Bapak Tentaraku

Bapak Tentaraku
Bab 103 : Mawar Merah Bukti Cinta


__ADS_3

Hallo guys!!


Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.


****


Aku menatap kepergian Andi, rasanya sungguh berat melihat ia pergi walaupun hanya untuk pulang ke rumahnya. Air mata turun mengalir di kedua pipiku.


“Kenapa kamu menangis sayang, kan abang cuma pulang ke rumah sebentar mengganti pakaiannya. Nanti pasti ke sini lagi. Hapus dong air matanya nanti tidak cantik lagi” mama melihat air mata di kedua pipi, ia berusaha membuatku tenang.


“Iya ma” aku menghapus air mataku.


“Nah kan sudah cantik lagi” ucap mama setelah aku mengusap air mataku.


Aku membalasnya dengan senyuman.


****


Andi telah sampai di rumahnya. “Assalamualaikum” ucapnya membuka pintu utama lalu melangkahkan kakinya. Ia berjalan ke kamarnya.


“Mandi dulu apa rebahan dulu” Andi membuat pilihan untuk dirinya. “Tapi kalau tidur nanti gak kebangun, aneuk manyak jeh di moe di sideh (anak kecil itu menangis di sana)” ucapnya lalu bangun mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian, Andi telah selesai mandi ia melilitkan handuk di pinggangnya lalu berjalan ke cermin, mengambil deodorant lalu memakaikannya di ketiak. Setelah itu ia memakai parfum di sekujur tubuhnya, setelah itu ia menyisir rambutnya memakaikan pomade agar terlihat rapi.


“Leuh mandi ka wangi” ucapnya sambil sedikit bernyanyi. Ia berjalan ke lemari, membukanya lalu memilih - milih baju. “Aku pakai baju yang mana ya” Andi terlihat kebingungan dalam memilih outfit yang akan ia kenakan hari ini. “Oh iya adek kan suka banget kalau aku pakai kaos berwarna hitam, yasudah aku pakai yang warna hitam sajalah” akhirnya Andi telah menentukan pilihannya. Ia menarik baju kaos lengan pendek dari tumpukan baju yang tersusun cukup rapi, ia menariknya dengan sangat perlahan “harus pelan - pelan Andi, kalau tidak habis kamu sama kak Nia. Bisa - bisa nanti aku tidak bisa pakai baju lagi”


Andi terlihat begitu takut dengan ancaman kak Nia, asisten rumah tangganya yang bertanggung jawab atas semua keperluan Andi. Pernah beberapa waktu lalu, Andi dengan sangat nakal memberantakkan baju - bajunya yang telah tersusun rapi. Namun, atas izin mamanya Andi, kak Nia berhasil membuat ia jera. Semua bajunya dan celananya dibiarkan terendam dalam air, tinggal satu baju yang melekat di badanny. Andi dengan sangat terpaksa memakai baju itu selama dua hari. Sejak kejadian saat itu, Andi menjadi kapok dalam hal memberantakkan baju. Ia tidak lagi ingin hal itu terulang kembali.


***


Andi telah selesai memakaikan kaos berwarna hitam, jeans berwarna hitam, ia mengambil jam tangan di rak jam yang terdapat beberapa koleksinya. Ia memakainya di tangan kirinya. Setelah itu, ia mengambil kunci mobil dan keluar kamar.


Andi berjalan ke garasi rumahnya tempat mobilnya terparkir. Andi membuka pintu, lalu melangkahkan kakinya, duduk di kursi pengemudi. Andi memasang seat belt, menyalakan mesin dan menancap gas perlahan.


Sementara aku masih menunggu kedatangan Andi menemuiku. Rasanya aku ingin selalu di samping dia, tidak mau sedikitpun berjauhan dengan dia.


“Ma… abang kapan ke sini lagi” tanyaku, air mataku kembali berlinang.


“Mungkin sebentar lagi. Tunggu ya jangan sedih begitu dong” mama mencoba menenangkanku, ia mengusap air mataku.


***


Andi masih dalam perjalanan ia menyetir mobilnya dengan sangat cepat. Namun, ia tetap berhati - hati memperhatikan jalan.


“Adek mau makan apa ya? apa ya yang aku bawa ke sana”

__ADS_1


Andi celingak - celinguk melihat jalan. Namun, pandangannya terhenti saat melihat toko boneka.


“Oh aku beli itu saja” Andi memberhentikan mobilnya di depan toko boneka. Ia turun dari mobil bak pangeran dari kahyangan. Badannya yang kekar di tambah dengan badannya yang tinggi, kulitnya yang bersih dan potongan rambutnya persis anggota Tentara.


Ia berjalan dengan sigap ke dalam toko boneka.


“Selamat datang pak” ucap penjaga toko. Andi mengangguk kepalanya perlahan.


Ia berjalan mengelilingi setiap sudut toko boneka mencari boneka yang cocok untukku. Saat melihat- lihat ia menemukan boneka BT21.


