
Karena setiap kali Pram dulu main rumah Rofi,mesti saat malam hari saat semua anak Rofi telah tidur.
Entah bagaimana jadinya jika suatu saat Pram tahu kalau yang menghamili Cinta adalah sahabat baiknya sendiri.
Seperginya Pram ke rumah sakit,tiba tiba bel pintu gerbang berbunyi yang tak lain adalah Desy istri Pram.
Dengan membawa babynya Desy menyambangi rumah Hanna dengan tujuan untuk bermain menghilangkan kepenatan.
Desy juga ingin curhat pada Hanna jika sudah 1 minggu lebih Pram tak pulang.
Saat bel berbunyi,Hanna melihat dari balik hordeng siapa yang datang.
Hanna sempat kaget melihat kedatangan Desy.
"Aduhh ini orang ngapain juga datang kemari si?"gerutu Hanna dalam hati."
Hanna tidak menyadari jika di belakang Hanna ada tuan Malik.
"Ngintipi siapa si bu?"tanya tuan Malik sembari menepuk bahu istrinya hingga Hanna melonjat kaget."
"Astahfirulloh al adzimm ayah bikin ibu kaget saja,itu yah ada Desy datang kemari "jawab Hanna ."
"Loh,kenapa ga di bukain pintu gerbangnya bu??kasihan juga kan bawa bayi?"ucap tuan Malik memberi saran."
"Iya ayah,itu si bibi juga lagi bukain pintu "ucap Hanna sekenanya."
"Ayah sebaiknya istirahat saja,biar ibu yang nemuin Desy "ucap Hanna memberi saran."
"Ibu cape kok bu tiduran terus,ayuk kita sama sama saja nemuin temen ibu itu "ucap tuan Malik melangkah perlahan ke halaman rumah menyambut datangnya Desy."
"Assalamu alaikum,maaf mas Malik saya ganggu istirahatnya ya "ucap Desy seraya tersenyum ramah."
"Walaikum Sallam wr wb,tidak kok mba Desy,kebetulan kami juga lagi ga kemana mana "jawab tuan Malik seraya membalas senyuman Desy."
"Silahkan duduk dulu mba,sebentar lagi juga Hanna keluar"ucap tuan Malik."
Tak berselang lama Hanna muncul menyalami Desy.Hanna juga basa basi menanyakan kabar dari Desy.
Tiba tiba Desy cerita tentang Pram yang sudah 1 minggu lebih tidak pulang ke rumah,tepat di hadapan tuan Malik juga.
__ADS_1
Tuan Malik mengernyitkan alis tanda heran.
"Loh memang mba Desy ga tahu kalau sudah seminggu lebih mas Pram kerja di sini sebagai security?"tanya tuan Malik menatap heran pada Desy."
"Ga mas Malik,saat pertama kali mas Pram memberi kabar telah mendapat pekerjaan jadi security,mas Pram tak memberi tahu jika ternyata jadi security di sini "ucap Desy meyakinkan tuan Malik."
"Maaf ya mba Desy,memang saat seminggu lebih kami berdua sedang berada di rumah sakit jadi mas Pram ga bisa pulang,padahal si mas Pram mintanya 1 minggu sekali pulang "ucap tuan Malik merasa ga enak sama Desy."
"Ga apa apa kok mas Malik,oh jadi kalian berdua sama sama habis opname di rumah sakit,memangnya kalian berdua sakit apa?"tanya Desy menyelidik."
Tuan Malik menceritakan jika dirinya mengalami penyakit gagal ginjal dan telah melakukan operasi traspalasi ginjal,kebetulan yang mendonorkan ginjal adalah istri tuan Malik sendiri si Hanna.
Setelah mendengar penjelasan dari tuan Malik,Desy hanya ber hooh ria.
Tiba tiba tuan Malik ingat Pram,tuan Malik melihat ke posko namun Pram tidak ada.
"Bu,mas Pram kok ga ada di posko memangnya lagi kemana??pamit ga sama ibu?"tanya tuan Malik menyelidik."
Hanna bingung harus menjawab apa pada tuan Malik.
