Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 86


__ADS_3

"Sudah aku bilang, kalau Cinta tidak ada di sini!dasar keras kepala! "Hanna emosi seraya mendengus kesal.


"Memang kamu punya salah apa sama Cinta?!"Hanna pura-pura tak tahu jika Rofi pernah menodai Cinta.


"A-aku pernah sekali menodainya, saat aku sedang tidak sadar karena pengaruh minuman beralkohol "Rofi tertunduk malu.


Pram semakin emosi saat mendengar pengakuan dari Rofi, tangannya mengepalkan tinju, giginya gemertak.


Namun dirinya mencoba untuk tidak main hakim sendiri seperti tadi.


"Han, boleh aku bertanya satu hal?"tiba-tiba Rofi bertanya.


Hanna hanya diam saja dengan menatap Rofi penuh kebencian.


"Han, kenapa waktu itu aku sempat melihat Cinta ada di sini?"Rofi bertanya seraya menatap Hanna.


"Kamu pengen tahu kenapa?!karena Cinta itu anak kandungku yang lama hilang dam telah aku temukan!tapi kamu telah membuatnya menderita dan mengalami trauma!jika Cinta tak melarangku, aku sudah menjebloskanmu ke dalam penjara!"Hanna berucap seraya sesekali melotot pada Rofi.


"Bagaimana mungkin Han?bukannya suamimu tak bisa punya keturunan?"tiba-tiba Rofi bertanya kembali.


"Sudahlah, kenapa malah kamu mengorek kehidupan pribadiku!!pergilah dan jangan kamu tampakkan batang hidungmu lagi di rumahku!!kalau kamu tak ingin aku melaporkanmu pada polisi!" Hanna semakin emosi dan membentak Rofi.


Hingga akhirnya Rofi pulang dengan tangan hampa dan rasa kecewa karena tak bertemu dengan Cinta.


Seperginya Rofi, Pram protes pada Hanna tentang sikapnya yang kurang tegas.


"Kamu itu bagaimana sih Han?!orang yang telah menghancurkan masa depan anak kita telah ada di depan mata, tapi kamu biarkan lolos begitu saja!"Pram mendengus kesal seraya kembali ke posko jaganya.


Hanna hanya diam saja, kembali ke dalam rumah.


Sementara saat ini, Rofi sedang dalam perjalanan menuju rumah Riris.


"Semoga kali ini, Cinta ada di rumah Riris sekalian aku minta maaf pada Riris dan anak-anak "gumamnya seraya tatapan menerawang ke jalanan.


Tak berapa lama kemudian sampailah Rofi di depan pintu gerbang villa di mana Riris dan ke tiga anaknya saat ini tinggal.


Rofi mencoba memencet bel yang ada di pintu gerbang, namun tidak ada satu pun yang keluar untuk membukakan pintu gerbang.


"Loh!tokonya juga tutup, kok aku baru sadar ya "Rofi mengamati villa Riris.


Tak berapa lama, keluarlah si Mamang.


"Maaf tuan, nyonya Riris dan ke 3 anaknya sedang tidak ada di rumah "ucapnya .


"Memangnya lagi ada di mana ya pak?"Rofi mencoba mengorek informasi tentang keberadaan Riris dan ke 3 anaknya.

__ADS_1


"Maaf tuan!saya kurang tahu, tuan ini siapa?jika penting titip pesan saja biar saya sampaikan.Kalau tidak, tuan kirim pesan lewat ponsel nyonya Riris "ucapnya.


"Boleh minta nomor ponsel Riris?"ucap Roy.


"Boleh tuan, tunggu sebentar.


Mamang meraih ponselnya yang ada di dalam saku celananya, dan lekas mencari nomor ponsel Riris.


"Ini tuan, nomor ponsel nyonya Riris"Mamang menunjukkan nomor ponsel Riris yang ada di ponselnya.


Setelah Rofi selesai menyimpan nomor ponsel Riris di ponselnya, dia lekas berpamitan pulang.


"Aku coba telfon saja, menanyakan di mana keberadaan Riris saat ini "Rofi mendial nomor ponsel Riris, namun tidak aktif.


"Sial banget, kok malah nggak aktif ya"Rofi mendengus kesal.


"Aku harus bagaimana sekarang??apa mungkin saat ini Riris di rumah Narto ya?"gerutunya kembali.


