Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 83


__ADS_3

Sore menjelang, Cinta berpamitan pada Hanna dan Tuan Malik untuk menyambangi rumah Riris.


Cinta kangen pada ibu angkat dan ke tiga adik angkatnya.Sudah lama Cinta tak bertemu mereka.


Dirinya pergi di antar oleh sopir pribadi tuan Malik.


Cinta memilih untuk menginap di villa Riris .


Tak terasa waktu telah menjelang malam,


saat ini Maya tengah mendapatkan informasi tentang Rofi dari asisten pribadinya.


"Pak Doni, kenapa lama sekali waktu di perintah antar mas Rofi?"tanya Maya menyelidik.


"Maafkan saya, nyonya.Karena pada saat itu tuan Rofi tidak langsung pulang ke villa "ucap Doni seraya tertunduk lesu.


"Lah, terus pergi kemana mas Rofi?apa bapak tahu?"tanya Maya sangat penasaran.


"Tahu nyonya, saat itu tuan Rofi meminta pada saya mengantarnya ke sebuah villa di dekat jalan raya besar "ucap Doni seraya menunjukkan semua hasil memotretnya yang di abadikan di ponselnya.


Sejenak Maya melihat foto-foto hasil jepretan Doni.


"Villa siapa ini, ada tiga anak lelaki?selama ini mas Rofi tak pernah bercerita tentang masa lalunya, apakah mereka ini ada hubungannya dengan mas Rofi??kok aku jadi penasaran seperti ini sih??"gerutu Maya seraya sesekali melihat ulang foto-foto tersebut.


"Apa bapak masih ingat di mana letak villa ini?"Maya menunjukkan foto villanya pada asisten Doni.


"Masih nyonya "jawabnya singkat.


"Ya sudah, besok pagi bapak antar saya ke villa ini "ucap Maya seraya mengembalikan ponsel Doni.


"Mah, ada apa si?!kok sepertinya mamah serius sekali ngobrolnya sama Pak Doni?"tanya Roy penasaran.


"Pak Doni memberitahu kalau kemarin Om Rofi nggak langsung pulang tapi mampir ke sebuah villa, di mana di dalam villa tersebut ada tiga anak lelaki.Mamah penasaran Roy, ada hubungan apa Om Rofi sama ke tiga anak itu.Besok mamah akan ke villa itu sama Pak Doni "Maya berucap seraya menghela napas panjang.


"Mah, bagaimana kalau Roy ikut mah?Roy lagi suntuk banget, besok mau libur kerja.Kita berangkat bareng, biar Pak Doni yang nyopirin sekalian Roy refresing sama mamah "Roy memberikan usul seraya menaik turunkan alisnya.


"Hhemm kamu cerianya kalau ada maunya saja, kalau nggak ada muka selalu di tekuk "cibir Maya.

__ADS_1


"Ceria di omong, kalau cemberut apa lagi.Maunya mamah, Roy harus bagaimana sih??"Roy merajuk memalingkan pandangannya.


"Ce ile, begitu saja ngambek seperti anak kecil saja "Maya memencet hidung mancung Roy.


Keduanya sama-sama terkekeh.


"Sudah lama sekali aku nggak pernah bercanda sama mamah seperti ini, saat dulu mamah jadi istri Om Rofi.Aku seneng sekarang mamah bisa lepas dari Om Rofi "gumam Roy dalam hati seraya tak henti menatap Maya.


"Nak, kok kamu ngeliatin mamah seperti ini?" Maya mencubit kedua pipi Roy.


"Auuhhh, sakit tahu mah "rajuknya.


"Nggak apa-apa mah, Roy cuma seneng saja mah.Karena mamah sudah perhatian lagi sama Roy, nggak seperti waktu mamah jadi istri Om Rofi " ucapnya.


"Maafkan mamah ya nak, sekarang mamah sadar.Jika kamulah yang paling penting di dalam hidup mamah "Maya mengusap surai hitam Roy seraya mata berkaca-kaca.


"Ya sudah mah, nggak usah di bahas lagi.Mending sekarang kita tidur, besok pagi-pagi kita berangkat "Roy bangkit dari sofa seraya mengulurkan kedua tangan pada Maya supaya lekas berdiri.