"Iya yah,tadi si pamit katanya ada urusan penting tapi ga ngomong ke ibu urusan penting apaan "jawab Hanna seraya menutupi rasa gugupnya."
Sementara saat ini Pram telah berada di rumah sakit dan kebetulan Hanna telah memberikan nomor ponsel Narti pada Pram.
Hingga Pram cepat menemukan ruang rawat Cinta.
Narti sangat terkejut saat melihat Pram datang.
"Apa maksud bu Hanna,ini orang ayah kandungnya Cinta??bukannya ini security di rumah bu Hanna,permainan apa lagi yang di mainkan bu Hanna sama orang ini?"gerutu Narti di dalam hati."
Pram menyapa Narti dan menanyakan kondisi Cinta.Tak sungkan Narti bertanya pada Pram.
"Mmaf mas sebelumnya jika saya lancang,bukankah mas yang bekerja jadi security di rumah bu Hanna?"tanya Narti menyelidik."
"Iya mba benar sekali,tapi saya bekerja atas rekomendasi tuan Malik bukan Hanna "jawab Pram seolah tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Narti."
"Apa tuan Malik tahu jika anda ayah biologis Cinta?"tanya Narti kembali."
"Tidak ada yang tahu mba,selain Hanna,saya,dan mba Narti,jadi saya minta mba Narti juga menyimpan rahasia ini baik pada Cinta maupun tuan Malik "ucap Pram memelas."
__ADS_1
"Saya hanya ingin menebus dosa masa lalu saya pada Cinta karena dulu saat Hanna hamil Cinta saya tidak mau bertanggung jawab karena saya juga punya istri "ucap Pram tertunduk malu."
Narti hanya tersenyum yang di paksakan dan menghela nafas panjang.Semua ini terasa begitu rumit menurut Narti.
Namun Narti tidak akan bercerita pada Cinta tentang jati diri Pram,Narti juga tak ingin Cinta lebih terluka hatinya jika mendapati kenyataan ini.
Narti masih punya hati nurani dan telah menganggap Cinta ponakan sendiri dan sangat mengasihi Cinta.
Narti juga tak ingin menyakiti hati tuan Malik yang sangat baik.
Sejenak Narti mengajak Pram menemui dokter yang merawat Cinta.
Pram bertanya apakah dirinya bisa mendonorkan darahnya,karena masa lalu Pram adalah seorang pemabuk berat.
"Setelah saya periksa,memang golongan darah anda sangat cocok dengan pasien,yang ingin saya tanyakan kapan terakhir anda mengkonsumsi minuman keras?"tanya sang dokter menyelidik."
"Sudah cukup lama dok,sejak beberapa tahun yang lalu saya telah berhenti mengkonsumsi minuman keras"jawab Pram ."
"Tidak ada ketentuan khusus berapa lama seseorang yang mengkonsumsi alkohol dapat mendonorkan darahnya,namun pada umumnya pada seorang pemabuk atau seorang alkoholisme di larang untuk mendonorkan darahnya "ucap dokter."
"Duar ..."
Bagaikan di sambar petir saat Pram ingin menebus salah dan dosanya pada anaknya tapi tidak bisa.
Perlahan air mata Pram menetes dan tak bisa berkata apapun,Pram bangkit dari duduknya meninggalkan ruangan dokter tanpa mengucapkan permisi.
Saat sampai di depan pintu,tiba tiba Pram tersungkur memukuli kepalanya sendiri dan terus saja merutuki kesalahan masa lalunya.
Sang dokter merasa iba pada Pram dan menghampiri Pram,mengulurkan tangannya pada Pram supaya Pram bangkit berdiri.
"Sabarlah tuan,kami juga akan terus berusaha mencari pendonor yang tepat buat pasien .Banyak banyaklah berdoa saja,supaya kami lekas menemukan donor untuk pasien "hibur sang dokter."
Pram bangkit dan pergi dari ruangan itu dan menemui Narti dengan mengatakan jika dirinya tidak bisa mendonorkan darahnya untuk Cinta karena masa lalu kelamnya yang suka mengkonsumsi alkohol.
🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊
Mohon dukungan like,vote,favorit ..
Supaya author semangat up..
__ADS_1