Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 29


__ADS_3

Hanna asik berbelanja di supermarket untuk kebutuhan dapur Riris.


Sedang saat ini Narto telah selesai mendaftarkan Dika dan Dede di sekolah yang baru yang lokasinya dekat dengan villa.


"Dika Dede,paman langsung pulang saja ya karena paman harus segera bekerja,tolong sampaikan ke ibu kalian kalau paman ga mampir "ucap Narto pada ke dua ponakannya."


"Iya paman ga apa apa "ucap Dika."


"Paman yang hati hati ya,ntar Dede sama kaka sampaikan ke ibu "ucap Dede sumringah."


Kemudian Dika dan Dede masuk halaman villa setelah paman Narto benar benar telah melajukan mobilnya.


Ketika Dika dan Dede akan masuk rumah,tiba tiba ada mobil membunyikan klaksonnya.


"Ka,itu mobil paman bukan,yang berhenti di depan gerbang villa?"tanya Dika sembari mengamat amati mobil tersebut."


"Bukan de,itu bukan mobil milik paman Narto "ucap Dika sembari mengamati mobil tersebut."


"Pikirku ada yang tertinggal jadi paman balik lagi ka "ucap Dede kembali."


Namun bu Riris keluar dari arah dalam rumah menuju ke pintu gerbang villa.


"Eh kalian sudah pulang kok bengong di depan pintu,bikin ibu kaget saja "ucap Riris terlonjak kaget saat membuka pintu ada dua jagoan kecilnya."


"Kami lagi heran bu,itu di depan pintu gerbang villa kok ada mobil berhenti dan tadi terus saja membunyikan klakson "ucap Dika mengernyitkan alis tanda bingung."


"Itu temen ibu sayang,namanya tante Hanna,sana kalian masuk dan minta tolong ka Cinta suruh buatin minuman buat tante Hanna,ibu akan menemui tante Hanna dulu "ucap bu Riris mengusap surai hitam 2 jagoan kecilnya secara bergantian."


Dika dan Dede menuruti perintah ibunya untuk masuk ke dalam rumah.


Sementara Riris melangkah tergesa gesa membukakan pintu gerbang villa karena kebetulan suami si bibi lagi tidak ada di rumah.


"Ga usah lari lari Ris,santai saja,kamu lagi hamil besar begitu,harus hati hati "ucap Hanna tersenyum dari balik kaca mobilnya."


"Maaf ya Han,rada lama bukain gerbangnya "ucap Riris menimpali."


"Sudah ga usah begitu,aku ga apa apa kok..santai saja Ris .."ucap Hanna masih di dalam mobilnya dan melajukannya masuk dalam halaman villa."


Hanna lekas keluar dari mobilnya.


"Disini ada asisten rumah tangga ga Ris?"tanya Hanna menyelidik."


Selagi akan menjawab,suami si bibi pulang..

__ADS_1


"Ada kok,itu suami si bibi..emang ada ada Han?"tanya Riris penasaran."


"Panggil kesini dong Ris"ucap Hanna."


Riris memanggil suami dari asisten rumah tangganya,ternyata untuk membawa semua barang belanjaan yang Hanna beli untuk Riris.


"Masya Allah Hannnaaa..kamu lagi apa apaan si..kok bawa banyak sekali belanjaan seperti ini?"tanya Riris geleng geleng kepala."


"Usstt sudah ga usah berisik "ucap Hanna sumringah."


"Bukan begitu Han,aku jadi ga enak sama kamu,lagian di rumah masih banyak persediaan sembakok kok Han,saat aku dan anak anak datang,adik iparku sudah mengisi penuh kulkas dan freser dengan bahan makan.Beras juga ada 1 karung,harusnya kamu ga usah repot Han,kalau mau main ya main saja "ucap Riris merasa ga enak hati."


"Sudah sudah..kalau kamu protes terus kapan mau ajak aku masuk rumah "ledek Hanna terkekeh."


Riris mengajak Hanna masuk rumah dan Hanna begitu terkejut saat melihat Cinta menghidangkan minuman dan cemilan.


Mata Hanna tak berkedip menatap perut Cinta.


