
Setelah 5 hari berada di rumah sakit akhirnya Riris di ijinkan pulang oleh pihak rumah sakit karena kondisi anak Riris sudah memungkinkan untuk di bawa pulang.
Saat ini Hanna sedang tidak bisa kemana mana sejak di rumahnya ada orang tuanya.
Makanya Hanna tak bisa menjenguk Riris sama sekali padahal Hanna ingin melanjutkan pertanyaannya tempo dulu.
Sampai hari ini Hanna masih penasaran dengan jati diri Cinta.
Namun orang tua Hanna tak kunjung pulang ke rumah mereka,bahkan akan tinggal di rumah Hanna dalam waktu yang cukup lama.
Sementara di panti telah mengadakan syukuran pemberian nama anak bungsu Riris.
Riris telah mempersiapkan nama yang menurutnya tidak ribet yakni akan di beri nama Didi.
Narti yang telah mengatur semuanya dari pesen catering hingga memberi saran agar acara syukuran di adakan di panti asuhan saja.
"Narti Narto,mba ucapin terima kasih karena berkat pertolongan kalian mba jadi bisa melewati hari hari dengan baik,entah bagaimana nasib mba dan anak anak mba jika tidak ada kalian yang menolong"ucap Riris dengan mata berkaca kaca."
"Mba ga boleh sungkan dan ga boleh ngomong seperti ini karena kita kan masih saudara jadi harus tolong menolong "ucap Narto menyunggingkan senyum."
"Justru aku malu mba karena perbuatan kakak kandungku mba jadi terlantar,aku minta maaf ya mba karena aku tak bisa menasehati mas Rofi dan tidak bisa menyadarkanya "ucap Narto tertunduk murung."
"Sudahlah Narto,mba sudah ikhlas menerima semua ini,mungkin ini sudah menjadi suratan takdir mba "ucap Riris mencoba untuk tersenyum."
"Sudah sudah,ini kan hari bahagia mba Riris harusnya jangan pada bersedih dong "ucap Narti mencoba menghibur suami dan kakak iparnya."
Riris juga meminta tolong pada Narto untuk membantunya mengurus percereannya dengan Rofi.
"To,mba ingin meminta tolong sekali lagi kira kira kamu mau ga ?"tanya Riris agak ragu."
"Katakan saja mba selagi aku bisa pasti aku akan menolong mba Riris "ucap Narto menyunggingkan senyum."
"To,kamu kan orang berpendidikan sedang mba SD saja ga lulus,mba ingin minta tolong kamu supaya bantu mba mengurus percerean mba dengan mas Rofi "ucap Riris dengan menghela nafas panjang."
"Memangnya mba Riris sudah mantap ingin bercere dari mas Rofi?"tanya Narto hanya ingin memastikan."
"Iya To,mba sudah sangat mantap ingin bercere dari mas Rofi karena mba sudah terlalu sakit hati dan sudah ga kuat menghadapi sifat mas Rofi yang suka main tangan dan selingkuh "ucap Riris panjang lebar."
"Baiklah mba,aku bersedia bantu mba dengan pengacara pribadiku pasti proses percerean hanya 1 hari saja selesai "ucap Narto dengan penuh yakin."
__ADS_1
"Terima kasih ya To,untuk masalah biaya pake uangmu dulu nanti kalau aku sudah bisa bekerja lagi aku akan ganti semua biayanya "ucap Riris tersenyum."
"Santai saja mba,tak usah seperti itu karena aku tulus bantu mba tanpa pamrih "ucap Narto sumringah."
Sementara Rofi masih saja berusaha mencari Riris dan anak anaknya namun tak pernah bertemu.
Baru ditinggal Riris beberapa bulan,hidup Rofi berantakan tak karuan.
Namun sifat buruknya belum juga berubah,masih saja suka mabuk mabukkan dan main perempuan.
Narto saat ini sedang mengurus gugatan cere Riris pada kakak kandungnya dengan bantuan pengacara pribadinya .
