
Hallo guys!!
Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.
*****
“Ye ye ye” aku begitu kegirangan kalau sudah ingin bertemu dengan Andi. Namun, rasa kegirangan itu juga bercampur aduk dengan rasa deg degan.
SKIP
Aku telah sampai di depan gerbang rumah Andi. Aku memberhentikan motorku lalu membuka pintu pagarnya setelah itu aku memasukkan motornya dan menutup pintu pagar kembali.
Aku melajukan motorku sampai ke garasi. Aku memarkirkan motorku, meletakkan helm di atas spion lalu berjalan ke pintu utama.
“Assalamualaikum” aku mengetuk pintu perlahan.
Dari dalam terdengar langkah kaki menuju pintu.
“Waalaikumsalam” calon mama mertuaku membuka pintu “oh sayang, silahkan masuk”. Aku mencium tangannya lalu bercipa cipiki.
“Ma abang mana, sudah siap belum dia ya. Tadi abang mengajak adek jalan - jalan?” Tanyaku mencari keberadaan Andi.
“Kalian mau jalan? Abang masih tidur noh di kamar” menunjuk ke arah kamar Andi “adek bangunin saja ke kamarnya” perintah mama kepadaku.
“Boleh memangnya ma, adek masuk ke kamar abang” ucapku sedikit gugup.
“Bolehlah kan masuk saja, kecuali jangan berdua di kamar itu yang tidak boleh. Kamu bangunin saja abang, kalau memang gak bangun siram saja” ucap mama sembari tertawa.
“Iya ma” aku berjalan ke kamar Andi, perlahana aku membuka pintu kamarnya. Aku mendapatkan Andi yang tertidur nyenyak dengan mulutnya yang terbuka. “Aku foto dulu lah, barang kali jadi barang bukti” aku melangkah diam - diam mendekatinya lalu mengambil handphone dari dalam tasku setelah itu aku membuka kamera dan memotret wajahnya. “Uuu” cengengesan melihat hasil fotonya.
“Abang” panggilku sedikit mengoyang - goyangkan tubuhnya “bangun dong, katanya mau jalan - jalan”
Perlahan Andi membuka matanya “haaa” menguap. Ia duduk di ranjang “iya abang sudah bangun kok” matanya masih tertutup.
“Iih bangunlah, abang jangan tidur lagi” ucapku lagi “abang mandi terus ya adek tunggu di luar”
Andi kini benar - benar sudah membuka matanya “gak sekalian dimandiin” ucapnya nyengir kuda.
“Genit” aku menepuk jidatnya.
“Hmm… yasudah sana, abang mau mandi dulu”
Aku beranjak keluar dari kamarnya.
“Sudah bangun abang?” Tanya mama yang telah rapi.
“Sudah ma, lagi mandi abang” jawabku.
“Mama ke toko dulu ya, kamu kalau ada apa - apa ada kak Nia di belakang”
“Iya ma” aku kembali mencium tangannya. Mama beranjak keluar rumah. Sementara aku berjalan ke ruang televisi. Aku duduk sendirian di sana menunggu pangeran Andi.
Aku mengambil handphoneku lalu memotret ruang tamu, setelah itu aku menguploadnya di story sosial media, aku menambahkan menunggu pangeran sebagai captionnya.
“Bosen juga duduk di sini sendirian, aku nyalain televisi ah” aku mengambil remote lalu menekan tombol menyalakan. “Lah ini bisa tersambung wifinya, tapi passwordnya apa ya. Aku tanyain abang dululah” aku berjalan ke depan kamar Andi.
“Abang” panggilku dengan keras “abang” aku mengetuk pintu kamarnya “abang”
Andi yang masih di dalam kamar mandi mendengar suaraku teriak - teriak. Ia keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Andi membuka pintu kamar “kenapa sayang teriak - teriak, ada apa” tanyanya dengan panik.
Aku melihat Andi dari atas sampai bawah”abang gak malu”
“Lagian orang lagi mandi dipanggil - panggil. Adek kenapa?” Tanyanya sekali lagi.
“Adek mau nyalain televisi. Password wifinya apa sayang?” Tanyaku begitu lembut sembari nyengir kuda.
“Ish abang kira apaan, bikin panik saja”
“Yasudah apa password wifinya?” tanyaku sekali lagi karena Andi belum menjawab pertanyaanku.
“Apa ey passwordnya, sudah sejam ini berdiri di sini” ucapku wajahku sedikit cemberut.
__ADS_1
“Wifinya rusak” ucapnya lalu menutup kembali pintunya.
“Abang… jangan ditutup dulu pintunya. Apa password wifinya adek mau nonton run BTS” rengekku. “Ih sumpah pelit sekali abang masa itu saja tidak mau bilang”
Andi membuka kembali pintu kamarnya “ya Allah sayang… kan sudah abang bilang wifinya rusak itu passwordnya sayang. Wifinya rusak. Ya Allah sayang, dodol sekali adek ini sumpah” Andi tertawa ngakak melirik ke arahku.
“Kurang ajar kamu ya”
“Mulutnya” Andi menepuk mulutku.
“Oke thank you, yasudah mandi terus sana. Jangan lama - lama. Aku bosan” aku kembali ke ruang televisi sementara Andi kembali ke kamarnya.