"Ris,itu anak sulungmu??"tanya Hanna penasaran."


Sementara selesai menghidangkan semua,Cinta langsung melangkah masuk menuju kamarnya.


"Iya Han,itu anak sulungku "jawab Riris tertunduk lesu."


Belum juga Hanna selesai berucap Riris telah menyelanya.


"Iya Han,anakku juga lagi hamil 6 bulan,selisih 1 bulan denganku "sela Riris murung."


"Loh sepertinya umur anakmu masih muda,waktu itu kan kamu pernah cerita jika anakmu masih sekolah..yang ini bukan si?"tanya Hanna sedikit ragu."


"Iya yang ini,yang mana lagi,anak sulungku kan cuma satu Han,maaf ya Han memang ada satu hal yang belum aku ceritakan padamu"ucap Riris tertunduk lesu."


"Satu masalah yang benar benar membuatmu syok"ucap Riris kembali."


"Ngapain kamu menutupinya dariku Ris ,kamu bilang aku teman baikmu,tapi kok kamu pendam masalahmu sendiri ??"rajuk Hanna manyun."


"A-aku malu Han makanya aku tak cerita sama kamu "ucap Riris dengan mata berkaca kaca."


Hingga membuat Hanna tak tega ingin bertanya lebih jauh lagi tentang kehamilan Cinta.


"Sudahlah Ris,tak usah bersedih lagi,aku minta maaf jika membuatmu jadi sedih karena pertanyaanku ini,aku tidak akan bertanya lagi"ucap Hanna mencoba menghibur Riris."


Hannapun mengalihkan pembicaraan dengan bercerita yang ringan ringan yang bisa buat Riris tertawa.

__ADS_1


Hanna tak mau melihat sahabatnya bersedih apalagi saat ini Riris sedang hamil.


Hanna tak mau jika kesedihan Riris akan mengganggu kesehatan kandungan Riris.


Setelah cukup lama berada di rumah Riris,Hanna pun berpamitan pada Riris untuk pulang.


"Serius kamu mau pulang Han,ga nginep saja di sini?"tanya Riris penasaran."


"Kalau aku nginep siapa yang mau ngurusi suamiku Ris,apa lagi ini sebentar lagi suamiku pulang Ris.Insa Allah kapan kapan aku nginep dech..untuk saat ini belum dulu ya Ris "ucap Hanna menolak halus tawaran Riris supaya Hanna mau menginap."


"Ya sudah ga apa apa Han,kamu yang hati hati ya..terima kasih lohh..untuk belanjaannya "ucap Riris sumringah."


"Iya Ris sama sama,assalamu alaikum.."ucap Hanna pamit pulang lekas masuk dalam mobil."


"Walaikum sallam "jawab Riris segera membukakan pintu gerbang."


Melajulah mobil Hanna keluar pintu gerbang villa ,sejenak Riris memandang kepergian mobil Hanna.


Saat Riris akan menutup pintu gerbang datanglah mobil tuan Malik namun dari arah lain.


Sehingga tidak berpapasan dengan mobil Hanna.


Tuan Malik datang hanya untuk melihat kondisi janin Cinta dan ingin memberi uang jatah tambahan.


Karena tuan Malik telah mendapatkan keuntungan yang besar yakni 3xlipat dari keuntungan biasanya.


Ririspun membukakan pintu gerbang kembali supaya mobil tuan Malik bisa masuk halaman villa.


Sampai detik ini Riris belum tahu kalau Cinta telah menikah siri dengan tuan Malik.


Tuan Malik tahu keberadaan Cinta di villa juga atas pemberitahuan dari Narto.


Segera Riris mempersilahkan tuan Malik masuk namun tuan Malik tak bersedia dengam alasan buru buru.


Tuan Malik hanya memberikan amplop coklat berisikan uang untuk kebutuhan Cinta dan janinnya.


Bagi tuan Malik sudah tahu kabar janin Cinta saja itu sudah cukup senang baginya.


Setelah memberikan amplop berisikan uang tersebut,tuan Malik langsung berpamitan pulang.


🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐


Mohon mmaaf up lamaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2