“Adek pasti suka ini” memegang koleksi bonekanya. “Dia kan suka sama Yoongi tapi karekternya siapa ya? aku enggak hafal lagi” Andi mengambil handphone dari dalam sakunya lalu mencari karakter boneka dari Min Yoongi idol kesukaanku di situs internet.


“Oh ini dia” Andi melihat karakter boneka yang ada di rak dan menyamakannya dengan yang di handphonenya “oh ini shooky” Andi mengambil sebuah boneka berwarna coklat tua ini lalu membawanya ke kasir. Andi menyerahkan bonekanya kepada penjaga kasir.


“Ini saja pak” penjaga kasir mengambil boneka lalu membungkusnya dengan rapi “175.000 ya pak” menunjukkan layar monitor kasir.


Andi mengambil dompet yang berada di saku belakang celananya lalu mengambil uang dan menyerahkan kepada penjaga kasirnya. Penjaga kasir mengambil uang lalu menyerahkan bonekanya “uangnya untuk saya, barangnya untuk bapak ya” ucapnya sebagai ijab qabul dalam jual beli.


Andi berjalan keluar dari toko, saat ingin mengambil mobilnya langkah kakinya terhenti saat melihat toko bunga.


“Sekalian bunganya lah, biar adek tambah senang”  Andi melangkahkan kakinya ke toko bunga.


#Toko bunga


Mata Andi terlihat melirik ke sana kemari mencari bunga yang simpel tapi mewah.


“Saya ingin mencari bunga untuk kekasih saya pak, kira - kira bunga apa yang cocok ya. Dia orangnya sangat kalem” ucap Andi menjelaskan maksud hatinya.


“Oh kalau seperti itu” penjaga toko lalu mengambil setangkai mawar berwarna merah “ini sepertinya cocok untuk dia” memberikannya kepada Andi “kata orang - orang mawar merah itu lambang cinta dan kasih sayang”


Andi mengambil mawar dari tangan penjaga toko lalu menghirup aromanya yang semerbak.


“Yasudah pak ini saja, berapa pak?”


“Setangkai saja?” Tanyanya.


“Iya pak”


“Lima puluh ribu saja”


Andi mengambil uang dari dalam dompetnya lalu memberikannya kepada penjaga toko. Ia berjalan keluar dari toko.


“Bunga sudah ada, boneka sudah ada. Cepat sembuh kamu sayang” gumamnya sendirian.


Andi telah sampai ke depan mobilnya. Ia membuka pintu mobil bagian belakang lalu meletakkan boneka dan bunganya. Setelah menutupnya, ia membuka pintu bagian pengemudi. Andi masuk dan duduk di dalamnya, memasang seat belt lalu menyalakan mesin. Andi mulai menjalankan mobilnya.

__ADS_1


SKIP


Andi telah sampai di parkiran rumah sakit, ia memarkirkan mobilnya. Ia turun dengan membawa boneka dan mawar.


“Aduh - aduh semua orang melirik aku” gumamnya saat melihat orang - orang lewat memperhatikan dia.


Dari kejauhan terlihat tiga orang cewek yang memperhatikan Andi.


“Guys lihat deh cowok itu sudah macho, cool, so sweet lagi kan. Pake bawa bunga dan boneka segala”


“Mana? Mana?”


“Ituloh” menunjuk ke arah Andi.


“Iya ya masyaallah banget jadi ceweknya itu”


“Iya abangnya tampan banget lagi”


Andi terus berjalan tanpa menghiraukan orang - orang yang memperhatikannya.


****


Tok… tok…tok… suara ketukan pintu. Aku yang sendirian di kamar, karena tinggal mama ke musholla, melihat ke arah pintu berharap Andi yang datang menemaniku.


“Assalamualaikum” ucap Andi membukakan pintu.


“Waalaikumsalam” aku segera duduk di atas ranjang “abang…” ucapku dengan suara mentel ditambah centil. Andi berjalan mendekatiku. Aku memeluk pinggangnya “kamu kenapa lama sekali? kamu kok wangi banget? Aku melepas pelukanku.


“Ish kan habis mandi, ya pasti wangilah. Memang kamu bau asem” ucap Andi meledekku.


“Adek kan masih sakit” ucapku dengan centilnya.


“Oh iya ini untuk kamu sayang” Andi memberikan bunga lalu memberikan boneka shooky kepadaku.


“Wah” teriakku memeluk boneka lalu mencium aroma mawar merah “terima kasih abang”


“Sama - sama abang, jeh kok abang? Adek. Sama - sama adek. Mama kemana sayang?” Tanya Andi yang melihatku hanya sendirian di kamar.


“Ke Musholla sayang”


“Oh…..” Andi mengambil kursi lalu duduk di sampingku.


#thank you atas kunjungannya.


Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.

__ADS_1


Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.


__ADS_2