Bapak Tentaraku

Bapak Tentaraku
Bab 63 : Aku Rindu


__ADS_3

Hallo guys!!


Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku


*****


Setelah melakukan fingerprint aku mengambil motor lalu memasangkan helm dan menancap gas.


SKIP


Aku telah sampai di garasi rumah, memarkirkan motor lalu masuk ke dalam kamar. Melempar tas ke atas kasur


“Haaaaaaaa aku benar - benar merasa sendiri sekarang. Abang….. sayang kamu kapan sadarnya” duduk di atas kasur, air mataku perlahan keluar “aku rindu sama kamu. Rindu kamu panggil sayangku, cintaku bohateku. Aku tidak bisa berlama lagi untuk bertahan, aku tidak bisa berpura - pura kalau tidak ada kamu di sampingku. Ya Allah aku ingin bersama bang Andi lagi, menghabiskan hari - hariku bersamanya melewati suka duka kehidupan bersamanya. Bolehkan ya Allah???” Aku meringkuk badanku bersender di kepala ranjang. Air mataku terus turun membasahi pipiku.


Hari ini aku benar - benar sangat merindukan kehadiran kekasihku.


“Aku ke rumah sakit sajalah” menghapus air mata lalu masuk ke kamar mandi dan bersih - bersih.


Lima belas menit kemudian aku keluar dari kamar mandi memakai baju kaos lengan panjang berwarna hitam dan jeans. Aku memakai make up di wajahku. Ketika sedang melihat cermin aku melihat sosok Andi yang tersenyum ke arahku.


“Bang Andi….” Panggilku melihat bayangannya aku menoleh ke arah belakang bayangan itu menghilang.


“Kamu pasti tahu kalau aku sangat merindukanmu” memakai lipstik. Setelah itu aku memakai parfum dan hand cream di seluruh telapak tangan.


Aku keluar dari kamar berjalan ke garasi dan mengambil motor aku menancap gasnya dengan cepat. Aku ingin cepat sampai ke sana. Aku ingin berada di samping kekasihku. Hari ini entah kenapa dan mengapa hatiku, pikiranku sangat merindukannya.


Baaaaam…. Aku hampir tertabrak dengan motor lain.


“Hati - hati dong bawa motornya” teriakku kepada pengendara yang hampir menabrakku dari samping.


“Kamu yang hati - hati bawa motornya jangan melamun” teriak pengendara itu yang menyalahkan aku.


Aku sedikit melamun menyetir motor pikiranku tertuju kepada Andi.


“Ah….” Teriakku kesal “aku harus hati - hati, aku tidak mau kecelakaan aku masih mau bertemu dengan abang” ucapku tancapan gasnya perlahan aku mundurkan.


SKIP


Aku telah sampai di gerbang rumah sakit, aku mencari area parkiran yang masih kosong. “Duh penuh banget sih parkir dimana ini”


Priiiiiitttt…. “Kesana saja dek parkirnya ujung sana masih kosong” teriak tukang jaga parkiran mengarahkanku untuk berparkir di penghujung parkiran.


“Iya bang” aku menancap gas lagi ke area yang dimaksud oleh abang - abang penjaga parkiran. Setelah memarkirkan motorku abang tukang parkir itu menghampiriku.

__ADS_1


“Mau kemana sih?? buru - buru amat”


“Kenapa bang” jawabku cuek


“Bisa kali temanin abang” dia mencoba menggodaku dengan gaya genit.


“Ish apa sih, mau saya laporin ke suami saya”


“Emang siapa sih suami kamu” dia mencoba mencolek daguku namun aku menepis tangannya jadi tangannya belum sempat menyentuh daguku.


“Bang jangan kurang ajar ya” suasana di parkiran siang itu memang sangatlah sepi hanya aku yang berada di motor.


“Ada apa ini” seorang laki - laki paruh baya datang menghampiri kami. Dia merupakan bapak satpam yang kebetulan sedang berkeliling begitu dia melihat penjaga parkirnya kurang sopan dia langsung menghampirinya.


“Pak tolong abang ini mau menggoda saya” jelasku mencari pembelaan.


“Kamu ikut saya ke pos satpam” suruh bapak satpam yang postur badannya tinggi besar, wajahnya sangar tak lupa kumisnya yang hitam lebat, sehingga membuat abang penjaga parkir itu ketar ketir. “Mohon maaf ya dek atas ketidak nyamanan ini, kasus ini akan segera saya urus” dia meminta maaf kepadaku lalu aku berjalan ke lobi rumah sakit dengan sedikit berlari meninggalkan mereka aku benar - benar takut dengan hal yang baru saja kualami.


