
Hallo guys!!
Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.
****
Kriiiiing bel istirahat berbunyi. Aku dan bu Dewi kembali ke kantor yang biasa semua guru honorer berkumpul.
“Mana buahnya sini aku kupasin” ucap Dewi.
“Ini” bu Fizza menyerahkan buah - buahan dan pisau kepada bu Dewi.
“Hmmm harum sekali bau mangganya ya” ucapku mengendus aroma mangga.
Beberapa menit setelahnya bu Dewi yang dibantu bu Susi telah selesai mengupas mangga, pepaya dan beberapa buah lainnya. Kini giliranku dan bu Fizza yang bertugas mencuci buah - buahannya. Setelah selesai mencuci semuanya dengan bersih, kini giliran bu Juli dan bu Susi yang memotongnya kecil - kecil.
“Aku buatkan story dulu ya” aku mengambil handphone lalu memvideokan acara merujaknya. “Sudah aku upload ya, nanti di repost ya” ucapku lalu menyimpan kembali handphone ke dalam saku baju.
“Enak sekali bumbunya” ucap bu Fizza memuji bumbu rujak buatan bu Juli.
Krriiing….. kriiiingg…. Kriiiing… bunyi notifikasi panggilan dari dalam sakuku. Aku mengambil handphone lalu melihat siapa yang menelponku. Aku bangun dari kursi lalu berjalan sedikit menjauhi mereka yang masih menikmati rujak.
Via telpon
Aku
Assalamualaikum abang
Andi
Waalaikumsalam sayang, apa adek sudah selesai mengajarnya.
Aku
Sudah bang, tapi adek belum pulang ini masih sama - sama guru lainnya lagi merujak
Andi
Oke deh, jam berapa nanti kita perginya?
Aku
Seperti biasa sayang jam sore. Oh iya sayang nanti abang jangan jemput ke rumah ya adek saja yang ke rumah abang. Gak enak kalau dijemput abang selalu. Nanti tetangga pada julid lagi.
Andi
Iya deh sayang, berarti kamu ke sini ya. Yasudah kalau begitu abang tidur bentar ya mengantuk sekali abang. Piket semalam benar - benar melelahkan.
Aku
Iya abang tidur saja dulu. Tapi nanti bangun itu.
Andi
Iya takut banget kalau abang tidak bangun. Nanti sebelum kamu berangkat, adek telpon abang dulu ya jangan di message takutnya abang gak dengar. Ditelpon saja oke sayangku, cintaku, bohateku.
Aku
Sudah lama tidak mendengar kata - kata itu dari mulut abang hehehe
Andi
Kangen ya kamu, abang panggil kamu sayangku, cintaku, bohateku. Tenang saja sayang, tanpa abang sebut kamu tetap menjadi sayangnya abang, cintanya abang dan bohatenya abang. Tidak ada duanya deh. Tapi… abang hanya akan berani mencintai wanita lain kalau nanti anak kita perempuan.
Aku
Sayang…. Kalau kamu
__ADS_1
“Bu Za cepat nanti habis ini” teriak bu Dewi “apa lagi ada pak Jamal ini” ledeknya melirik ke arah pak Jamal yang begitu sama dengan bu Fizza, sama - sama mencintai kingdom perujakan.
“Iya… sebentar” teriakku menoleh ke arah mereka. Aku kembali fokus berbicara dengan Andi di telpon
Andi
Kenapa sayang??
Aku
Gak orang ini manggil adek
Andi
Lagi apa di sana sayang
Aku
Biasa abang, merujak.
Andi
Sekayak orang hamil saja kalian.
Aku
Yang hamil satu orang yang menikmati rujak semuanya. Iih jadi kepotong kan pembicaraan kita tadi.
Andi
Adek mau ngomong apa tadi.
Aku
Eum apa ya
Andi
Aku
Euk ini kan tadi abang ngomongnya abang hanya akan berani mencintai wanita lain kalau wanita itu adalah putri kita. Jadi, adek mau ngomong ke abang. Kalau kamu menjadi milikku, aku tidak ingin berbagi apalagi terbagi.
Andi
Kalau itu tidak usah dibilang. Selama abang masih ada di dunia ini. Abang tidak akan pernah mencintai wanita lain. Yasudah ah, abang mau tidur dulu, sudah gak kuat ini meleknya. Nanti jangan lupa di telpon na deungeu? (dengar kan?)
Aku
Iya yaudah, assalamualaikum bang Andi jelek.
Andi menutup panggilannya ia menutup matanya lalu tertidur pulas. Sementara aku kembali menghampiri mereka dan melanjutkan memakan rujak.
