Bapak Tentaraku

Bapak Tentaraku
Bab 10


__ADS_3

Tidak ada satu pun siswa yang menjawabnya


“Jadi pencemaran itu bisa terjadi di empat macam yang pertama pencemaran tanah nah pecemaran tanah berarti masuknya suatu zat ke dalam tanah apa contohnya ada yang tahu” tanya ku lagi


“Sampah bu” jawab mulia


“Iya sampah jadi sampah itu harus diapakan”


“Bakar bu” jawab Zidan


“Nah salah sampah itu harus dikubur, jadi sampah itu ada dua macam ada yang namanya sampah organik dan ada sampah non organik” aku membuat semacam denah di papan tulis supaya para siswa lebih mengerti “jadi sampah organik itu seperti daun kering atau kotoran hewan jadi sampah tersebut boleh dikubur supaya menjadi kompos atau pupuk nah pupuk itu akan menyuburkan tanaman”


“Kalau sampah non organik bu” tanya syifa


“Sampah non organik itu bisa didaur ulang contohnya plastik, kaca, dan kaleng bekas itu semua tidak boleh dikubur bisa menyebabkan pencemaran tanah nanti tanahnya tidak akan subur lagi”


“Kalau dibakar bu” tanya Nabil


“Boleh kita membakar sampah” aku menanya mereka balik


“Gak bu” jawab Alil


“Nah kenapa Alil”


“Gak tahu bu”


“Uuuu” teriak Zidan dan Aqsa


“Sudah - sudah” lagi - lagi aku harus menenangkan mereka dari keributan “sampah itu tidak boleh dibakar jadi di pembakaran itu kan ada asap, kalian tahu asap kan”


“Tahu bu”


“Yang gak tahu asap siapa”


“Yang gak tahu asap lemah” ledek Aqsa


“Aqsa” panggilku pelan


“Iya bu” Aqsa melemparkan senyumannya


“Jadi asap dari hasil pembakaran itu akan menyebabkan pemanasan global”


“Bu pemanasan global itu apa” tanya Asrar


“Jadi pemanasan global itu, intinya yang kalian harus tahu adalah suhu di bumi itu akan meningkat atau dengan kata lain bumi itu semakin panas”


“Kaya sekarang ya bu” jawab Aqsa


“Iya itu adalah salah satu efek dari pencemaran tadi, oke sekarang kita lanjut ke pencemaran yang kedua yaitu pencemaran suara, ada yang tahu pencemaran suara contohnya seperti apa”


“Suara Aqsa bu” jawab Zidan


“Eh enak saja, suara Alil itu” jawab Aqsa


“Suara Rina tu, suara dia kan jelek” jawab Alil


“Kok aku” Jawab Rina


Kali ini Aku hanya bisa mengeleng - gelengkan kepalaku ke kiri dan ke kanan sambil tersenyum melihat ke arah mereka.


“Nah itu jawabannya” jawabku memecahkan keributan mereka


“Apa bu” jawab Zuhra


“Iya suara - suara besar dari mereka tadi merupakan salah satu contoh dari pencemaran suara, jadi siapa pun yang nada bicaranya keras sampai mengganggu orang lain itu namanya”


“Pencemaran” seru semua siswi


“Uuuu” teriak semua siswa


Bel pulang pun berbunyi


“Jadi sudah jelas ya apa itu pencemaran beserta contohnya minggu depan kita lanjut dua contoh lagi, sekarang siapa yang duduk paling rapi boleh pulang duluan”

__ADS_1


Semua siswa duduk dengan rapi


“Sekarang barisan ini boleh keluar” mereka berjalan satu persatu keluar ruangan “sekarang barisan ini”


Akhirnya mereka semua keluar begitu juga dengan aku yang juga keluar dan pulang ke rumah.


Sampai di rumah aku mengganti pakaian kerja dengan pakaian rumahan setelah makan siang aku duduk santai di ayunan depan rumah. Handphone ku berdering


Via telpon


Aku


Assalamualaikum


?


