
Hallo guys!!
Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku
****
Jam menunjukkan pukul 19.00 aku telah mempersiapkan makan malam bersama mama. Setelahnya aku, mama, ayah dan kakek Abu makan malam bersama.
Selesai membereskan semua piring kotor sendirian aku berjalan ke kamar, merebahkan tubuh di atas kasur yang super lembut. Aku mengecek handphone berharap Andi menghubungiku.
“Ya Allah bang Andi kemana sih, sudah seharian loh dia gak ngabarin aku sama sekali” harap - harap cemas dengan keadaan Andi.
Sementara Andi masih membantu pengevakuasian warga, ia tidak menghiraukan dirinya lagi yang sempat terluka.
“Pak di sana ada anak kecil yang nangis, sepertinya orang tuanya sudah ke balai pengungsian”
“Dimana pak, mari kita ke sana” ajak Andi dengan sigap.
Andi dibantu oleh beberapa warga menembus banjir di dalam gelapnya malam mereka hanya dibantu penerang kecil, akibat listrik mati memperlambat gerakan mereka.
“Pak hati - hati ya, ini banyak serpihan seng” seru Andi yang berjalan paling depan.
“Iya baik pak” jawab beberapa warga yang mengikuti langkah Andi.
Andi dan para warga terus mencari keberadaan anak kecil yang dilaporkan tadi. Mereka berjalan di dalam air dan hujan rintik \- rintik mulai berjatuhan.
**
Malam semakin larut, aku masih menunggu kabar dari Andi.
“Semoga kamu baik - baik saja sayang” aku mencoba positifthingking, menarik selimut dan aku terlelap tidur.
SKIP
Malam telah berganti pagi. Suara kokok ayam mulai ribut dan matahari mulai menyinari bumi.
Aku terbangun dari tidur nyenyakku, namun pikiranku masih saja tertuju kepada Andi. Aku segera mungkin mengambil handphone masih berharap kabar dari Andi.
Aku berjalan ke kamar mandi lalu berwudhu. Setelahnya aku melaksanakan shalat subuh.
Sepuluh menit kemudian aku telah selesai melaksanakan shalat subuh, aku mengangkat kedua tanganku sembari berdoa memohon kepada Allah.
“Ya Allah ya Tuhanku, jagalah bang Andi dimana pun dia berada. Aku tidak ingin ia kenapa - kenapa, aaammiiin…” aku menyapukan kedua tanganku ke wajah.
Aku keluar kamar membuatkan nasi goreng untuk sarapan.
“Ciee yang pagi - pagi sudah di dapur, calon istri andalan ni” goda mama yang baru keluar dari kamarnya.
“Iya dong ma, harus kan jadi istri idaman” pangkasku memotong bawang.
“Bukan iya saja dong, tapi wajibkan ma” jawab mama.
“Iya mamaku sayang yang cantiknya gak ada tandingan”
**
Sampai sekarang Andi masih membantu warga, dari semalaman ia tidak beristirahat atau sekedar merebahkan tubuhnya.
SKIP
Sekarang waktu menunjukkan jam 16.00 sore. Andi bersama para anggota tentara lainnya bersiap untuk pulang ke koramil. Mereka menaiki truk tentara satu persatu. Sopir melajukan mobilnya dengan cepat.
Dua jam kemudian Andi dan para anggota lainnya telah sampai di depan koramil. Beberapa mobil truk lainnya telah terparkir rapi di halaman koramil. Dengan sigap para anggota turun dari mobil. Mereka membawa kembali barang \- barang bawaannya.
Semua anggota tentara boleh pulang ke rumah masing - masing untuk bersih - bersih kecuali anggota yang piket mereka harus tetap melanjutkan tugasnya.
__ADS_1
“Pulang dulu bang” pamit Andi ke bang Adam, ia hari ini libur.
“Iya saya piket hari ini” jawab Adam yang duduk di meja piket.
Andi berjalan ke parkiran mengambil motornya. Andi membuka pintu mobil lalu menaruhkan tasnya di kursi barisan kedua, setelah itu ia berjalan masuk ke pintu pengemudi. Andi menyalakan mesin mobilnya lalu menancap gas pelan.
Setengah jam kemudian Andi telah sampai di rumahnya, ia memarkirkan mobilnya di garasi. Lalu turun dari mobil berjalan ke pintu utama.
“Assalamualaikum” mengetuk pintu. Suhu badan Andi tiba - tiba meningkat, badannya panas dingin.
