Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 74


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian,datanglah dokter ke villa Rofi dan segera memeriksa Rofi.


"Tuan Rofi,sebelumnya anda telah mengkonsumsi makanan apa??berdasarkan hasil pemeriksaan saya, anda mengalami keracunan,dimana racun yang anda makan ini telah melumpuhkan seluruh urat otot tubuh dan juga melemahkan pita suara hingga anda tak bisa berbicara "ucap sang dokter."


"Saat ini anda butuh perawatan yang intensif,saran saya anda ke rumah sakit saja agar lekas mendapatkan perawatan dan pemeriksaan yang intensif "ucap sang dokter kembali memberi saran."


Rofi menuliskan sesuatu di kertas.


"Bisa tolong saya dok,saya bersedia untuk di rawat di rumah sakit."


Sang dokter membaca sesuatu yang di tulis Rofi di sebuah kertas.


Dokter menyanggupi akan menolong Rofi,dengan segera dokter mengubungi tim medis dimana dirinya buka praktek.


Dokter meminta supaya tim medis membawa mobil ambulance ke villa Rofi.


Hanya menunggu beberapa menit saja,mobil ambulance datang dengan membawa beberapa perawat pria untuk mengangkat tubuh Rofi yang tidak bisa bergerak sama sekali ke dalam mobil.


Situasi itu tak lepas dari pengintaian Pram,bahkan Pram sempat mengabadikannya lewat foto untuk di tunjukan pada Hanna.


Pram juga tak lupa mengikuti kemana mobil ambulance tersebut melaju.Karena Pram ingin tahu di rumah sakit mana Rofi akan di rawat .


"Lihat saja Rofi ,gwe ga akan biarin loe sembuh"gerutu Pram seraya melajukan motor mengikuti arah mobil ambulance tersebut melaju."


Tak berapa lama,sampailah mobil ambulance tersebut di sebuah rumah sakit terbesar di desa itu.


Rofi langsung di bawa ke ruang kusus pemeriksaan terlebih dulu untuk dokter memeriksa ulang kondisi Rofi.


Saat brangkar di dorong menuju ke ruang pemeriksaan,sekilas Hanna melihatnya.


Namun tidak dengan Rofi yang sedang merenungi sakitnya.


Saat itu Hanna akan pulang sehabis melakukan imunisasi baby Attha.


Hanna penasaran hingga Hanna mengikuti kemana Rofi di bawa.


Rumah sakit tersebut sangatlah luas,di bagi menjadi beberapa bagian yakni untuk umum,tulang,ibu hamil,ibu melahirkan,juga untuk anak anak.


Selagi Hanna mengikuti brangkar yang membawa Rofi,bahu Hanna di tepuk oleh Pram yang saat itu juga sedang mengikuti Rofi.

__ADS_1


Hanna sempat terlonjak kaget,untung masih bisa menahan rasa kagetnya hingga tak sampai berucap apapun.


Pram meraih tangan Hanna,membawanya untuk menyingkir sejenak dari tempat itu.


"Kenapa kamu di sini?"tanya Pram seraya membuka masker dan tutup kepalanya."


"Astaghfirulloh al adzim Pram,aku pikir kamu ini siapa??aku habis meng imunisasi Attha"jawab Hanna sekenanya."


Kemudian mereka berdua bercakap cakap sejenak.Hanna sempat tersenyum lebar karena senang mendengar jika kondisi Rofi ini karena ulah Pram.


"Bagus Pram,semoga Rofi tidak bisa di sembuhkan jadi menderita sampai akhir hayatnya "bisik Hanna."


"Ya sudah,aku pergi dulu ya karena ingin tahu dimana Rofi bakal di rawat,supaya aku lebih leluasa melakukan aksiku lagi "bisik Pram berpamitan pada Hanna."


Hanna hanya menganggukkan kepala saja tanpa ada sepatah kata pun.


Kini Hanna melanjutkan langkahnya untuk pulang,sementara Pram melanjutkan mencari tahu dimana ruang rawat inap Rofi.


Setelah Pram tahu dimana Rofi di rawat,barulah dirinya merasa puas dan lekas pulang supaya tidak ada yang curiga.


