Ayah Angkatku Ayah Anakku

Ayah Angkatku Ayah Anakku
Part 20


__ADS_3

Cinta begitu kaget saat melihat siapa yang memencet bel pintu gerbang yang tak lain adalah ayah Rofi.


Cinta langsung masuk ke dalam melangkah menuju ke kamarnya,langsung Cinta mengunci pintu kamarnya.


Cinta panik gemetaran tak karuan sepintas teringat kejadian naas itu.


"Ya Allah..lindungi Cinta ya Allah.."gerutunya."


Cinta mengambil ponselnya dan segera menelfon bi Narti namun panggilan tak terjawab.


Cinta mencoba menelfon paman Narto juga tidak di angkat.Cinta semakin gelisah dan ketakutan karena ayah Rofi tak lekas pergi tapi terus saja memencet bel pintu gerbang.


Sejenak Cinta mengatur nafas dalam dalam mencoba menenangkan pikirannya.


Cinta terdiam mengamati apakah ayah Rofi masih memencet bel atau tidak.


Sementara ayah Rofi geram karena menunggu di balik pintu gerbang namun tak jua ada yang membukanya.


"Aku tahu Cinta ada di dalam rumah,dasar anak durhaka,sudah di rawat dari kecil malah kurang ajar!!"gerutu ayah Rofi sembari berlalu meninggalkan rumah Narto."


Cinta mengintai kembali dari balik hordeng apakah ayah Rofi telah pergi atau masih di balik pintu gerbang.


"Alhamdulillah..terima kasih ya Allah..Engkau masih melindungiku "ucapnya."


Cinta merasa lega karena sudah tak tampak lagi si biadab Rofi.


Cinta melangkah ke dapur ingin iseng bikin kue daripada bengong.


Sementara Hanna merasa jenuh ingin sekali bertemu Riris namun Riris saat ini sedang bekerja di laundry.


Akhirnya Hanna iseng menelfon nomor ponsel paman Narto ingin tanya tentang anaknya namun paman Narto sedang sibuk sehingga paman Narto tak angkat telfon dari Hanna.


Hanna memutuskan untuk bermain ke panti asuhan dekat rumah paman Narto untuk menghilangkan kejenuhan hatinya.


Segera Hanna melajukan mobilnya menuju panti asuhan tersebut.


Hanya beberapa menit perjalanan,Hanna telah sampai didepan panti asuhan dengan sesekali melirik ke rumah paman Narto.


Hanna memarkirkan mobilnya di depan panti asuhan dan segera masuk memberi salam pada pengurus panti.


"Assalamu Alaikum "


"Walaikum Sallam wr wb..ohh bu Hanna..silahkan duduk ibu "jawab bu pengurus panti tersebut."

__ADS_1


Keduanya berbincang bincang panjang lebar bahkan Hanna menyempatkan bermain dengan anak anak panti asuhan tersebut.


Setelah 1 jam berada di panti,pamitlah Hanna untuk pulang namun Hanna tak lupa memberikan uang untuk keperluan panti.


Hanna telah memutuskan untuk menjadi salah satu donatur di panti asuhan tersebut.


Hanna sempat mencari anak yang seumuran anaknya di panti tersebut namun tidak di temuinya.


"Huft berharap yang tak pasti,pikirku ada anak yang seumuran anakku di panti tersebut,ternyata anak panti tersebut masih sangat kecil kecil "gerutunya dalam hati."


Hanna lekas menjalankan mobilnya meninggalkan panti tersebut dengan perasaan kecewa.


🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu,tak terasa telah sore saja.


Riris telah pulang dari laundry tepat jam 4 sore,dirinya sengaja ijin pulang lebih cepat dengan alasan ada kepentingan keluarga yakni mau kondangan ke tempat saudara.


Padahal dirinya ingin beraksi menyelidiki nomor ponsel yang tak bernama di ponsel suaminya.


Riris meminta tolong pada Hanna untuk menemaninya namun sebelum Riris menemui Hanna,dirinya mengecek suaminya apakah berangkat kerja atau tidak.


Setelah Riris mengetahui suaminya sedang ada di tempat kerjanya,barulah Riris benar benar melancarkan aksinya tersebut.


