Bapak Tentaraku

Bapak Tentaraku
Bab 57


__ADS_3

Hallo guys!!


Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.


“Syukurlah kalau begitu”


“Assalamualaikum” ucap kak Anti masuk ke dalam ruangan.


“Waalaikumsalam” jawabku dan Andi kompak.


“Kok pada menangis sih” ucap kak Anti yang memperhatikanku mengusap air mataku.


“Enggak kok kak”


“Kamu apain adek abang” tanya kak Anti sedikit menuduh Andi yang duduk di sampingku.


“Enggak kak, tadi abang lagi tidur terus abang terbangun karena mendengar teriakan adek yang mengatakan bahwa abang tidak boleh pergi kemana - mana dan meninggalkan adek” jelas Andi.


“Iya dek” kak Anti mendatangiku lalu memelukku “lupain ya dek. Itu semua cuman bunga tidur. Abang tidak akan meninggalkan kita kok” bisiknya di telingaku lalu melepaskan pelukannya.


Kak Anti seakan mengerti dengan apa yang aku rasakan setelah mendengarnya dia langsung memelukku dan memberiku ketenangan.


“Iya kak, terima kasih ya” aku tersenyum ke arahnya.


“Sudah ya sayang. Jangan sedih lagi kan abang cuma mau dioperasi bukannya mau meninggalkan adek” ucap Andi memberiku pengharapan.


Suara ketukan pintu terdengar kembali


“Assalamualaikum” mama dan ayahku masuk ke dalam.


“Waalaikumsalam” seruku, Andi dan kak Anti serentak.


“Sudah hapus air matanya nanti bisa dilihat mama dan ayah dikira abang ngapain - ngapain kamu lagi” bisik Andi “sekalian ingusnya di lap juga” ledeknya.


“Apa sih abang” aku memukul pahanya pelan.


“Bu pak silahkan duduk, anak kecil berdua minggir sana”


“Jahat banget sih kak” jawab Andi lalu bangun dan aku membantunya berjalan ke arah ranjang. Mama, ayah dan kak Anti berjalan ke sofa dan duduk bersama.


“Pengajiannya belum kan” tanya mama.


“Belum ma, kata mama satu lagi” aku tersenyum “sebentar lagi waktu zuhur ma” jelasku.


“Sudah punya dua mama sekarang ya kak” ledek mama

__ADS_1


“Haha mama jangan cemburu ya. Kan tanpa mama kakak bukan apa - apa jadi mama itu tak akan tergantikan oleh siapapun”


“Iya mama bercanda kok”


“Ayah ke kantin mau ngopi sebentar” ayah bangun dari sofa lalu berjalan meninggalkan ruangan.


Beberapa menit kemudian ayah dan mamanya Andi datang.


“Assalamualaikum” ucap ayah dan mama membuka gagang pintu.


“Waalaikumsalam” keduanya lalu bersalam dengan mamaku yang duduk di sofa.


“Allahu akbar allahu akbar” kumandang azan terdengar.


“Mari bu kita shalat zuhur berjamaah di sini setelah itu kita membaca yasin” ajak mama Andi lalu menggelarkan tikar.


“Sebentar saya telpon ayahnya Kanza dulu”


Via telpon


Mama


Assalamualaikum


Ayah


Mama


Ayah balik ke ruangan ya karena acara yasinannya mau di mulai


Ayah


Iya ma ayah ke sana sekarang. Ayah bayar dulu


Mama menutup panggilannya.


“Adek duluan ke kamar mandi ya” aku yang duduk di kursi di samping ranjang Andi bangun lalu berjalan ke kamar mandi mengambil air wudhu, setelah selesai aku langsung keluar. Setelah itu mamaku masuk ke kamar mandi dan mengambil air wudhu.


Setelahnya mama keluar disusul oleh mama Andi. Setelah selesai kak Anti yang menyusulnya teakhir baru ayah Andi.


“Assalamualaikum” ayahku membukakan pintu lalu berjalan ke kamar mandi dan mengambil wudhu.


“Abang ikut juga ya shalat berjamaahnya” ucap Andi yang terbaring di ranjang.