Karena semua bukti telah sangat jelas secara otomatis akan sangat mudah untuk Riris menggugat cere Rofi.
❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣
3 Hari telah berlalu,surat cere telah keluar tinggal menunggu tanda tangan dari pihak Rofi saja.
Namun Riris sengaja menunggu kondisi dirinya agak sedikit pulih pasca operasi caesar.
"Mba Riris,ini surat cere telah jadi tinggal tanda tangan dari mas Rofi saja "ucap Narto menyerahkan surat cere pada Riris."
"Apa aku saja mba yang kerumah mas Rofi untuk meminta tanda tangannya?"ucap Narto menawarkan diri."
"Tak usah To,entar malah jadi gaduh karena mas Rofi kan orangnya sangat kasar yang penting kan kita udah sah cere "ucap Riris menimpali."
"Ya sudah terserah mba Riris saja bagaimana baiknya "ucap Narto."
"Ya sudah ya mba ,aku pamit pulang karena ada urusan di panti yang harus segera aku selesaikan "ucap Narto pamit pada Riris."
Setelah mengucapkan salam,Narto lekas kembali ke rumahnya yang jarak tak begitu jauh dari villa.
Lain halnya dengan Hanna,dirinya masih penasaran dengan Cinta hingga Hanna memutuskan untuk keluar sejenak pergi ke rumah Riris.
Hanna menitipkan orang tuanya pada tuan Malik karena kebetulan hari minggu tuan Malik libur bekerja.
Hanna beralasan ingin menjenguk Riris pada tuan Malik.
Setelah mendapat ijin dari tuan Malik,Hanna lekas melajukan mobilnya menuju villa yang saat ini di tempati Riris.
__ADS_1
Hanya beberapa menit saja,Hanna telah sampai di villa dimana Riris saat ini tinggal bersama anak anaknya.
Segera Hanna menelfon pada Riris untuk mengatakan jika saat ini dirinya telah berada di depan villa.
Riris yang mendapat telfon dari Hanna dan mengetahui Hanna sedang berada di depan pintu gerbang villa,segera Riris memerintah Mamang untuk membukakan pintu gerbangnya.
Tak berselang lama Hanna telah berada di depan pintu villa,dirinya langsung mendapat sambutan hangat dari Riris.
Hanna langsung masuk dan menjatuhkan pantatnya di sofa,entah kenapa setiap ke rumsh Riris pasti Hanna mencari cari keberadaan Cinta.
"Kok sepi Ris,anak anak pada kemana?"tanya Hanna menyelidik."
"Biasa Han,pada sibuk di kamarnya masing masing"ucap Riris singkat."
Kemudian Riris memanggil Cinta untuk menyajikan minuman buat Hanna.
Segera Cinta ke dapur untuk membuat minuman teh manis hangat bukan hanya untuk Hanna saja tapi juga untuk Riris.
Hanya beberapa menit saja minuman telah tersaji di meja ruang tamu.
Setelah itu Cinta lekas masuk ke dalam kamarnya lagi.
"Ris,waktu itu kamu belum selesai bercerita tentang Cinta "bisik Hanna pada Riris karena ga mau terdengar oleh Cinta."
"Cerita yang mana Han,aku malah lupa kalau aku cerita apa saja tentang Cinta "ucap Riris mengernyitkan kening tanda bingung."
"Memang kamu menemukan Cinta dimana?"tanya Hanna menyelidik."
"Ohhh itu,tempo dulu aku menemukan di depan rumah adik iparku si Narto saat aku dan suamiku singgah di rumah Narto "ucap Riris sekenanya."
"Duar..."
Detak jantung Hanna berdegup begitu kencangnya,hampir saja air matanya tertumpah namun Hanna mencoba menahannya agar tidak meleleh .
Sejenak Hanna terpaku terdiam tak bisa berkata apa apa lagi.
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
Hay ka,mampir karyaku yang lain yuk..
__ADS_1