
Reflek Ustad Soleh merengkuh Cinta dalam pelukannya.
"Alhamdulillah, jika Umi bahagia menikah dengan Abi. Abi akan berusaha membuat Umi selalu tertawa. Mulai sekarang tatap kedepan ya Umi, nggak usah menatap ke belakang lagi " Ustad Soleh mengusap kepala Cinta dan mengecupnya.
"Umi, Abi ingin bertanya. Apakah Umi sudah siap malam ini? kalau belum siap, Abi nggak akan memaksa "Ustad Soleh tersipu malu.
Sejenak Cinta terdiam, karena bingung harus menjawab apa. Jika menolak, dirinya sama saja berdosa pada suaminya.
"Lakukanlah Abi, tapi yang pelan dan halus ya "kata Cinta tersipu malu.
"Baiklah sayang, tapi sebelum kita melakukannya, Abi ingin mengajak Umi berdoa terlebih dulu. Supaya tidak ada roh halus yang ikut andil saat kita melakukan itu "Ustad Soleh melepaskan pelukannya terhadap Cinta.
Supaya Cinta leluasa dalam berdoa. Mulailah Ustad Soleh melafalkan doanya.
"Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtana."
"Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak ) yang akan Kau rezezikan kepada kami."
Demikianlah Ustad Soleh memimpin doa sebelum melakukan hubungan suami istri.
Setelah itu barulah Ustad Soleh mulai perlahan-lahan menghampiri Cinta. Dan sangat halus dalam memperlakukan Cinta.
Mereka benar-benar melakukannya sangat pelan dan berhati-hati. Apalagi Ustad Soleh juga baru pertama kalinya melakukan, hingga butuh proses lama.
Hingga tengah malam, mereka beraktifitas di ranjang. Mereka benar-benar bisa tidur saat dini hari.
"Astaghfirulloh aladzim..Umi, bangun sayang "Ustad Soleh membangunkan Cinta.
"Iya Abi, ada apa?" tanya Cinta seraya menutupi mulutnya karena menguap.
"Abi kesiangan Umi, ini sudah jam 6 pagi. Kita telah kehilangan waktu subuh kita, bahkan Abi juga nggak menunaikan sholat tahajud " ucapnya seraya menghela napas panjang.
"Hhee, mau bagaimana lagi. Kan Abi semalaman nggak mau berhenti, nambah terus " goda Cinta terkekeh.
"Umi bisa saja "Ustad Soleh tersipu malu seraya menggaruk-garuk tengkuk yang tak gatal.
"Lebih baik kita lekas mandi, nggak enak juga sama ayah dan ibumu. Jika kita keluar dari kamar waktu telah siang "Ustad Soleh meraih handuk dan melangkah ke kamar mandi.
Setelah Ustad Soleh selesai mandi, tinggal Cinta mandi. Mereka ke meja makan bersama-sama.
__ADS_1
"Loh, kalian sudah bangun?" Tuan Malik menatap ke arah Cinta kemudian beralih ke Ustad Soleh.
"Maaf ayah, kami kesiangan. Bahkan kami melupakan sholat subuh kami "Ustad Soleh tersipu malu.
"Itu sudah wajar, kan kalian pengantin baru. Biasanya banyak pengantin baru yang bangun sampai siang " kata Hanna terkekeh.
"Yuk sarapan, keburu dingin nggak enak " Tuan Malik mengajak semua yang ada di meja makan untuk segera sarapan.
"Ustad, pimpinlah doa untuk makan "kata Tuan Malik.
"Ayah, tolong jangan memanggilku seperti itu. Panggillah namaku saja, aku kan sudah menjadi anak ayah dan ibu " kata Ustad Soleh.
"Hhehh..iya Soleh, maaf ya "Tuan Malik merasa canggung.
Mereka sarapan dengan sangat fokus, tanpa ada sepatah katapun. Setelah sarapan, Ustad Soleh meminta ijin pada orang tua Cinta.
Ustad Soleh akan mengajak Cinta ke rumahnya.
Hanya dalam waktu 1 jam, mereka telah sampai di rumah Ustad Soleh.
"Umi, jika Abi ingin mengajak Umi tinggal di sini bagaimana? apakah Umi bersedia?" tanya Ustad Soleh sedikit ragu.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Umi. Maaf Umi, jika Abi tidak bisa memberi nafkah yang banyak buat Umi. Karena Abi cuma sebagai pengkotbah dari desa ke desa. Abi juga tidak pernah memasang tarif, kadang malah Abi nggak mau di bayar "kata Ustad Soleh.