Hanna dan Riris ketemuan di tempat biasa,segera Riris masuk dalam mobil Hanna.


"Han,ini nomor ponsel yang sempat kirim notifikasi chat pesan ke ponsel suamiku tapi suamiku bilang tidak mengenal nomor ponsel tersebut "ucap Riris menunjukkan nomor ponsel asing tersebut pada Hanna."


"Gini Ris,kita jebak saja dengan kamu berpura pura jadi suamimu dan ajak dia ketemuan sekarang juga,ntar kalau kita sudah bertemu dengannya kamu terserah mau apain itu orang "ucap Hanna memberi saran."


Riris menuruti saran dari Hanna,sebelumnya dirinya miscall nomor ponsel orang itu untuk mengetahui masih aktif atau tidak.


Ternyata nomor ponsel masih aktif,malah orang yang memiliki nomor ponsel tersebut mengirim notifikasi chat pesan dengan bertanya siapa Riris.


Riris berpura pura jadi Rofi dan mengirim notifikasi chat pesan pada orang itu.Orang itu merasa terpancing dan bersedia di ajak ketemuan.


"Kita berhasil Han,tuh orang mau di ajak ketemuan ,kamu tahu cafe ini ga Han??"tanya Riris menunjukan balasan chat dari orang itu."


"Tahu Ris,deket banget kok dari sini kok,sekarang saja kita jalan apa Ris?"ucap Hanna meminta persetujuan dari Riris."


"Ok Han lebih cepat lebih baik yuk sekarang aja "ucap Riris mengajak Hanna."


Segera Hanna meluncur menuju cafe yang telah di tentukan orang yang di chat oleh Riris.

__ADS_1


Tak berselang lama Hanna dan Riris telah sampai di cafe tersebut.


"Coba tanya Ris,orangnya pake baju warna apa?"usul Hanna."


"Ini Han,orangnya sudah ngasih tahu kalau dirinya pake kaos warna merah lagi duduk di pojokan "ucap Riris sambil mencari cari orang itu."


"Gini saja Ris,kamu miscall dia,entar aku yang cek kiranya mana yang angkat miscall darimu "saran Hanna."


Riris lekas menelfon orang itu dengan ponsel Riris di sembunyikan.


"Itu Ris dia pake kaos merah rambut panjang,lihat itu dia mengangkat telfon darimu Ris.Yuk buruan kita samperin "ajak Hanna sudah tak sabar."


Segera Riris dan Hanna menghampiri wanita tersebut.


Riris terhenyak kaget saat melihat wanita tersebut sangatlah muda seumuran Cinta.


Riris dan Hanna langsung duduk di hadapan anak ABG tersebut.


"Maaf mba mba ini siapa ya?"tanya gadis ABG tersebut "


"Apa kamu sedang menunggu orang yang namanya Rofi?"tanya Riris menyelidik."


"Loh kok mba tahu,memang aku lagi nungguin om Rofi,bilangnya mau ketemuan tapi kok ga datang datang,apa mba ini di perintah oleh om Rofi?"gadis ABG tersebut balik bertanya."


"Memang apa hubungannya ade sama kakakku?"tanya Riris menyelidik."


"Ohh jadi mba adik om Rofi,kenalin mba aku ini pacarnya om Rofi "ucapnya sambil mengulurkan tangannya."


Dengan rasa enggan Riris mengulurkan tangannya juga.


"Memang ade udah lama pacaran sama kakakku,apa ade ga tahu jika mas Rofi itu sudah beristri?"tanya Riris menahan geram."


"Sudah tahu lah mba tapi karena aku butuh uangnya makanya aku rela pacaran dengan om om,hubungan kita berjalan sudah cukup lama kok mba hhhemmm ada 1 tahunan "ucap gadis ABG itu."


Gadis ABG itu dengan bangganya bercerita banyak hal tentang hubungannya dengan Rofi,bahkan kerap kali mereka melakukan hubungan suami istri di setiap pertemuannya.


Hati Riris serasa di tusuk tusuk sembilu,sakit namun tak berdarah


🤯🤯😟😟🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯


Mohon dukungan like,vote,favofitnya ka..


Biar semangat up..

__ADS_1


__ADS_2