Lain halnya situasi di rumah Roy,dimana Maya sedang gelisah menanti telfon atau pesan dari suaminya.


"Tumben mas Rofi kok ga ngasih kabar ya??dari aku pulang sampai menjelang jam 9 pagi kok sepi ponselku??"gerutu Maya seraya sesekali menatap ponselnya."


"Loh kok nomor ponsel mas Rofi ga ada ya?"gerutu Maya mengernyitkan alis."


Akhirnya Maya memutuskan untuk pergi menjenguk Rofi di villanya.


"Kebetulan Roy sudah tidak ada di rumah,aku jadi bisa menjenguk mas Rofi di villanya "gerutunya seraya melangkah pergi dari rumah mewahnya."


Maya mengajak salah satu sopir pribadinya untuk mengantarnya ke villa Rofi.


Setelah beberapa jam perjalanan,sampailah Maya di villa Rofi.


Namun Maya terhenyak kaget saat mendengar kabar dari si mamang,kalau saat ini Rofi sedang berada di rumah sakit.


Maya menanyakan pada si mamang di rumah sakit mana Rofi di rawat,setelah mengetahuinya Maya segera berangkat ke rumah sakit dimana saat ini Rofi berada.


Hanya beberapa menit saja sampailah Maya di rumah sakit tersebut.

__ADS_1


Maya langsung melangkah ke bagian resepsionist untuk bertanya dimana ruang rawat Rofi.


Setelah mengetahui dengan jelas dimana Rofi saat ini di rawat,Maya melangkah dengan cepat menuju ruangan tersebut.


"Pah,kok bisa sampai seperti ini??"tanya Maya dengan mata berkaca kaca."


Namun Rofi hanya diam saja bahkan memalingkan wajahnya dari pandangan Maya.


"Pah,kamu marah sama aku??kok malah buang muka?"tanya Maya lagi."


Rofi meraih kertas dan pulpen yang telah tersedia di samping dirinya berbaring.


Rofi menuliskan sesuatu dan memberikan pada Maya.


Sejenak Maya membaca tulisan tangan Rofi.


"Mamah sama sekali ga pesan makanan untuk papah,kalau mamah pesan pasti kasih tahu papa,mungkin ada yang berniat buruk sama papah,apa papah punya musuh?"tanya Maya menatap Rofi."


Sejenak Rofi menulis sesuatu kembali di kertas,dan memberikannya kembali pada Maya.


Sejenak Maya membaca tulisan Rofi kembali.


"Kapan papah kirim chat pesan??sama sekali ga ada notifikasi pesan masuk dari papah,malah nomor ponsel papah juga ga ada di ponsel mamah "ucap Maya menatap sendu Rofi."


Rofi merasa heran dengan ucapan Maya,dan mencurigai Roy yang telah melakukan semua ini padanya,karena hanya Roy yang selama ini tidak menyukai pernikahannya dengan Maya.


"Sudah tidak di pungkiri jika apa yang menimpaku ini ulah Roy,ini tidak bisa di biarkan,Roy harus mempertanggung jawabkan perbuatannya padaku "gerutu Roy dalam hati."


Kemudian Roy menulis sesuatu kembali di atas kertas dan memberikannya pada Maya


Maya membaca tulisan Rofi untuk yang kesekian kalinya.


"Apa,papah mencurigai Roy yang melakukan semua ini??ga mungkin pah,kalau Roy ingin mencelakai papah,sudah di lakukan dari awal kita menikah,buktinya sudah setahun ini aman aman saja kan??coba papah ingat ingat pernah berbuat dosa atau salah ke siapa??mungkin orang itu yang melakukannya untuk membalas dendam pada papah"ucap Maya panjang lebar membela Roy."


Sejenak Rofi terdiam memikirkan ucapan dari Maya.


"Ada benarnya juga yang di ucapkan oleh Maya,jika Roy ingin mencelakaiku pasti sudah di lakukannya sejak dulu "gerutu Rofi di dalam hati."


"Lantas siapa yang ingin mencelakaiku?"gerutunya kembali dalam hati ."

__ADS_1


Kemudian Rofi mengambil ponselnya dan mengecek CCTV saat dirinya menerima bungkusan makanan tersebut.


😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱


__ADS_2