
Pagi menjelang,kebetulan Hanna sedang keluar rumah untuk belanja bulanan tapi tidak mengajak serta Cinta.
Di pagi yang indah ini,Pram juga mulai bekerja di rumah Hanna.Pram sangat antusias sekali bisa bekerja di rumah Hanna.
Dengan membawa perlengkapan pakaian secukupnya untuk keperluan selama 1 minggu.
"Mas Pram,coba mas pakai seragam security ini kiranya muat pa ga?"ucap tuan Malik memberikan seragam security."
Pram mencoba di toilet yang ada di dalam pos security yang telah di siapkan untuk Pram oleh tuan Malik.
Tuan Malik telah memerintah mamang membangun posko untuk ruang jaga security saat Hanna waktu itu memberi saran tentang adanya security.
Pram keluar dari toilet dengan mengenakan seragam security dan menunjukkannya pada tuan Malik.
"Wahhh pas banget di pake juga nyaman tuan Malik "ucap Pram seraya tersenyum."
"Biasa aja manggilnya mas,ga usah di rubah rubah pake manggil tuan segala"ucap tuan Malik seraya menepuk bahu Pram."
"Ya harus di rubah,karena mas Malik sekarang kan majikan saya "ucap Pram seraya tersenyum."
"Ya sudah terserah mas Malik saja,yang dirasa sama mas Malik nyaman "ucap tuan Malik."
Selanjutnya tuan Malik mengajak Pram ke paviliun belakang untuk memberitahu letak kamar Pram.
"Mas Pram,ini kamar mas Pram semoga kerasan kerja sama saya "ucapnya seraya menunjukkan satu kamar dekat kamar pembantu."
"Baik tuan terima kasih "ucap Pram."
Pram dan tuan Malik berdampingan berjalan menuju ke halaman depan,namun tak sengaja Pram melihat Cinta melintas di dapur.
Namun Pram mengurungkan niatnya bertanya pada tuan Malik karena tak enak,khawatir di bilang lancang.
"Itu siapa tadi ya,perasaan waktu aku kemari sama Desy tak ada gadis kecil itu,tapi kok seperti sedang hamil besar "gerutunya dalam hati."
"Ga enak juga jika aku bertanya pada tuan Malik,mending nanti aku tanyakan saja sama mamang "gerutu Pram kembali."
Setelah menunjukkan kamar dan memberikan seragam security,tuan Malik berpamitan pada Pram akan berangkat bekerja.
Seperginya tuan Malik bekerja,10 menit kemudian Hanna pulang dari belanja bulanan di temani oleh bibi.
Hanna sangat terkejut saat yang membukakan pintu gerbang bukan si mamang tapi Pram dengan menggunakan seragam security.
__ADS_1
"Astaghfirullo al adzimm kenapa ayah malah mempekerjakan Pram,padahal aku meminta ada security supaya ini orang ga terus ganggu,aaduuhh tobat tobat..malah securitynya dia "gerutu Hanna seraya melirik sinis pada Pram."
Berbeda dengan Pram yang antusias dan sumringah melihat Hanna.
"Mari saya bantu nyonya "ucapnya seraya mengangkat belanjaan di bantu pula oleh bibi."
Hanya hanya diam saja kemudian melangkah masuk rumah.
Sedang bibi membawa belanjaan di bantu Pram lewat pintu samping yang menuju dapur.
"Bi,tadi aku lihat ada gadis ABG di dapur siapa itu bi?"tiba tiba Pram bertanya pada bibi karena rasa penasarannya ."
"Oohh itu neng Cinta,anak nyonya Hanna dan tuan Malik yang sempat lama ikut orang tua nyonya Hanna "jawab bibi sekenanya."
"Aneh banget,setahuku tuan Malik tak bisa kasih keturunan makanya Hanna selingkuh denganku,jangan jangan itu anak kandungku "gumamnya dalam hati."
"Nanti aku akan sempatkan bertanya pada Hanna jika ada waktu luang"gumam Pram kembali."
Sementara saat ini Hanna sedang di kamar berganti pakaian santai untuk mengajak Cinta membuat kue.
