


Riris sangat yakin hidupnya akan lebih bahagia jika bisa lepas dari Rofi.Selama dengan Rofi hidup Riris penuh dengan tekanan dan siksaan lahir batin.


Padahal Riris bertahun tahun berharap jika suatu saat Rofi bisa berubah dari kebiasaan buruknya mabuk mabukkan dan KDRT.


Bukannya berubah malah lebih parah dengan membuat Cinta hamil dan selingkuh dengan daun muda seumuran Cinta.


Riris ingin sekali melaporkan perbuatan bejad suaminya yang telah merenggut kesucian Cinta dengan paksa hingga hamil.


Tapi Riris tak tega jika laporan Riris berdampak pada psikologi Cinta,pasti akan banyak hinaan,bulian yang akan orang lontarkan ke Cinta.


Hingga Riris menutup aib ini rapat rapat, kasihan dirinya pada Cinta.


Riris yakin setelah anak Cinta lahir pasti Cinta aksn hidup bahagia.


Begitu pula dengan dirinya akan hidup bahagia jika telah benar benar lepas dari Rofi.


❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣


Mohon dukungan like,fav,vote..


Biar author semangat up..

__ADS_1


__ADS_2