Dari dalam rumah keluarlah mamanya. “Waalaikumsalam” membuka pintu, ia melihat Andi yang berdiri dengan pakaian lesuhnya, wajah yang pucat dan lengannya terperban. “Kamu kenapa sayang” tanyanya khawatir “masuk dulu” mama merangkul pinggang Andi membawanya masuk ke ruang tamu.
Andi berjalan mengikuti langkah mamanya. Ia duduk di salah satu kursi ruang tamu.
“Kamu kenapa sih, kok sampai gini” tanya mama lagi mengambil tas yang ada di punggung Andi.
Belum lagi Andi menjawabnya mamanya berjalan ke dapur mengambil minuman, lalu membawanya lagi ke ruang tamu.
“Kamu minum ini dulu bang” menyodorkan segelas minuman yang telah diberi gula. Andi menegukkan minumannya.
“Udah ma”
“Mau ganti baju dulu bang”
“Iya ma” Andi berjalan ke kamarnya.
Di kamar, Andi mengambil handuknya lalu membersihkan badannya di kamar mandi. Setelah itu ia memakai baju santai di rumah dengan kaos berlengan pendek dan celana pendek. Ia keluar dari kamar berjalan ke ruang tamu.
“Sudah bang” tanya mama yang masih menunggu Andi di ruang tamu.
“Sudah ma” Andi berjalan dengan lemasnya.
“Makan dulu sini” mama telah menyiapkan sepiring nasi dilengkapi lauk kesukaan Andi.
“Iya ma” Andi menyuapkan nasinya ke dalam mulutnya.
“Ini ma, kemaren kan di Tanjung kebanjiran dan tanah longsor jadi semua anggota koramil Andi diminta ke sana untuk membantu para warga” jelas Andi.
“Terus ini kenapa” menunjuk lengan Andi yang perbannya sudah lecek.
“Ini ma, kan abang potong - potong kayu. Jadi tergores deh sama parang” mode manjanya aktif.
“Ulu ulu kasian aneuk agam ( anak laki-laki) mama, Adek sudah tahu belum kamu ke sana” mengelus - ngelus kepala Andi.
“Gak ma, itu dia pasti dia khawatir banget” mengunyah makanan.
“Kamu telpon sekarang gih”
“Handphone abang lagi di cash ma di kamar”
“Ini pakai handphone mama saja” memberi handphonenya.
Andi mengambil handphonenya lalu mencari kontak namaku yang tersimpan di handphone mama.
Via telpon
Aku
Assalamualaikum ma, kenapa ma
Andi
Waalaikumsalam
Jawab Andi lemas
__ADS_1
Aku
Abang, kok suaranya lemas sekali. Abang sakit. Abang sakit apa.
Aku menanyakan pertanyaan bertubi - tubi bahkan aku tidak memberi kesempatan untuk Andi menjawabnya.
Andi
Kamu nanya apa sensus sih
Suaranya serak
Aku
Hehehe. Serius abang sakit apa??
Andi
Demam sayang, kamu kesinilah. Kangen nih.
Mode manjanya aktif kembali. Mama Andi tersenyum melihat tingkah anak lelaki kesayangannya satu - satunya tiada duanya.
Aku
Sebentar lagi adek ke sana ya. Abang mau dibawain apa.
Andi
Bawa kamu saja, sudah cukup. Karena abang kangennya sama kamu bukan sama bawaan kamu.
Aku
Iih apa sih kamu. Yasudah adek mandi dulu
Andi
Jangan lama - lama, gak usah dandan. Kamu dandan atau enggak pun sama saja jeleknya.
Aku
Gitu ya, awas nanti aku balas
Andi
Balas saja aku tunggu
Aku
Iya tunggu aku ya mas
Panggilan itu berakhir. Aku berlari masuk ke kamar.
“Mau kemana kak, kok lari - lari” panggil mama.
Melihat mama aku menghentikan langkah kakiku “Mau ke rumahnya bang Andi ma, katanya dia sakit. Aku ke sana ya ma”
“Iya, hati - hati ya perginya”
“Iya ma” aku kembali berjalan ke kamar.
Setelah mandi dan menggantikan pakaian aku keluar dari kamar.
“Ma, ayah kakak ke rumah bang Andi ya” bersalaman dengan ayah dan mama yang duduk berdua di teras depan.
Aku mengambil motor kesayanganku yang terparkir rapi di garasi, aku memasang helm lalu menyalakan motor dan menancap gas ke sana.
#thank you atas kunjungannya.
__ADS_1
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
Di tunggu part selanjutnya ya bye.