"Abi, upah Abi bukan di dunia. Tapi kelak di surga, Umi nggak mempermasalahkan itu. Pasti kita entah dari mana, akan ada saja rezekinya "kata Cinta.
"Subahanallah, Abi ternyata nggak salah memilih istri "puji Ustad Soleh seraya mencolek hidung Cinta.
"Jadi kapan kita akan tinggal di sini, Abi? "tanya Cinta.
"Besok saja, Umi" jawab Ustad Soleh singkat.
"Umi, Abi ingin sekali mencicipi masakan Umi. Bersedia kan, siang ini masak di sini untuk kita makan siang?" Ustad Soleh bertanya seraya tersenyum manis pada Cinta.
"Siap Abi "jawab Cinta singkat.
Sejenak mereka bercengkrama dengan Umi Siti di tengah waktu luangnya. Setelah itu mereka menyambangi panti asuhan di dekat rumah Narto.
Ustad Soleh memberikan separuh uang hasil dari pernikahan untuk beramal. Sedang separuhnya lagi telah di berikan pada ibunya.
__ADS_1
Tak henti-hentinya Cinta mengucap syukur di dalam hati, untuk kebesaran Allah SWT.
"Alhamdulillah ya Allah, atas anugerahMu yang sangat luar biasa ini. Hamba sungguh tak mengira sama sekali, akan di persunting oleh seorang Ustad tampan "gerutunya dalam hati.
"Terima kasih ya Allah, semua luka di masa laluku telah terobati dengan datangnya Ustad Soleh" gerutunya kembali.
"Umi, yuk kita pulang. Urusan di panti asuhan sudah selesai. Paman dan bibi lagi kerja kan, kalau tidak pastinya kita mampie dulu "Kata Ustad Soleh seraya menggandeng tangan Cinta.
Kembali Cinta merasakan debaran jantungnya cepat kembali. Sama saat dirinya di peluk oleh Ustad Soleh di waktu selesai sholat Isa semalam.
Ustad Soleh benar-benar hidup sederhana, dirinya juga hanya memiliki sebuah motor. Sebenernya jika Ustad Soleh berkeinginan, dirinya bisa membeli mobil dan rumah dari hasil berdakwahnya atau saat memimpin pengajian.
Jika Ustad Soleh mendapatkan uang banyak, selalu diberikan untuk ibu dan untuk beramal.
Hidupnya tak pernah mewah, namun apa adanya. Penampilannya juga sangat sederhana.
Namun aura positif selalu terpancar di wajah tampan Ustad Soleh. Banyak para gadis yang sangat menginginkan Ustad Soleh menjadi jodohnya, namun setiap ada wanita berusaha mendekatinya, Ustad Soleh tidak pernah meresponnya.
Waktu berjalan begitu cepatnya, tak terasa sudah jam 11 siang. Sudah saatnya Cinta berkutat di dapur untuk memasak makan siang buat keluarga Ustad Soleh.
"Umi, Abi ingin membantu, boleh kan?" tiba-tiba Ustad Soleh mengusap bahu Cinta dari belakang, membuat dia melonjak kaget.
"Astaghfirulloh aladzim..Abi membuat kaget saja, boleh kok Bi "jawan Cinta sekenanya.
"Umi jangan salah, biar begini Abi bisa masak loh " Ustad Soleh menggoda Cinta seraya terkekeh.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Berbeda dengan Roy, yang setiap hari murung. Hidupnya tidak bersemangat lagi.
"Sudah beberapa bulan, aku mencoba melupaksn Cinta, tapi kok nggak bisa. Semakin aku melupakannya, semakin aku rindu padanya. Gadis jutek yang selalu buatku kesal, malah sangat aku impikan" gerutunya di hati.
Diamnya Roy membuat Maya sangat sedih.
"Nak, mamah lihat beberapa bulan terakhir kamu selalu murung. Coba cerita sama mamah, siapa tahu bisa bantu kamu" Maya mengusap bahu anaknya.
🤠🤠🤠🤠🤠🤠🤠🤠🤠🤠🤠🤠🤠🤠🤠ðŸ¤
Mohon dukungan like,vote,fav
__ADS_1