
Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutku. Aku tidak mengatakan sudah memaafkan Saski namun, aku juga tidak mengatakan aku tidak bisa memaafkan Saski.
Mama duduk di sampingnya bunda Rita “Rit… sudahlah kamu jangan nangis lagi gak semuanya salah kamu”
“Kak… aku malu sama kakak. Aku telah gagal jadi ibu. Gara - gara Saski, Kanza jadi korbannya” bunda Rita terus saja menangis.
**
Koramil
Andi dan Adam telah sampai kembali di Koramil. Adam memarkirkan motornya, lalu berjalan ke dalam kantor beriringan dengan Andi.
“Bang, gak habis pikir guwe sama Saskia itu benar - benar bajingan cewek itu, kalau bukan cewek dan sepupunya Kanza sudah guwe pukul tadi” perasaan Andi mulai memanas kembali.
“Iya kurang ajar banget ada cewek kek gitu” jawab Adam yang juga ikut memanas.
“Kenapa sih kalian berdua emosi gitu kayak habis bunuh orang” tanya pak Wahyu yang bergabung.
“Tadi ada masalah sedikit” jawab Andi cuek seakan tidak mau mengingat apa yang barusan terjadi kepada dirinya.
“Kenapa sih” tanya pak Wahyu yang semakin penasaran.
“Jadi tadi itu, Kanza tunangannya Andi adik ipar guwe dituduh berzina sama Andi sampai hamil”
“Hah….” Pak Wahyu tercengang mendengarnya “ini beneran”
“Ya gak lah, ya kali guwe seperti itu” jawab Andi.
“Ya enggak, ini cuma salah paham saja. Jadi ada sepupunya Kanza yang melaporkan ke pak RT kalau Kanza dan Andi berbuat mesum di rumahnya Kanza, kan kemarin ayah dan mamanya Kanza sempat ke luar kota ya jadi gitu deh, di fitnahlah si Kanza dibilang dia hamil sekarang dan itu gara - gara Andi”
“Wah kurang ajar banget sih cewek itu, yang mana sih ceweknya pengen guwe hajar rasanya” gerutuk Pak Wahyu yang tidak terima sahabatnya difitnah sekejam itu.
“Tadi ya sampai warga semua menyeret Kanza ke balai desa gitu, tau kan kalau warga sudah bertindak” jelas Adam lagi.
“Greget guwe dengarnya, yang mana sih cewek itu sekarang juga pengen ketemu guwe”
“Sekarang dia sudah di kantor polisi” jawab Andi.
“Kita kesana saja sekarang, mau guwe buat perhitungan” sangking gregetnya Pak Wahyu menemui Saskia ingin mendatangi kantor polisi.
“Yok, guwe juga mau melihat kelanjutan kasusnya kalau bisa guwe perberat kasusnya” tambah Andi yang bangun dari tempat duduk.
“Guwe setuju” pak Wahyu tanpa ragu menjawabnya.
Andi, Adam dan pak Wahyu datang ke kantor polisi menemui Saskia.
POV
“Pak bagaimana kasus atas nama Saskia” tanya Pak Wahyu kepada polisi.
“Sedang dalam proses pemeriksaan pak” jawab polisi yang bertugas.
“Pak, saya mau menambahkan bahwasannya kasus ini telah mencemarkan nama baik saya dan tunangan saya”
“Iya pak, saya dan tim sedang memeriksa saudari Saskia di dalam”
Saskia dibawa ke ruang di mana Andi berada.
“Heh lo” Andi ingin menampar Saskia lagi.
“Ndi sabar di” Adam menarik tangannya Andi menghentikan agar tidak berbuat nekat.
“Bapak sabar ini kantor polisi” cegat polisi yang lain.
“Jadi kamu yang sudah berani menghancurkan Kanza dan Andi” tanya Pak Wahyu dengan suara lantang.
__ADS_1
“Maaf…” hanya kata maaf yang terucap dari mulut Saskia. Wajahnya telihat sangat ketakutan melihat tiga orang tentara dan dua orang polisi yang berdiri di hadapannya dengan gagah dan wajahnya begitu sangar, sehingga ia tidak bisa berbuat apa - apa untuk membela dirinya.
Saskia duduk di kursi bersama satu polisi dan kiri kanannya di kawal dua polisi lainnya di hadapannya terdapat Andi, Adam dan pak Wahyu.
“Jadi bagaimana pak keputusannya” tanya Andi memastikan.
“Menurut hasil penyelidikan saudari Saskia telah mengakui perbuatannya menuduh saudari Kanza dan Saudara Andi telah berbuat mesum, hal ini juga akan termasuk ke dalam pasal pencemaran nama baik maka dari itu sebagaimana yang terdapat dalam UUITE dapat dipidana penjara selama 6 tahun atau membayar denda sebanyak 1 miliar” jelas pak polisi.
Hah…. Guwe mau dipenjara awas ya lo Kanza semua ini gara - gara lo. Guwe akan balas lo tunggu saja, batinnya.
