
Cinta masih tak percaya jika saat ini dirinya telah menjadi istri ke 2 tuan Malik,diusianya yang baru 16 tahun.
Cinta terus saja menangis di dalam kamarnya,pikirannya seolah buntu namun sesaat Cinta terdiam.
Di dalam hati Cinta ,seperti ada yang berbisik jika Cinta harus kuat lagipula ujian ini tinggal 5 bulan lagi akan berlalu.
"Aku harus kuat,ikhlas dan sabar menghadapi semua ini,5 bulan lagi juga berlalu semua deritaku ini "batin Cinta."
Perlahan Cinta menghapus air matanya dan melangkah ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu.
Cinta akan menunaikan sholat istikharah agar Allah memberi petunjuk juga agar Allah memberi kekuatan dan penghiburan untuk Cinta bisa tabah dan tegar dalam menjalani semua ini.
Setelah melaksanakan sholat,ada rasa kelegaan di dalam diri Cinta namun Cinta belum bisa menerima janin yang ada di kandungannya.
Hingga Cinta tak pernah berinteraksi dengan si jabang bayi,tidak pernah mengobrol ataupun mengusap usap perutnya.
Selagi asik menata mukenanya,bi Narti masuk dalam kamar Cinta,bi Narti menghampiri Cinta.
"Habis sholat kamu nak,sekarang kita makan yuk,dari siang kamu belum makan sedang ini sudah waktu makan sore,bibi sudah siapin menu 4 sehat 5 sempurna supaya kamu dan anakmu sehat "ucap bi Narti mengusap surai hitam Cinta."
"Iya bi "jawab Cinta singkat ."
Cinta menuruti apa yang bibinya mau,Cinta juga tak ingin berlarut larut dalam kesedihan.
🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯
Sementara di tempat lain di sebuah rumah yang mewah,seorang wanita paruh baya tak berhenti menangis,ia adalah bu Hanna.
Bu Hanna ini adalah istri dari tuan Malik yang telah melakukan kesalahan fatal dengan berselingkuh hingga dirinya hamil.
Bu Hanna sempat putus asa di kala suaminya di vonis mandul,hingga dirinya hilang arah dengan menjalin hubungan terlarang dengan seorang pria yang telah beristri.
Sampai detik ini suaminya tak tahu jika dirinya pernah mengandung seorang anak dan bahkan sampai melahirkan anak tersebut.
Karena saat bu Hanna tahu dirinya hamil,dia segera pergi dari rumah selama masa kehamilan sampai masa melahirkan.
#Flash Back On #
Kala itu bu Hana mengalami mual dan muntah muntah.Bu Hanna langsung memeriksakan dirinya ke dokter dan hasilnya positif hamil.
__ADS_1
Bu Hanna lekas menemui selingkuhannya dan meminta pertanggung jawaban atas kehamilannya.
Namun selingkuhan bu Hanna lari dari tanggung jawab dan malah menyarankan untuk bu Hanna menggugurkan kandungannya.
Bahkan selingkuhan bu Hanna memutuskan jalinan kasih terlarangnya dengan dirinya.
Hingga bu Hanna merasa bingung dan kelimpungan.Bu Hanna sudah berusaha menggugurkan janinnya namun tidak pernah berhasil.
Bu Hanna sempat meminta saran pada orang tuanya kebetulan orang tuanya tinggal jauh dari rumah suaminya.
Bu Hanna meminta ijin pada suaminya jika ingin tinggal di rumah orang tuanya untuk sementara waktu.
Tanpa ada rasa curiga tuan Malik mengijinkan istrinya tinggal di rumah mertuanya.
Selama berbulan bulan bu Hanna tinggal di rumah orang tuanya,tuan Malik juga sering mengunjunginya.
Namun selalu tak bertemu dengan istrinya karena jika tuan Malik datang,bu Hanna selalu menyembunyikan diri.
Bahkan para tetangga sekitar rumah orang tua bu Hanna juga tak tahu jika bu Hanna sedang hamil.
Karena bu Hanna sama sekali tak pernah keluar rumah.Orang tua bu Hanna tergolong orang kaya raya.
