Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 39


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan 30 menit akhirnya Hanna sampai di rumah,Hanna tak lupa mengusap air matanya terlebih dulu dan merapikan riasan wajahnya agar tidak ketahuan sehabis menangis .


"Assalamu alaikum "Hanna mengucap salam."


"Walaikum sallam,ibu darimana saja tadi ayah sempat telfon Riris katanya ibu sudah pulang sejam yang lalu tapi kok ga sampe sampe rumah?"tanya tuan Malik penasaran."


"Maafkan ibu ya ayah,tadi ibu sempat ga sengaja menyerempet motor orang "ucap Hanna jujur."


"Astaghfiruloh al adzim,tapi orang yang ibu tabrak ga terluka parah kan bu?"tanya tuan Malik menyelidik."


"Ga luka sama sekali yah,cuma motornya bagian slebor belakang rusak pecah penyok penyok,orangnya minta ibu tanggung jawab jadi ibu bawa motornya ke bengkel terdekat "ucap Hanna sekenanya."


"Alhamdulilah ya bu jika orangnya ga terluka jadi ga sampai kasus"ucap tuan Malik."


"Iya yah,tapi tadi ibu tinggal pergi begitu saja di bengkel saat ayah telfon ibu suruh lekas pulang,ibu cuma beri itu orang uang 1 juta "ucap Hanna ."


Selagi bercakap cakap dengan tuan Malik,orang tua Hanna menghampiri Hanna meminta di antar ke stasiun oleh Hanna.


Namun tuan Malik menyarankan memakai sopir pribadi saja karena tuan Malik tak mau Hanna mengalami hal seperti tadi yakni menabrak kendaraan lain.


Hanna tak mampu membantah keputusan dari suaminya,hingga Hanna mengantar orang tuanya tetapi memakai sopir pribadi.


Lagipula Hanna juga sadar sendiri jika saat ini dirinya sedang tidak fokus sedang gelisah memikirkan Cinta.


Hanna juga tak mau membahayakan orang tuanya jika Hanna yang mengemudikan mobilnya.


Sementara Hanna mengantar orang tuanya ke stasiun,tuan Malik tetap di rumah karena sedang kurang sehat.


Akhir akhir ini tuan Malik sering sakit namun tuan Malik tak pernah manja hingga sesakit apapun tuan Malik tetap beraktifitas.


Sebenarnya tuan Malik memiliki suatu penyakit yang seriua namun sengaja merahasiakanya dari Hanna.


Hanya dokter Rama yang tahu kondisi penyakit dari tuan Malik .Dokter Rama telah di peringati oleh tuan Malik agar merahasiakan penyakitnya.


Beda suasana di rumah Riris yang saat ini dirinya memikirkan Hanna.


Riris merasa ada yang aneh dengan sikap Hanna yang berubah drastis saat tahu kisah tentang Cinta.


"Kemana Hanna kok dari sini ga langsung pulang ke rumah ya?"


"Oh iya,tadi kan bilangnya ada urusan mendadak aku sampai lupa."

__ADS_1


Demikian gerutuan Riris memikirkan sikap aneh Hanna.


Selagi melamunkan Hanna,Cinta menghampiri Riris.


"Bu,maaf Cinta mengganggu ibu sebentar "ucap Cinta duduk di sebelah ibunya."


"Ga kok nak,memang ada apa?"tanya bu Riris penasaran."


"Ibu,Cinta ingin minta tolong ibu untuk mengambil ijasah SMK Cinta ke sekolah Cinta bisa ga bu?"tanya Cinta menatap sendu ibunya."


"Bisa kok nak,besok ibu yang ambilin ijasahmu ya tapi tolong besok tungguin si Didi ya nak "ucap Riris."


"Pastinya bu,maaf ya bu karena Cinta mau minta tolong paman atau bibi ga enak bu "ucap Cinta tertunduk lesu."


"Iya nak ga apa apa kok,sudah jadi kewajiban ibu.Lagipula memang kamu benar nak,jangan semua urusan kita minta tolong ke paman dan bibi karena kita sudah terlalu banyak merepotkan mereka "ucap bu Riris mencoba menghibur Cinta yang sedang murung."


