
Hallo guys!!
Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.
****
Aku dan Andi berjalan ke parkiran mobil Andi. Andi membuka pintu mobil sebelah pengemudi lalu masuk ke dalamnya. Sama halnya dengan Andi, aku membuka pintu sebelahnya dan melangkahkan kaki ke depan.
Aku dan Andi sama - sama memasang seat belt. Andi mulai menyalakan mesin dan menancap gas perlahan.
SKIP
Kami telah sampai di depan parkiran Kodim, Andi memarkirkan mobilnya setelah itu aku dan Andi keluar dari mobil berjalan menunju ruangan pengurusan pernikahan.
#ruang pengajuan pernikahan
“Pak.. saya Andi dan ini calon istri saya ingin mengajukan pernikahan” ucap Andi kepada tentara yang bertugas pada ruang pengajuan tersebut.
“Oh iya pak… silahkan terlebih dahulu mengisi formulir ini” menyerahkan lembar formuli. Sebelumnya apa bapak ada membawa surat pengantar dari koramil tempat tugas bapak”
“Ada pak” Andi menyerahkan berkas dari koramil.
“Oke” mengambil berkas dari tangan Andi “silahkan diisi formulir ini”
Andi mengambil formulir lalu mulai mengisinya dengan bantuanku.
Beberapa menit kemudian, Andi menyerahkan kembali formulir yang telah Andi tuliskan mengenai data dirinya dan semua dataku.
“Pak.. saya sudah mengisi semua” menyerahkan formulirnya kembali.
“Baik” mengambil formulir dari tangan Andi “sekarang kalian boleh mengikuti persyaratan lainnya”
“Persyaratan apa pak?” Tanya Andi.
“Silahkan ke ruang cek kesehatan di sebelah ruangan ini”
“Baik pak, ayo sayang. Terima kasih ya pak” Andi berjabat tangan dengan tentara yang telah mengurus berkas tersebut.
Aku dan Andi berjalan ke pintu meninggalkan ruangan. Kami berdua melanjutkan perjalanan kami menuju ruang kesehatan.
“Silahkan pak, buk” ucap dokter khusus yang bertugas di Kodim “duduk di sini dulu” mempersilahkan aku dan Andi duduk di hadapannya.
Aku dan Andi menarik kursi masing - masing dan duduk di hadapan dokter tersebut.
“Apa kalian berdua calon pengantin pria dan wanita yang akan melangsungkan pernikahan?” Tanyanya membuka pembicaraan.
“Iya buk” ucap Andi dengan lembut.
“Seperti yang diketahui bahwa kalau ingin menikah dengan abdi negara, pasti ada serangkaian proses yang harus dilewati oleh calon pengantin pria dan calon pengantin wanita di luar pengajuan kepada kantor urusan agama, ya kan pak?” mengiyakan kepada Andi.
Andi menganggukkan kepalanya pelan.
“Jadi di sini saya bertugas untuk mengecek kesehatan kalian berdua. Silahkan bapak ke perawat sebelah sana” menunjuk perawat laki - laki “dan ibu silahkan menuju ke suster yang di sebelah sana” menunjuk perawat perempuan.
Aku dan Andi berjalan ke perawat yang dituju. Kami berdua mulai di periksa, mulai cek darah, hb, tes urine, tes HIV dan lain sebagainya.
“Silahkan tunggu sebentar ya, hasilnya akan keluar sebentar lagi” ucap suster kepadaku.
“Iya sus” aku keluar dari ruangan lalu bertemu dengan Andi.
“Sudah sayang?” tanya Andi.
“Sudah sayang, tunggu hasilnya dulu kata susternya”
“Iya yang diabang juga”
“Kan sama juga sayang” ucapku sembari nyengir.
__ADS_1
“Oh iya - iya, kenapa abang tidak tahu??”
“Ya karena abang”
“Abang apa?”
“Abang dodol” aku menutup mulutku.
“Berani - beraninya ya kamu mengatai abang dodol padahal abang kan tidak suka dodol”
“Terus abang suka apa?”
“Suka kamulah siapa lagi”
“Aduh - aduh sudah tua padahal tapi masih saja menggombal”
“Sekali - kali sayang”
Cekreek suara gagang pintu terbuka
“Pak Andi, bu Kanza silahkan masuk” ucap suster memanggil kami berdua.
“Iya sus”
Aku dan Andi masuk kembali ke dalam ruangan, kami berdua duduk di hadapan dokter. Dokter memberikan kami hasil tesnya.
“Ini pak, buk hasil tesnya” ucapnya memberikan amplop berisi surat hasil laboratorium.
Aku dan Andi membuka dan membaca isi suratnya.