Karena Hanna dan Cinta sama sama hoby bikin kue dan memasak.
Namun selagi akan berganti pakaian,Hanna sejenak termenung memikirkan Pram.
"Aku harus bagaimana ya,pasti suatu saat Pram bertanya padaku siapa itu Cinta,karena dulu aku pernah curhat ke Pram kalau mas Malik hanya bisa kasih keturunan "gerutu Hanna seraya perlahan mengganti pakaiannya."
"Aaghh gampanglah ntar di pikirkan lagi "gumam Hanna kembali."
Hanna melangkah ke kamar Cinta yang sedang menonton acara televisi.
"Sayang lagi nonton apa,kok serius sekalia?"tanya Hanna seraya mengusap surai hitam Cinta."
"Ini bu,seorang anak yang di buang ibunya kemudian bertemu orang tuanya,tapi ternyata ayahnya bukan ayah kandung melainkan dulu si ibu pernah selingkuh dengan seseorang sampai hamil,tapi selingkuhan ga mau tanggung jawab "ucap Cinta sekenanya."
"Deg deg deg "tiba tiba dada Hanna bergetar mendengar penuturan Cinta dan tak bisa berkata kata membuat Cinta mengernyitkan alis.
"Ibu kenapa,kok berubah wajahnya jadi tegang seperti itu?"tanya Cinta mengagetkan Hanna."
"Ga apa apa kok sayang,ibu jadi ikut baper dengan acara televisi yang sedang kamu tonton "ucap Hanna menutupi rasa gugupnya."
"Ibu kesini mau apa,apa ada yang bisa Cinta bantu?"tanya Cinta kembali."
__ADS_1
"Iya sayang,ibu ingin mengajak kamu seru seruan buat kue,kata bu Riris kamu pinter masak dan buat kue "ucap Hanna antusias."
"Bu Riris melebih lebihkan bu,Cinta belum pinter karena masih tahap belajar,cuma Cinta sangat suka di dapur "ucapnya tersenyum."
Cinta bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah ibunya menuju ke dapur.
Sementara Pram masih saja penasaran dengan jati diri Cinta.
Pram berpura pura ingin mengambil meminta air putih,Pram ingin melihat lebih dekat wajah Cinta.
Pram melangkah dengan pasti ke dapur,dimana di dapur kebetulan ada Cinta dan Hanna saja.Sementara sang bibi sedang sibuk mencuci pakaian.
"Maaf nyonya Hanna,bolehkah saya meminta air putih karena saya sangat haus tapi di posko jaga tak ada air putih sama sekali "ucap Pram seraya sesekali melirik ke arah Cinta ."
Hanna tak berkata sama sekali hanya mengambilkan air putih lalu di masukkan dalam teko plastik dan memberikannya pada Pram.
"Terima kasih nyonya "ucap Pram masih dengan sesekali melirik ke arah Cinta."
Pram berlalu begitu saja tanpa bertanya apapun pada Hanna.
Namun dalam hati Pram bergejolak seperti ada suatu ikatan batin dengan Cinta.
"Kalau di lihat lebih seksama itu anak kok ga mirip sama sekali dengan tuan Malik,tapi mirip Hanna "gerutu Pram dalam hati."
Lain halnya dengan Cinta yang sama penasaran mengenai Pram.
"Bu tadi itu security baru ya,kemarin sepertinya ga ada security di rumah ini "ucap Cinta menatap Hanna penuh penasaran."
"Iya nak itu security baru,ayah yang membawanya kemari "ucap Hanna seraya sibuk mengaduk adonan kue."
Cintapun ikut sibuk berkutat membuat kue.
Sementara Desy merasa ada yang aneh dengan Pram kenapa tidak mau memberitahu dimana tempat kerjanya yang baru.
Desy mencoba menelfon Pram,namun berkali kali malah di rijek sama Pram.
"Ngapain pula si Desy pake acara telfon telfon segala "gerutu Pram."
🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈
Hy ka,author mau ngemis vote nech mumpung hari senin..
__ADS_1
Yyuk kaa bagi votenya dongg..