Waalaimumsalam sayang, sedang apa sayang


Aku


Lagi santai - santai saja sayang, kalau abang


Andi


Abang lagi piket


Aku


Jaga kantor bang


Andi


Iya biasa biar gak hilang kantornya


Aku


Jiah bisa ya abang ini bercanda


Andi


Aku


Boleh bang, kemana


Andi


Ketempat bakso


Aku


Wah asik tu, ayuk lah


Andi


Yasudah adek sekarang siap - siap ya bentar lagi abang jemput


Aku


Iya abang


Panggilan itu berakhir aku berjalan ke kamar untuk bersiap - siap. Setelah selesai mandi aku memakai baju dan mengoleskan make up tipis di wajahku. “Aku pakek lip cream ini saja lah, ombre gak ya” aku mengoleskan lip cream berwarna nude sebagai base ombrenya kemudian mengoleskan lip cream berwarna lebih terang di bagian bibir tengah “oke sudah selesai”


Handphone ku kembali berdering


Andi


Sayang abang di depan


Aku


Oke sebentar ya adek keluar


Aku merapikan baju dan memakai sedikit parfum lalu keluar kamar berpamitan sama ayah dan mama.

__ADS_1


“Yah, pergi sama bang Andi sebentar ya”


“Iya” jawab Ayah yang sedang menonton televisi


“Umak” panggilku yang mencari keberadaan mama


“Mama kayaknya pergi ke rumah nenek”


“Oh iya ayah, pergi ya yah” aku berjalan keluar rumah menemui Andi


Setelah sampai di luar aku langsung masuk ke dalam mobil Andi yang telah terparkir rapi di depan pagar.


“Wangi sekali” ledek Andi yang menghirup aroma ketika aku masuk mobil


Aku hanya cengengesan dengan celotehannya “kan ketemu mas pacar jadi harus wangi lah”


“Tunangan kale neng” jawabnya


“Oh iya lupa sudah tunangan ya pak”


“Iya dong” Andi menghidupkan mesin mobilnya dan menyetirnya perlahan


“Ke tempat bakso mana sayang”


“Hmm tempat pertama kali kita bertemu boleh ya sekalian flash back sama kisah kita biar romantis gitu”


“Wah sibapak, makin lope deh” aku membuat finger heart untuk Andi


“Apa tu”


“Eum saranghae”


“Nado saranghae, and borahae bisa kan aku”


“Iyalah kan kamu army juga jadi gak heran sih kalau kamu sedikit tahu tentang korea”


“Tumben pintar calon istri aku” Andi mengelus kepalaku dengan tangan kirinya


“Sayang aku puterin lagu ya” aku mengaktifkan bluetooth di handphoneku lalu mengkoneksikan ke radio mobil


Andi mendengar beat lagunya “Sayang still with you ya apapun keadaan abang ke depan kamu selalu di samping abang ya” Andi menggenggam tanganku sontak membuatku salting dan terharu dengan apa yang baru saja keluar dari mulutnya


“Always sayang, tanpa kamu minta aku akan selalu bersama kamu”


Tanpa terasa perjalanan ke warung bakso akhirnya sampai, Andi memarkirkan mobilnya.


“Turun sayang” Andi membukakan pintu mobil untukku.


“Makasih pangeran”


“Pangeran apa Pangeran kuda putih”


“Pangeran kuda pink”


“Bisa saja”


Aku dan Andi memilih salah satu tempat duduknya


“Mau pesan apa kak” tanya penjaga warung


“Bakso telurnya 2 es jeruknya 2”


“Baik silahkan ditunggu ya” penjaga warung berjalan membuat pesanan


“Masih ingat ya sayang kesukaan aku”


“Masih dong untuk kesayangan apa sih yang gak”


“Mulai ya gombalnya”


“Tidak ada gombal dalam kamusku sayang semua itu kenyataan”


“Aamiiin”

__ADS_1


Pesanan pun datang


__ADS_2