“Alhamdulillah pak, buk hasil tesnya sudah keluar dan kalian berdua bisa melanjutkan ke tahap berikutnya di ruang sebelah ya”
“Terima kasih dok” ucapku dan Andi berjabat tangan dengan dokter tersebut.
Aku dan Andi berjalan menuju pintu lalu meninggalkan ruangan. Kami berdua lanjut ke ruang selanjutnya. Di sana terdapat banyak calon pengantin lainnya yang juga ikut dalam bimbingan, aku dan Andi setelah mendaftar lalu duduk bersama calon pengantin lainnya mengikuti bimbingan pernikahan.
****
Keesokan harinya Andi menjemputku kembali ke rumah.
Via telpon
Andi
Sayang sudah siap? Abang sudah di depan ini, abang tunggu di luar saja ya”
Aku
Iya sayang, ini adek sedang menuju keluar.
Aku mematikan handphonenya. Lalu mengambil tas.”eh pakek parfume sedikit lagi lah” aku mengambil parfume lalu menyemprotnya di beberapa bagian tubuhku. “Oke, lets go bertemu pangeran” ucapku nyengir di depan cermin dan meletakkan parfume kembali di meja rias. Aku berlari kecil menuju pintu kamar.
“Ma… aku berangkat ya” ucapku berpamitan dengan mama.
“Sama siapa?”
“Sama abang ma, dia sudah di depan”
“Oke, hati - hati ya. Semoga cepat selesai dan dipermudah urusannya”
“Terima kasih ma” ucapku memeluk mama dan mencium kedua pipinya.
Aku kembali berlari kecil menghampiri Andi. Aku membuka pintu mobil
“Sayang” panggilku sembari nyengir. Aku masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Andi, aku menutup kembali pintu mobilnya.
“Kenapa ini, kelihatan bahagia banget”
__ADS_1
“Iya dong”
Andi mulai menyetir mobilnya.
“Sayang, jadi urusan kita bagaimana?”
“Alhamdulillah sayang sudah selesai, jadi dari kantor abang berkas - berkasnya sudah selesai semua. Berarti hari ini kita cuma ke kua saja melakukan pengajuan di sana”
“Alhamdulillah kalau seperti itu sayang, terus kita booking make up dan lain - lainnya kapan?”
“Hari ini terus kalau bisa sayang kan pernikah kita tinggal beberapa hari lagi juga kan”
“Oke deh sayang, adek sudah sebagian booking sih sudah bayar panjarnya juga, tinggal kita ke sana fitting baju”
“Bereh (mantap) sekali kamu sayang, istri andalan banget”
“Bisa saja kamu, kan bagi - bagi tugas sayang. Kalau yang adek bisa melakukan sendiri ya adek lakukan terus jangan semua adek bebankan kepada abang, bisa pecah kepala abang”
“Duh sayang terima kasih ya” Andi mengelus pelan kepalaku.
Aku tersenyum manis ke arahnya.
***
Beberapa menit kemudian, aku dan Andi telah sampai di kantor urusan agama. Andi memarkirkan mobilnya lalu kami berdua turun dari mobil.
“Bismillah sayang”
“Bismillah, semoga dipermudah sayang” ucapku tersenyum manis. Aku dan Andi berjalan masuk ke dalam kantor.
“Ada yang bisa saya bantu?” Ucap petugas yang berdiri di meja resepsionis.
“Kami mau mendaftar pernikahan”
“Oh di sana pak, silahkan menuju ke ruangan sebelah sana ya pak” ucapnya menunjuk ruangan yang dimaksud.
“Iya buk, terima kasih” ucapku lalu pergi beriringan dengan Andi menuju ruangan yang dimaksud.
#ruangan pengajuan nikah Kantor KUA
“Permisi” Andi mengetuk pelan pintunya lalu membukanya. Aku dan Andi berjalan masuk ke dalamnya.
“Oh silahkan, silahkan duduk” menunjuk dua kursi di hadapannya.
“Pak kami ingin membuat pengajuan pernikahan”
“Baik, silahkan mengisi formulirnya” ucapnya memberikan beberapa lembaran kertas.
Aku dan Andi mulai mengisi formulirnya di meja kosong.
Beberapa menit kemudian, kami telah selesai mengisi formulirnya.
“Sudah pak” Andi menyerahkan kembali formulirnya.
“Baik pak, persyaratannya juga sudah lengkap kan? Jadi pak hari ini langsung ke tempat bimbingan ya, mengingat jadwal pernikahan kalian tinggal beberapa hari lagi”
“Baik pak”
“Silahkan kalian menuju ke ruang bimbingan”
Aku dan Andi keluar lalu berjalan ke ruangan bimbingan.
#thank you atas kunjungannya.
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.
__ADS_1