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Tak terasa pagi menjelang,bu Riris telah bangun untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan anak anaknya.


Untuk sementara waktu bu Riris tidak banyak melakukan aktifitas seperti membantu bi Winarsih memasak.


Tepat jam 6 pagi,semua anak anaknya sarapan pagi.Bu Riris juga akan ke sekolah Cinta pagi hari.


Di saat Dika dan Dede berangkat sekolah,bu Riris juga pergi ke sekolah Cinta dengan mengenakan kendaraan umum.


Sementara baby Didi di jaga oleh Cinta selagi bu Riris pergi ke sekolah Cinta untuk mengambil ijasah SMK Cinta.


Perjalanan ke sekolah Cinta memakan waktu 5 menit perjalanan dengan kendaraan umum.


Bu Riris lekas melangkah ke ruang kepala sekolah untuk mengambil ijasah Cinta.


Sementara di rumah Rofi,dirinya sedang mengingat ingat sesuatu.


"Oh iya bulan ini kan Cinta lulus sekolah,ga mungkinnya kalau Riris ga datang ke sekolah untuk mengambil ijasah Cinta ."


"Ini kesempatanku untuk membujuk Riris pulang ke rumah karena repot juga kalau ga ada Riris ."


Rofi menggerutu sendiri senyam senyum sendiri dengan keyakinan akan bertemu Riris di sekolah Cinta dan akan bisa meluluhkan hati Riris untuk bersedia kembali ke rumah.


Rofi melajukan motornya menuju ke sekolahan Cinta.

__ADS_1


Riris saat ini telah berhasil mengambil ijasah Cinta tanpa harus menunggu lama.


Namun saat Riris sedang menunggu angkutan umum di pinggir jalan raya,Riris sempat melihat Rofi sedang melajukan motornya ke arah dirinya .


"Astaghforullo al adzim,ada mas Rofi sedang menuju kemari,aduhh aku harus ngumpet dimana ini "gerutu Riris dalam hati."


Riris mengurungkan niatnya untuk menunggu angkot,dirinya segera mencari tempat persembunyian.


Riris tidak menemukan tempat persembunyian hingga akhirnya pura pura numpang buang air kencing di toilet salah satu warga di pinggir jalan raya tersebut.


Rofi juga sempat melihat Riris dari jauh,Rofi segera mempercepat laju motornya.


"Perasaan tadi Riris disini tapi kok ga ada ya,apa mungkin masuk ke sekolah Cinta ya"gerutu Rofi akhirnya melajukan motornya menuju sekolah Cinta."


Sementara Riris buru buru keluar dari rumah warga tersebut namun dari pintu depan agar tidak berpapasan dengan Rofi.


Karena saat Riris meminta ijin numpang ke toilet warga lewat pintu belakang rumah.


Ssgera Riris pergi dan kebetulan angkutan umum yang di tunggu melintas hingga Riris langsung saja naik angkutan umum tersebut.


"Alhamdulillah,terima kasih ya Allah atas perlindunganMu sehingga aku bisa menghindar dari orang seperti mas Rofi "gerutu Riris dengan menghela nafas lega ."


Lain halnya dengan Rofi yang saat ini sedang kesal karena telah kehilangan jejak keberadaan Riris.


Rofi telah ke sekolah Riris namun sang kepala sekolah mengatakan jika Riris baru saja dari sekolah.


"Sialan Riris,kok cepet banget ngilangnya padahal aku juga sudah gerak cepat tapi Riris masih bisa melarikan diri "gerutu Rofi dalam hati menahan geram."


Sementara Riris telah sampai villa dengan nafas memburu keringat bercucuran.


Riris gugup hingga tidak menjaga dengan benar perutnya yang pasca operasi.


Riris meringis karena luka jahitan agak terasa sakit.


"Aduhhh kok rada sakit ni perut,,isstt gara gara aku gugup lari lari juga naik angkotnya gugup takut ketahuan mas Rofi "gerutu Riris meringis menahan sakit."


💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫


Mohon dukungan like,vote,fav..


Supaya semangat up..

__ADS_1


__ADS_2