Orang tua bu Hanna mau menutupi aib bu Hanna,asal dengan satu syarat,jika kelak anaknya lahir anak itu harus dibuang atau di berikan ke orang.
Bu Hanna menyanggupi syarat dari orang tuanya asalkan suami dan seluruh orang tidak mengetahui aibnya.
Saat itu bu Hanna tidak memikirkan sebab dan akibat dari perbuatannya itu.
#Flash Back Of #
"Bagaimana kondisi anakku saat ini,seperti apa wajahnya ?"batin bu Hanna di sela isak tangisnya."
"Apa aku sebaiknya menengok kondisinya ya,tapi aku takut semua rahasia kelamku ini terbongkar oleh suamiku "batinnya lagi."
"Gara gara kebodohanku di masa lalu aku harus menanggung rasa bersalahku pada darah dagingku selama bertahun tahun "gerutunya kembali dalam hati."
Selagi terus saja melamun dan menitikkan air mata.Suaminya menghampirinya.
"Bu,ayah perhatikan akhir akhir ini ibu sering melamun dan menangis,sebenarnya apa yang membuat ibu seperti ini??"tanya tuan Malik menatap sayu pada istrinya dan mengusap pundak istrinya."
__ADS_1
Tuan Malik duduk di samping istrinya,menunggu jawaban dari pertanyaanya pada istrinya.
"Ga apa apa kok yah cuma hidup terasa sepi saja ga ada seorang anak "jawab bu Hanna sambil mengusap air matanya."
"Maafin ayah ya bu gara gara ayah di vonis ga bisa beri keturunan,hidup ibu jadi menderita padahal dari dulu ayah menyuruh ibu meninggalkan ayah dan ibu bisa hidup baru dengan mencari lelaki yang lebih sempurna tapi ibu selalu tak mau "ucap tuan Malik menghela nafas panjang."
"Sudah ku coba yah,tapi ternyata lelaki itu tak lebih baik dari ayah hanya janji janji gombal yang membuatku merana "gerutu bu Hanna dalam hati."
"Bu,apa ga sebaiknya kita mengadopsi anak supaya ibu tak selalu murung dan bersedih?"saran tuan Malik menggenggam jemari istrinya."
"Entahlah yah "jawab bu Hanna singkat."
"Ayah itu bingung dengan ibu,dari dulu diberi saran untuk ninggalin ayah ga mau padahal ayah ikhlas jika ibu memilih lelaki lain,asal ibu bisa bahagia karena selama hidup dengan ayah,ibu tak bahagia ."
"Ibu tak mau dengan saran ayah itu malah ibu terus bertahan menjalani rumah tangga dengan ayah tapi ibu selalu murung dan sedih ."
"Ayah jadi bingung bu,bagaimana caranya supaya bisa buat ibu bahagia dan tidak bersedih lagi karena di kasih saran adopsi anak dari dulu juga tak mau ."
Demikianlah keluh kesah tuan Malik pada istrinya,akan sikap istrinya yang selalu membuat dirinya serba salah dan selalu merasa berdosa padanya.
Tuan Malik bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan istrinya sendirian.
Seperginya tuan Malik,istrinya merasa bersalah pada suaminya yang sangat tanggung jawab dan baik.
Bu Hanna diliputi oleh rasa berdosa dan bersalah bukan hanya pada suaminya tapi juga pada anak kandungnya yang telah di buang begitu saja olehnya.
Ingin sekali bu Hanna mengetahui kondisi anaknya apakah saat ini hidup berkecukupan atau tidak.
"Aku masih ingat dimana dulu aku membuang anakku waktu baru aku lahirkan,aku ingin sekali setiap waktu menjenguknya,tapi aku takut ketahuan oleh suamiku.Karena kaki tangan suamiku ada di mana mana."
"Aku takut ya Allah,jika suamiku tahu bagaimana kelanjutan rumah tanggaku ."
"Aku juga takut mendapat penolakan dari anak kandungku karena aku telah menyia nyiakannya."
Demikian gerutu bu Hanna di dalam hatinya.
🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡
Mohon dukungan like,vote,favorit,
__ADS_1
Biar author semangat up