“Boleh” kakak panggilkan suster sebentar ya untuk melepas sementara infusnya. Kak Anti berjalan keluar mencari keberadaan suster yang berjaga.

__ADS_1


**


“Sus, bisa tolong ke kamar VIP 03 sebentar”


“Kenapa kak” tanya terlebih dahulu ingin mengetahui permasalahannya.


“Itu infusnya tolong dicabut sebentar” jelas kak Anti.


“Oh baik kak” Suster mengikuti langkah kak Anti.


Setelah sampai di ruangan. Suster segera mencabut jarung selang infus dari tangan Andi lalu segera kembali ke ruangannya.


Andi turun dari ranjangnya kemudian berjalan ke kamar mandi mengambil wudhu. Setelah itu ia keluar. Aku, mamaku, mama Andi dan kak Anti memakai mukena masing - masing dan menggelarakan sajadah membuat saf.


Ayah Andi berdiri di saf paling depan untuk menjadi imam. Sementara ayahku dan Andi berdiri di belakang imam. Aku, mamaku, mama Andi dan kak Anti berdiri paling belakang.


“Allahu akbar” seru ayah Andi memulai shalat kemudian kamu semua mengukutinya.


Lima belas menit kemudian shalat zuhur telah selasai


“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” imam memberikan salam dengan menolehnya ke sebelah kanan lalu diikuti oleh kami semua sebagai makmu lalu imam memberikan salam lagi dan menolehnya ke sebelah kiri lalu diikuti oleh makmum.


Kamu semua mengangkat tangan memohon kepada Allah swt..


“Ya Allah berikanlah kelancaran untuk hamba dalam menjalankan operasi yang sebentar lagi. Berilah hamba kekuatan menjaninya hamba berserah kepadamu Ya Allah. Hamba masih ingin membahagiakan kedua tua hamba dan kekasih hamba aaaamiiiin” ucap Andi lalu mengusap tangannya ke wajah.


“Ya Allah ya tuhanku berikanlah kelancaran untuk anakku dalam menjalan ini semua. Berikanlah ia kekuatan untuk melawan penyakitnya. Hamba ingin melihatnya kembali sehat seperti sedia kala, aaaminn” ucap mama Andi lalu mengusap kedua tangannya ke wajah.


“Ya Allah berilah kelancaran calon menantu hamba dalam menjalankan operasi ini ya Allah Andi orang yang sangat baik dia telah menyayangi anak hamba dengan begitu tulus. Berikanlah kemudahan untuknya ya Allah. Aaaaamiiiin” ucap mamaku lalu mengusap kedua tangannya ke wajah.


“Ya Allah berikanlah kelancaran untuk calon menantu hamba, hamba ingin dia segera sembuh aaaammiiiin” ucap ayahku lalu menyapukan kedua tangannya ke wajah.


“Ya Allah ya Tuhanku hamba mohon kepadamu untuk kesembuan putra hamba. Hamba ingin ia hidup sehat dan tidak merasakan sakit. Ya Allah hamba sangat menyayanginya” ucap ayah Andi lalu mengusap kedua tangannya ke wajah.


“Ya Allah aku memohon kepadamu, aku hanya ingin meminta bang Andi segera sembuh ya Allah aku tidak ingin mimpiku benar - benar terjadi dan aku kehilangan dia dalam hidupku. Aku belum siap ya Allah dan selamanya tidak akan siap. Hamba ingin bersamanya lagi dan menjalankan kehidupan ini bersamanya aaaaamiiiin” ucapku lalu mengusap kedua tanganku ke wajah.


“Ya Allah adik hamba, adik satu - satunya yang paling hamba sayang. Ya Allah berilah kelancaran operasinya dan Andi baik - baik saja ya Allah. Aaaamiiin” ucap kak Anti lalu ia mengusap kedua tangannya ke wajah.


Kami semua membuat lingkaran untuk duduk.


“Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, auzu billahi minash shaitan rajeem bismillah rahman rahim” ayah Andi memulai pengajian lalu kami semua menyambutnya.


“Bismillah rahman rahim yā sīn”


#thank you atas kunjungannya.

__ADS_1


Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.


Di tunggu part selanjutnya ya bye.


__ADS_2