****
Aku mengambil remote control lalu mengisi password wifi “nah… ini baru bisa, bang Andi itu yang dodol. Seharusnya bilang kek passwordnya wifinya rusak” aku mengoceh sendirian.
Beberapa menit kemudian, Andi keluar dari kamarnya. Ia menghampiriku ke ruang televisi.
“Abang sudah ini, yuk jalan sama abang ganteng” ucap Andi dengan PDnya.
Aku melihat ke arahnya “sini sajalah sayang, nonton” aku menarik tangannya menyuruhnya duduk di sampingku. Andi duduk di sampingku.
“Nonton apa sayang”
“Ini Run BTS episode terbaru”
Aku dan Andi mulai menonton dengan serius.
“Adek mau mie pedas?” Tanya Andi melirik ke arahku.
“Mau boleh?, berarti kita ke sana ya sayang?”
“Enggak, ngapain ke sana. Order lewat telponlah sayang”
“Oooooooo”
“O itu bulat sayang, bukan panjang. Bentar ya” Andi berdiri “abang tanya kak Nia dulu mungkin orang itu mau juga” Andi berjalan ke dapur menemui kak Nia.
Setelah itu, Andi kembali ke ruang televisi.
“Terserah sama abang saja, adek ikut saja”
“Oke deh. Nanti abang pesan americano lah”
“Iih gak mau adek pahit kaya abang”
“Jadi abang pahit kamu bilang?, memangnya kamu pernah rasa abang?” Ucap Andi dengan begitu genit.
“Apa sih abang, gak boleh ah ngomong seperti itu” aku terlihat malu.
“Jiah malu - malu dia” Andi mencolek daguku “abang telpon cafenya dulu ya”
Via telpon
Andi
Bang, ini Andi
Penjaga cafe
Oh iya pak, kenapa? Ada yang bisa saya bantu?
Andi
Saya pesan mie pedasnya 5 ya, levelnya 1 sampai 5 ya mas. Nanti satu mie satu levelnya. Untuk minumnya es jeruk 5.
Penjaga cafe
Iya pak, berarti mie pedasnya 5 ya pak levelnya 1 - 5 ya pak. Minumnya es jeruk 5. Itu saja pak? Ada yang lain.
Andi
__ADS_1
Itu saja
Penjaga cafe
Baik, silahkan ditunggu ya sekitar 30 menit lagi akan sampai ke rumah bapak.
Andi
Iya
Andi mematikan telponnya.
“Sudah sayang?” Tanyaku melirik ke arahnya.
“Sudah dong, zaman sekarang apanya yang repot. Tinggal telpon - telpon langsung diantar. Memangnya kamu masih hidup di zaman purba” Andi meledekku.
“Bisa cuma ngatain orang”
“Orang siapa? Memangnya kamu orang”
“Terus aku bukan orang gitu?”
“Kau bidadari jatuh dari surga di hadapanku eak” Andi menjawab pertanyaanku dengan sebait lagu.
Wajahku terlihat memerah persis seperti buah tomat yang baru matang. Ada - ada saja tingkah Andi membuatku tersenyum. Memang dia segalanya dalam hidup aku.
****
“Assalamualaikum…” suara ketukan pintu terdengar dari luar.
“Waalaikumsalam” jawab Andi dari ruang tamu “sepertinya itu sayang sudah datang mienya” Andi berjalan ke pintu utama.
“Berapa mas” mengambil bungkusan mie dari tangan masnya.
“Semuanya jadi 156.000 pak”
“Oke ini ya” Andi memberikan uangnya. Mas pengantar mie pergi meninggalkan rumah Andi. Sementara Andi masuk ke dalam rumah.
“Sayang” Andi teriak memanggilku “mienya sudah datang ini”
“Apa sih pak teriak - teriak, sekayak tinggal di hutan saja kamu. Mana mienya?”
“Ini kamu pilih mau level yang mana” menunjuk bungkusannya. “Abang yang ini” Andi mengambil level 1 untuk dirinya “jangan ambil level yang pedas banget, dengar kamu”
“Ish belum juga aku ambil”
“Awas saja kamu ambil yang level 5” Andi memarahiku.
“Level 3 boleh beib” godaku mengedipkan mata.
“Gak suka abang dipanggil beib apa itu beib beib bebek” protesnya.
“Jadi mau dipanggil apa juga sayangku, cintaku, bohateku. Hmmm”
“Panggil sayang saja atau abang”
“Kalau panggil bapak Wanda Andriansyah boleh” aku terus saja menggodanya yang membuat wajahnya terlihat kesal.
“Mau ini apa ini” Andi menunjukkan kepalan tangan kanan dan tangan kirinya.
“Adek mau yang itu saja” lirikku ke bawah.
“Apa kamu mau angrybird” Andi malah balik menggodaku “iya memegang sabuk celananya bersiap untuk membukanya”
“Dia mah gitu” rengekku “dasar osum otak mesum”
“Dih kan kamu tadi yang melirik ke situ. Jangan dulu ya sayang. Dia memang untuk kamu kok” Andi mengelus pelan kepalaku, sontak membuatku terasa sangat malu. “Abang kasih ini dulu buat kak Nia dan gengs nya ya” Andi mengambil sisa mie yang tiga bungkusnya.
“Adek saja yang kasih” Aku mengambil bungkusan mie dari tangan Andi lalu berjalan ke dapur.
#thank you atas kunjungannya.
__ADS_1
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.