Saat Rofi akan memerintah sopirnya untuk melajukan mobil kerumah Narto, malah ponselnya berdering.


Panggilan telfon dari Mamang yang bekerja di villa.


📱 "Hallo tuan Rofi, ini saya sudah bawa ponakan saya "ucap Mamang di balik telfon


📱 "Baik Mang, saya lagi arah pulang kok "jawab Rofi.


Panggilan telfon di matikan oleh ke dua belah pihak, baik oleh Mamang mau pun Rofi.


Akhirnya Rofi mengurungkan niatnya untuk menyambangi rumah Narto.Tapi memerintah sopirnya untuk kembali ke villa.


Berbeda dengan Riris dan ke 3 anaknya serta Cinta, saat ini mereka sedang berlibur di pantai.


"Sudah lama ya bu, kita baru kemari lagi "Cinta merasakan sejuk semilir angin sepoy-sepoy dari laut.


"Iya nak! sudah berapa tahun yang lalu "jawab Riris.


Semua anak-anak Riris merasa bahagia bisa liburan di pantai, bahkan bersama dengan Cinta.


"Bu!Cinta jalan-jalan kesana sebentar ya "Cinta meminta ijin pada Riris seraya menunjuk ke arah yang ingin di sambanginya.


"Iya nak!kamu yang hati-hati ya "Riris berpesan pada Cinta.


Sesekali Cinta merentangkan tangannya ke atas dan seraya menghirup udara pantai tersebut.


"hiks hiks hiks!kakak..

__ADS_1


Sejenak Cinta menghentikan langkahnya, karena ada seorang anak kecil menangis memanggil kakaknya.


"Hallo cantik!kamu kenapa menangis?"Cinta berusaha menghampiri gadis kecil berusia 5 tahun.


"Namaku bukan Cantik!tapi Mita, hiks hiks hiks "gadis kecil ini terus saja menangis.


"Oh ya sudah maafkan kakak!memangnya mana kakakmu?"Cinta mensejajarkan tubuhnya setara dengan gadis kecil ini.


"Mita kemari sama kak Soleh, tapi nggak tahu di mana "ucap gadis kecil ini.


"Ya sudah!yuk ikut kakak, kita cari kak Soleh bareng-bareng "Cinta menuntun Mita mencari keberadaan Soleh.


Baru beberapa langkah, ada seorang pemuda tampan berlari kecil menghampiri Mita dan Cinta.


"Astaghforulloh aladzim Mita!kakak kan sudah bilang, kamu jangan kemana-mana tapi tunggu kakak di gubug.Malah kamu pergi begitu saja "Soleh tersengal-sengal saat menemukan adiknya.


"Maaf kak!tadi Mita iseng main ombak pantai nggak terasa jalan terlalu jauh "ucap gadis kecil dengan polosnya.


"Mba!makasih ya, sudah menjaga adik saya "Soleh berucap seraya tersenyum ramah.


"Iya mas sama-sama!lain kali jangan di tinggal sendirian, karena bahaya khawatir kebawa ombak bagaimana "ucap Cinta.


"Iya!saya nggak akan teledor lagi "ucap Soleh seraya meraih Mita


"Ya sudah mba!saya pamit dulu ya, assalamu alaikum "Soleh lekat pulang.


"Walaikum sallam wr wb "ucap Cinta seraya menatap kepergian Mita dan Soleh.


"Hemm dasar ceroboh!masa ninggalin adiknya begitu saja, mending di titipin ke orang yang di kenal atau di bawa serta saja nggak usah di tinggal.


Sementara Soleh tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Astaghfirulloh aladzim!kenapa aku nggak tanya siapa nama mbak tadi ya, kan kalau sewaktu-waktu bertemu lagi jadi nggak canggung "gumamnya di hati seraya menepuk jidat sendiri .


"Mana nyamuknya ka?!kena nggak ka?"tiba-tiba Mita bertanya .


"Nyamuk?!" Soleh mengernyitkan alis.


"Lah!bukannya barusan kakak menepuk jidat karena di gigit nyamuk kan?"celoteh si kecil Mita.


"Hhadehhh Mita Mita "Soleh terkekeh dengan kepolosan adik kecilnya.


Visual Soleh


__ADS_1


Visual Mita



__ADS_2