“Kamu ikut saya ke pos satpam sekarang”. Tukang parkir itu berjalan di depan, bapak satpam berjalan di belakangnya.


****


Di pos satpam


“Sudah lama kamu kerja di sini?” Tanya pak Satpam dengan suara lantang.


Kepala satpam membawa penjaga parkir itu ke kantor Kepala Humas rumah sakit.


“Permisi pak!! Ini tukang parkir yang saya laporkan tadi” ketika di pos satpam ia menghubungi kepala bagian Humas Rumah Sakit Citra Medika untuk menindaklanjutin kasus ini.


“Silahkan duduk” ucap kepala Humas. Penjaga parkir duduk di hadapannya sementara pak satpam berdiri di sampingnya. “Sudah berapa lama kamu bekerja di sini”


“Seminggu pak”


“Apa kamu tahu aturan kerja di sini?”


“Tahu pak”


“Kalau kamu tahu kenapa kamu melakukan hal yang tidak senonoh kepada pengunjung rumah sakit ini. Kamu sudah mencemarkan nama baik rumah sakit Citra Medika ini, bagaimana kalau sampai pengungjung itu menuntut rumah sakit ini lewat jalur hukum”


“Maaf pak saya khilaf saya janji tidak akan melakukan hal demikian lagi”


“Tidak saya tidak bisa mentolerin hal seperti ini, mohon maaf kamu saya pecat dan mulai detik ini kamu tidak boleh lagi bekerja di rumah sakit ini sebagai penjaga parkir. Sekarang juga kamu sudah bisa mengemasi barang - barang”

__ADS_1


“Maksudnya apa pak” dengan wajah penuh emosi mantan tukang parkir itu bangun lalu memegang kerah baju kepala Humas. “Kamu pikir saya takut, anjing kamu” satu pukulan melayang di wajah kepala Humas tersebut, pak satpam yang berdiri di samping segera meringkus mantan penjaga parkir itu.


“Kamu pergi dari sini” bentaknya mengusir.


Mantan penjaga parkir itu keluar wajahnya begitu murka “awas kalian” menunjuk ke arah pak satpam dan pak kepala Humas.


Pak satpam pura - pura menendang ke arahnya.


*****


Wajahku masih terlihat takut aku berjalan tergesa - gesa ke ruangan Andi sampai menabrak suster yang berjalan. Bukannya minta maaf aku terus melanjutkan perjalananku dengan hanya melirik ke arah suster.


Tok … tok ….. aku mengetuk pintu perlahan dan langsung masuk ke dalam ruangan. “Ma…”aku memeluk calon mertuaku.


“Kamu kenapa” tanya yang melihatku menangis.


“Ma… tadi ada tukang parkir yang mencoba menggoda adek dia hampir mau nyolek - nyolek adek” aku mengadu kepadanya.


“Apa sayang” mama begitu marah mendengarnya.


“Kenapa bu” tanya pak komandan koramil yang sedang menjenguk Andi untuk kedua kalinya. Kali ini ia datang bersama bang Adam dan pak Wahyu sahabat Andi.


“Ini pak tunangannya Andi tadi hampir dilecehkan oleh tukang parkir”


“Wah saya tidak bisa biarkan adek saya dilakukan seperti ini” bang Adam begitu marah mendengarnya “saya mau ke sana”


“Saya akan ikut juga” seru pak Koramil “saya tidak akan membiarkan hal seperti ini terjadi”


“Saya ikut juga”


Bang Adam, pak Wahyu dan pak Rusdi datang ke pos satpam.


“Sayang kamu jangan nangis lagi ya, komandan abang dan sahabatnya abang akan mengurus semuanya. Nanti bila perlu kita akan menuntutnya. Kamu jangan nangis lagi ya” ia melepas pelukanku lalu mengusap air mataku.


Aku hanya mengangguknya pelan.


“Jangan nangis dong, nanti abang dengar kamu nangis ya anak cantik mama. Kamu tidak mau kan melihat abang sedih”


Aku berhenti menangis lalu berjalan dan duduk di samping ranjang Andi.


“Abang…..” panggilku dengan lembut.


#thank you atas kunjungannya.

__ADS_1


Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.


Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.


__ADS_2