
Selagi asik melamun sambil memikirkan Cinta,tiba tiba ponsel Hanna bergetar pertanda ada notifikasi chat pesan masuk.
"Hay Hanna ini aku AA,bisa ga kita bertemu karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan masalah motorku yang kamu tabrak waktu itu "
Demikian isi notifikasi chat pesan dari AA.
"Baiklah otw nech..kita bertemu dimana?"balasan chat dari Hanna."
"Di bengkel yang waktu itu Han,biar kamu percaya kalau memang motorku belum beres"jawaban chat pesan dari AA."
Hanna segera melangkah pergi tapi terlebih dulu pamit sama tuan Malik.
Saat tuan Malik ingin menemani Hanna,Hanna melarang karena tuan Malik kondisi sedang kurang fit.
Hanya beberapa menit saja Hanna telah sampai di bengkel yang waktu itu bersama AA.
"Waahh semakin cantik saja nech Hanna,tapi bagaimana caraku untuk bisa meluluhkan hatinya ya"batin si AA makin terpesona dengan Hanna."
"Bagaimana A,apa lagi yang perlu di servis?"tanya Hanna to the point."
"Duduklah dulu Han,ini motor kan dari kemarin disini belum aku bawa pulang karena kerusakannya parah,kalau ga percaya tanya saja sama mekaniknya "ucap AA mencoba meyakinkan Hanna."
Padahal AA telah merekayasa semua ini supaya bisa bertemu dengan Hanna lagi.AA juga telah bekerjasama dengan para mekanik yang ada di bengkel tersebut agar menuruti kemauan AA dengan AA memberikan imbalan sejumlah uang.
Hanna bertanya pada sang mekanik apa saja yang rusak dan kira kira berapa biayanya.
"Han,bisa kita berbicara berdua sebentar saja tapi tidak di sini "ucap AA sambil menunjuk sebuah cafe samping bengkel."
Hanna sebenarnya enggan menuruti kemauan AA namun Hanna ga enak karena dirinya yang telah membuat motor AA rusak parah.
"Kita ngopi ngopi saja disini ya Han,ga enak juga kan kalau nunggu di bengkel yang kecil dan sempit "ucap AA menatap genit pada Hanna."
Hanna merasa risih dengan tatapan AA yang menurut Hanna tatapan genit.
"Sebel banget sebenernya aku harus ketemu orang ini,pikirku urusanku dengannya telah selesai malah berkelanjutan seperti ini "batinnnya."
"Han kok kamu diam saja apa kamu sedang ada masalah,aku mau kok jadi teman curhatmu setiap saat setiap waktu "ucap AA dengan percaya dirinya."
"cihh.. ini cowo kok sok ke gantengan amat ya "batin Hanna semakin tak suka dengan sikap AA."
"Maaf ya AA total berapa si biaya motormu karena aku ga bisa lama lama sedang ada keperluan "ucap Hanna ketus."
__ADS_1
"Ketus amat si Han,apa ga bisa kita ngobrol sejenak sambil nunggu motorku bener "rajuk AA murung."
"Mohon maaf aku belain dari rumah kemari karena aku ingin tanggung jawab membayar kerusakan motormu,karena suamiku di rumah sendirian juga lagi sakit jadi ga bisa berlama lama"ucap Hanna panjang lebar."
"Yyahhh ternyata sudah bersuami,pikirku janda atau perawan tua tapi ga mungkin juga orang secantik Hanna belum punya pendamping "batin AA."
Hanna gelisah tak bisa duduk tenang hingga akhirnya Hanna bangkit dari duduknya melangkah ke bengkel untuk mengetahui berapa kira kira biaya servis motor AA.
AA yang melihat Hanna berlalu begitu saja ikut bangkit dari duduknya mengikuti langkah kaki Hanna.
Hanna bertanya pada sang mekanik sebenarnya apa kerusakan motor milik AA dan membutuhkan biaya berapa untuk ongkos servisnya.