“Pak Said kemana, gak nampak ya dia hari ini?” Tanyaku kepada mereka semua.
“Ciee bu Kanza yang nyariin pak Said, awas nanti bapak tentaranya marah” ledek bu Fizza melirik ke arahku.
“Enggak… biasanya kan ada pak Said gabung bersama kita” ucapku mengelak.
“Itu pak Said datang” pak Said berjalan dari kantor utama “wah gak ajak - ajak”
“Wah panjang umur pak Said, baru tadi ditanyain sama cut adek Kanza” ucap bu Dewi melirik ke arahku.
“Kenapa dek Aza kangen ya”
“Jiaah panggilannya dek Aza uuhuii” ledek pak Jamal.
“Oh biasa itu pak Jamal. Kami berdua kan couple goals, ya kan dek Aza”
__ADS_1
Aku tertawa mendengar ucapan pak Said “iya ya pak” ucapku mengambil mangga lalu memasukkannya ke dalam mulutku.
****
Tak terasa bel pulang berbunyi. Semua siswa dan siswi mulai dari kelas VII sampai IX berhamburan keluar kelas masing - masing, mereka telah siap dengan tas di punggung mereka untuk segera pulang. Aku dan guru - guru lainnya bergegas ke kantor utama untuk melakukan fingerprint sebagai absen pulang.
SKIP
Aku berjalan ke parkiran mengambil motorku yang terparkir sejak dari pagi di sana. Aku memasang helm di kepalaku lalu menyalakan mesin motor dan menancap gas perlahan.
****
Aku telah sampai di gerbang rumahku. Aku memarkirkan motor di garasi lalu bergegas masuk ke dalam kamar. Aku meletakkan tas di atas meja lalu berganti baju. Aku mengambil wudhu dan melaksanakan shalat zuhur.
“Allahu… akbar” mengangkat kedua tangan memulai takbiratul ihram.
Sepuluh menit kemudian
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” aku menoleh ke arah kanan “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” aku menoleh ke arah kiri. “Alhamdulillah” aku mengangkat kedua tanganku “ya Allah yang maha pengasih dan maha penyanyang. Ya Allah berilah keberkahan umur untukku dan kedua orang tuaku, ya Allah berilah rezeki yang melimpah atasku dan kedua orang tuaku. Ya Allah tambahkanlah rasa kasih sayang dariku untuk bang Andi dan tambahkanlah rasa kasih sayang dari bang Andi untukku. Ya Allah tegarkan dan sabarkanlah hati aku melihat kepergian bang Andi esok, aaaamiiiin” aku menyapukan kedua tangan ke wajah.
Aku melipat kembali mukena dan sajadah lalu meletakkannya kembali ke rak mukena. Aku beranjak ke atas ranjang lalu memilih tidur sejenak.
“Aku pasang alarm dulu lah biar terjaga nanti” aku memasang alarm di handphoneku lalu meletakkannya di sebelahku. Perlahan mataku mulai terpejam.
****
Triing…. Triiing…. Triiiing suara alarm begitu menggelegar berbunyi di dekat telingaku. Aku membuka mataku mencoba mencari keberadaan suaranya.
“Ah”’aku menguap dengan besar. Aku berjalan ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit kemudian, aku keluar dari kamar mandi.
“Wuuii seger banget, leh mandi ka wangi (setelah mandi sudah wangi)” aku bernyanyi dengan begitu riang. Bagaimana tidak sebentar lagi aku bertemu dengan kekasihku. Aku memakai pakaian, setelah itu mengenakan sedikit make up. Tak lupa setelahnya aku memakai parfume yang super duper banyak.
“Aku telpon abang dulu lah” ucapku di depan cermin. Aku berjalan mendekat meja yang berada di samping ranjang. Aku mengambil handphone lalu mencari kontak Andi.
Via telpon
Aku
Abang…
Andi
Hmm
(Jawab Andi dalam tidurnya)
Aku
Abang bangun dong, katanya mau jalan.
Andi
Iya, ini abang mau bangun. Kamu ke sini terus ya.
Aku
Iya ini mau on the way ke sana
Aku mematikan telponnya. Sementara Andi mengiyakan akan bangun tapi ia malah tertidur lagi. Andi adalah lelaki pencinta tidur. Bahkan ia bisa tidur dimana saja termasuk di dalam kotak.
Aku mengambil tas lalu berjalan ke garasi, aku memasangkan helm di kepalaku lalu menyalakan mesin motor dan menancap gas perlahan.
#thank you atas kunjungannya.
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
__ADS_1
Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.