Maya menerima uluran tangan anaknya, dan mereka berjalan berdampingan.Maya merangkul pundak Maya, kedua berpisah saat telah sampai di kamar masing-masing.


Pagi menjelang, Roy telah bangun.Namun dirinya masih bermalas-malasan di pembaringan.


"Nak, sudah bangun belum?katanya kita mau berangkat pagi-pagi?"Maya mengetuk pintu kamar Roy.


"Iya mah, Roy sudah bangun kok.Sebentar Roy mandi dulu, mamah tunggu di lantai bawah saja mah" Roy menjawab ucapan Maya seraya lekas bangkit dari pembaringab dengan berlari kecil ke kamar mandi.


Tak berapa lama kemudian Rofi dan Maya telah berada di dalam mobil.


"Roy, kita sarapan di jalan saja ya?biar nggak kesiangan karena jarak kan lumayan jauh bisa 3 jam "Maya berucap seraya mengusap bahu Roy.


"Siap mah, terserah bagaimana baiknya mamah saja "ucap Roy.


Mobil pun lekas melaju menuju arah villa.


Berbeda situasi di villa Riris, saat ini Riris dan Cinta sedang bernostalgia memasak bersama.


"Nak, ibu ingin ngobrol sebentar denganmu bisa kan?" Riris bertanya agak ragu.

__ADS_1


"Ngomong saja bu, biar Cinta dengerin sambil masak kan bisa"ucap Cinta seraya asik memotong sayuran.


"Nak, kenapa kamu sampai sekarang belum bisa menerima Attha?kasihan Attha, dia nggak tahu apa-apa, nak?"tanya Riris.


"Bu, Cinta kemari menginap di sini karena di rumah ibu Hanna juga berkata sama seperti ibu "Cinta meletakkan pisaunya dengan kasar.


"Maafkan ibu,nak.Bukan maksud ibu membuatmu tak nyaman di rumah ini.Tapi ibu nggak ingin kamu menyesal di kemudian hari dengan tak menganggap ada Attha"Riris tak kuasa hingga matanya berkaca-kaca.


"Kalau saja bisa menyayangi ke tiga adikmu yang darah daging Ayah Rofi, kenapa kamu nggak bisa menyayangi Attha yang justru darah dagingmu sendiri?" Riris mencoba menasehati Cinta.


"Kamu maksud nggak apa yang barusan ibu katakan?Anak-anak ibu dan anakmu sama kan, satu bapak.Kamu bisa menyayangi ketiga anak ibu padahal mereka anak Ayah Rofi.Harusnya kamu juga bisa menyayangi Attha juga, apa lagi Attha anak kandungmu.Kamu boleh benci ke Ayah Rofi tapi janganlah kamu benci Attha yang tak berdosa "Riris terus saja mencoba menasehati Cinta.


Cinta hanya diam,tak mengucap satu kata pun.Dirinya sedang merenung segala ucapan dari Riris.


"Sebenarnya apa yang Ibu Riris ucapkan benar, ketiga adik lelakiku anak si Rofi.Tapi aku bisa sayang mereka, kenapa aku tidak mencoba membuka hatiku untuk menyayangi Attha??"gumamnya dalam hati.


"Nak, kamu marah ya sama ibu?maafkan ibu ya nak, bukan maksud ibu membuka luka lama kamu "Riris sangat khawatir akan sikap diamnya Cinta.


"Cinta nggak marah kok bu, apa yang ibu katakan memang ada benarnya.Namun untuk saat ini Cinta masih belum bisa menerima Attha sebagai anak Cinta.Maaf ya bu, semua butuh proses.Tapi Cinta akan berusaha membuka hati buat Attha "Cinta tak ingin Riris bersedih hingga berkata hal seperti ini.


"Baiklah nak, kita lanjut memasak saja biar kamu nggak sedih lagi "Riris segera mengalihkan pembicaraan.


Riris nggak ingin Cinta mengingat masa lalunya yang sangat buruk.


Mohin dukung lik,vote,fav kaka..


Sedikit visual tapi maaf edit belom ok🙏🙏🙏


PRAM



DESY



MAYA

__ADS_1



__ADS_2