Hanna merasa heran karena menurut Hanna dirinya hanya menyenggol bagian belakang motor AA itupun pelan tapi kenapa sampai harus 2x perbaikan.
Namun rasa itu di tepisnya karena Hanna tak ingin banyak bertanya.
Hanna hanya tanya ongkosnya berapa karena dirinya sudah ingin sekali pulang.
"Mas,total berapa si ongkos untuk perbaikan motor ini?"tanya Hanna to the point."
Sang mekanik menatap AA seolah ingin meminta persetujuan.
Namun AA hanya diam saja tak memberi kode apapun hingga mekanik tersebut asal nyeplos.
Hanna tak merasa curiga langsung saja membuka tas dan mengambil uang cash di dalam dompetnya,dan langsung memberikannya pada sang mekanik.
Setelah itu Hanna berpamitan pada AA dan berlalu pergi melangkah ke mobilnya tanpa menghiraukan panggilan dari AA.
Hanna hanya mengirim pesan pada ponsel AA jika dirinya sudah tidak ada sangkut pautnya lagi karena biaya perbaikan motor sudah 2x di berikan.
"Sepertinya si AA hanya mengelabuiku tapi biarlah ibaratnya untuk sedekah "batin Hanna sambil melajukan mobilnya menuju arah pulang."
Sementara AA menggerutu geram akab sikap Hanna yang sangat dingin dan tak bersahabat.
Namun AA malah semakin tambah tertantang untuk meluluhkan hati Hanna walaupun AA tau jika Hanna telah bersuami.
Tak terasa Hanna telah sampai depan pintu gerbang,tapi dirinya ingin bertemu Cinta .
Hingga memutar balik arah mobilnya melajukannya ke arah villa Riris.
Hanya beberapa menit saja Hanna telah sampai di depan villa Riris.Dan membunyikan klakson mobilnya,hingga si mamang lekas membukakan pintu gerbangnya karena telah hafal dengan Hanna.
__ADS_1
"Assalamu Alaikum "
"Walaikum Sallam eh kamu Han,yuk masuk "ucap Riris."
Hanna langsung menjatuhkan pantatnya ke sofa dan celingukan.
"Anak anak kemana Ris?"tanyanya."
"Cinta ada di kamarnya kalau Dika sama Dede lagi sekolah belum pulang "jawab Riris."
"Ini kebetulan aku ketemu tukang sate jadi aku beli,panggil Cinta gih,aku pengen sarapan bareng Cinta disini,ini jatah buatmu juga ada Ris sama Dika Dede "ucap Hanna ."
Riris segera memanggil Cinta untuk menemui Hanna.
Cinta mencium tangan Hanna,bergetar hati Hanna ingin sekali memeluk dan menciumi Cinta.
"Duduklah nak,kamu sudah sarapan belum?"tanyanya."
"Sudah kok tante "jawab Cinta singkat."
Tapi mata Cinta tak berkedip menatap sate di meja seolah menginginkannya.
Hanna bisa mengerti tatapan mata Cinta menginginkan sate di meja.
"Nak temenin tante sarapan yakk,ini tante sudah beli sate "ucapnya mengajak Cinta makan."
Binar keceriaan jelas terlihat di wajah Cinta,membuat mata Hanna berkaca kaca semakin merasa bersalah pada Cinta telah membuatnya menderita.
Cinta makan dengan lahapnya serasa lama tak makan.Tiba tiba Cinta bersuara.
"Hemm enak,tante tahu saja kalau Cinta lagi pengen makan sate,makasih ya tan."
Cinta yang menjadi pendiam sejak mengalami musibah tersebut,kini perlahan mau mengeluarkan suara.
Riris sempat kaget mendengar suara Cinta,yang lama sekali tak terdengar.
Biasa Cinta berkata hanya bila menjawab suatu pertanyaan.
Sejenak Hanna mengajak Cinta mengobrol yang ringan ringan supaya Cinta sedikit terhibur dan tak memikirkan beban hidupnya yang saat ini telah hamil di usia mudanya.
Hanna akan mendekati Cinta secara perlahan lahan.
__ADS_1
❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