“Lo dengarkan, apa hukuman yang pantas buat lo” seru pak Wahyu memelototi Saskia.
Saskia syok mendengar keputusan dari pihak kepolisian. Dia hanya duduk berdiam diri menatap tajam ke arah Andi, Adam dan Wahyu.
“Mungkin ini hukuman yang pantas buat kamu, lain kali jangan seperti itu ya” seru Andi lalu bangun dari kursinya. “Kalau begitu saya dan bapak lainnya permisi ya pak, terima kasih atas kerja samanya” Andi, Adam dan Wahyu bersalaman dengan tiga polisi yang menangani kasusnya.
Andi, Adam dan Wahyu kembali ke kantornya. Kantor koramil dan kantor polisi berada 5 kilometer sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk menempuhnya.
Sampai di koramil Andi duduk sendirian di kursi panjang yang berada di taman depan sementara Adam dan Wahyu melanjutkan urusannya masing - masing. Andi mengambil handphone yang berada di saku celananya, mencari kotakku lalu menelponku.
Via telpon
Andi
Assalamualaikum
Aku
Waalaikumsalam
(Jawabku lemas)
Andi
Kamu kenapa sayang
Aku
Gak apa kok sayang, aku gak apa-apa
Andi
Sayang
(Panggilnya cukup mendayu)
Kamu tenang saja ya semuanya sudah selesai, Saskia sudah mendapat hukuman yang setimpal. Dia akan dipenjara selama kurang lebih 6 tahun.
Aku
Apa
(Jawabku kaget)
Jadi Saski di penjara
“Siapa sayang” tanya mama yang mendengar pembicaraanku di telpon
“Ini ma” aku memindahkan handphone dari telingaku menjawab pertanyaan mama “kata bang Andi Saskia akan dipenjara selama kurang lebih 6 tahun”
“Apa” Bunda Rita pingsan mendengar Saskia akan di penjara.
“Bunda” aku melemparkan handphone berlari menemui bunda Rita.
Andi
__ADS_1
Sayang…. Sayang…
(Andi memanggilku namun tidak ada jawaban yang terdengar)
Duh sayang kamu kenapa sih, kok hilang
Andi menutup panggilannya.
“Sayang kamu kenapa” Andi khawatir dengan keadaanku ia pergi terburu - buru mengambil motornya.
“Kemana ndi” tanya Adam melihat Andi tergegas - gesa ke parkiran motor.
“Gak tahu” bibirnya gemetar “tadi… tadi aku telpon Kanza tapi dia hilang tiba - tiba aku khawatir bang, aku mau ke sana untuk memastikan”
“Abang ikut ya”
“Gak usah, Andi saja ke sana”
“Baiklah”
Andi menancap gas motornya berlaju kencang. Pikirannya tak karuan ia sangat sangat khawatir dengan apa yang terjadi kepadaku. Beberapa menit kemudian Andi memarkirkan motornya di halaman rumah.
“Assalamualaikum” Andi mengetuk pintu.
Suara gedoran pintu terdengar dari arah pintu utama “Coba lihat siapa sayang, kaya suara Andi” titah mama kepadaku.
“Tapi ma” aku berusaha menolak membuka pintunya sendirian karena rasa trauma yang kualami.
“Pergi saja sayang” mama memakaikan minyak kayu ke bunda Rita yang masih belum sadarkan diri.
Dengan kakiku yang masih lemas, aku memberanikan diri berjalan ke pintu utama membukakan pintu, aku membuka pintunya
“Sayang” Andi memelukku, ini pertama kalinya Andi memelukku memastikanku baik - baik saja.
Aku berada dalam dekapannya, air mataku terjatuh tidak kuat menahan rasa sesak yang masih terasa di dadaku.
“Kamu gak apa - apa kan” melepas pelukan “sayang kamu gak apa - apakan” memegang kedua belah pipiku.
Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku, menggenggam tangan Andi ke rumah tamu.
“Siapa sayang” tanya mama mendengar langkah kakiku.
“Abang ma” jawab Andi mendengar suara mama. Andi menemui mama di ruang tamu, melihat bunda Rita yang masih pingsan. “Kenapa bunda Rita ma”
“Tadi dia mendengar percakapan kamu di telpon, sebenarnya apa yang terjadi”
“Maaf ma, sebenarnya Saskia kena kasus pencemaran nama baik jadi pihak kepolisian memutuskan hukuman 6 tahun penjara untuk Saskia”
“Ya Allah”
Bunda Rita tersadar dari pingsannya.
“Saski mana” tanyanya mencari keberadaan Saski.
“Kamu tenang dulu ya” mama mengelus bahunya.
“Jadi benar Saskia di penjara” kembali menangis.
“Iya Rit” jawab mama
“Ya Allah Saski, ya Allah nak. Kak aku mau kesana mau melihat Saski” isak tangisannya semakin keras.
“Iya kita ke sana ya”
Andi menemani mama dan bunda Rita ke kantor polisi.
__ADS_1
#thank you atas kunjungannya. Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
Di tunggu part selanjutnya ya bye.