Bapak Tentaraku

Bapak Tentaraku
Bab 56


__ADS_3

Hallo guys!!


Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.


“Dih jangan adek pandai make up in nya”


“Buktikanlah” ledekknya


“Oke, dekatin wajah kamunya” aku mulai memakaikan cushion di wajahnya tipis - tipis aku merapikannya dengan lembut.


“Sayang yang benar ini dimake up in nyan jangan jadi badut abang”


“Iya abang tenang saja. Pokoknya abang terima beres tidak usah banyak berbicara dan tidak boleh dilihat dulu di cerminnya ya” perintahku “abang cukup duduk diam saja”


“Iya” Andi menggangguk kepalanya. Setelah merapikan cushion di wajahnya Andi aku menyisir alisnya yang lebat


“Jangan dipotong ya” protesnya


“Enggak, kamu diam saja deh nikmatin saja” setelah menyisir alisnya aku melukiskan bagian - bagian yang kosongnya dengan pensil alis. Setelah itu memberikan concealer untuk menutup rambut alisnya yang keluar dari bingkai alis. Aku merasa cukup telaten dalam menjalankan misi ini.


Setelah bagian alisnya selesai aku memakaikan blus on di pipinya menyapunya perlahan lalu memakaikan eye shadow berwarna perpaduan coklat muda dan coklat tua di kelopak matanya. Andi menikmati setiap gerakan aku mengaplikasikan make up di wajahnya matanya terkadang terbuka terkadang ia juga memejamkan wajahnya.


Aku memakai bedak di wajahnya


“Itu apa lagi sayangnya” tanyanya


“Ini bedak sayang”


“Masih lama abang pegal ini lehernya”


“Abang tiduran saja kalau tidak” aku menyuruhnya berbaring. Andi berbaring sesuai perintahku. Aku melanjutkan mengaplikasikan lipstik dengan nuansa ombre pertama aku mengaplikasikan lips cream berwarna nude di setiap bagian bibir atas dan bibir bawahnya setelah itu aku lanjut mengaplikasikan liptins yang berwarna terang di bagian dalam bibirnya. Terakhir aku memberikan maskara di bagian bulu mata atas dan bulu mata bawahnya yang juga sama - sama lentik.


“Sayang sudah”


Andi membuka matanya lalu duduk di atas ranjang. Aku memberinya cermin.


“Wow sayang” dia terkejut dengan hasil make up ku. “Kalau abang jadi cewek cantik banget ini pastinya. Pasti bisa mengalahkan kamu”


“Adek foto ya”


“Jangan… nanti kamu upload lagi”


“Enggak lah sayang, aku foto saja biar diabadikan jarang - jarang kan kamu mau dimake up in kayak begini” aku membujuknya perlahan.


“Iya janji ya jangan di upload”


“Iya janji” aku membuka kamera di handphoneku lalu memotret wajahnya “cantik banget kamu sayang” aku melihat hasil jepretanku di layar handphone.

__ADS_1


“Mana sini abang lihat” dia menarik handphone dari tanganku.


“Wah gila, ini awas ya kalau kamu upload”


“Enggak sayang, mana mungkin. Kita selfie yuk”


Andi pasrah dengan ajakan ku lagi untuk berselfie


“Sudah ah sayang, kamu hapus balik ini make up nya”


“Iya” aku meletakkan handphone di atas lemari lalu mengambil kapas dan micellar water lalu mengosoknya perlahan di wajahnya Andi membersihkan seluruh wajahnya. “Sudah sayang, kamu cuci dulu mukanya sana” aku menyuruh Andi membasuh wajahnya dengan air di kamar mandi.


Aku membantunya menuntunnya ke kamar mandi tangan kiriku memegang infus dan tangan kananku merangkul pinggangnya.


Setelah itu aku kembali menuntunnya ke atas ranjang.


“Adek pakaikan skincare ya”


“Apa mau dimake up in lagi”


“Enggak ini untuk kesehatan wajah”


“Oke” Andi merebahkan tubuhnya.


Aku mulai memakaikannya toner di wajahnya lalu diikuti serum wajah sedikit, eye cream di bagian bawah matanya dan sedikit lip balm di bibirnya.


“Ya sudah abang tiduran terus”


“Tinggal kamu sendirian” ucapnya yang tidak mau meninggalku sendirian karena ia tahu kalau aku sendirian pasti aku akan bosan.


“Tidak apa - apa sayang, adek bisa main handphone”


“Baiklah abang tidur sebentar ya”


“Kamu minum dulu lagi ini” aku mengambil botol minumann lalu memberikannya ke Andi “kamu mau puasa kan minum yang banyak ya” Andi meneguk minumannya perlahan.


“Sudah sayang, nanti perut abang kembung. Aku tidur ya” Andi memejamkan matanya.


Aku merapikan selimut menutupi tubuhnya. Setelah itu aku duduk kembali dan memakaikan sedikit make up di wajahku.


Sepuluh menit kemudian setelah selesai mengaplikasikan make up aku berjalan ke sofa lalu mengambil handphone melihat - lihat sosial media. Aku terus mengscrollnya sampai mataku tak kuat lagi untuk melihatnya akhir aku memilih untuk tidur sejenak sebelum Andi bangun.


*****


Dalam mimpi.


Aku bermimpi jalan di suatu tempat yang semuanya serbah putih. Di ujung jalan aku melihat Andi memakaikan baju serba putih dia tersenyum ke arah. Aku berlari ke arahnya

__ADS_1


Abang abang abang mau kemana. ucapku melihat tangan Andi melampaui tangan seseorang yang berusaha mengajaknya pergi.


Abang jangan pergi teriakku


“Sayang sayang” panggil Andi yang bangun karena mendengar teriakku “sayang” dia terus memanggilku perlahan ia turun dari ranjang “aw” ringisnya karena saat ia turun tali infusnya sedikit tertarik. Ia merapikan selang infusnya lalu berjalan ke arahku.


“Sayang” menepuk pipiku perlahan.


“Sayang kamu mau kemana kamu jangan pergi kamu tidak boleh meninggalkan aku” teriakku dengan keras mataku masih terpejam.


“Sayang” Andi terus berusaha membangunkan aku.


Aku membukakan mataku melihat ke arah Andi yang berdiri di depanku. Aku bangun langsung memeluknya “kamu jangan kemana - mana. Kamu tidak boleh meninggalkan aku. Kamu janji kamu tidak akan pergi”


Aku kebingungan melihatku yang bangun - bangun langsung memeluknya dan mengatakan bahwa dia tidak boleh pergi kemana - mana “sayang hei” menetap wajahku “abang di sini tidak kemana - mana”


Aku masih memeluk erat tubuhnya. Beberapa detik setelahnya aku baru tersadar


“Kok aku meluk kamu sih” aku melepas pelukannya lalu duduk di sofa. Andi ikut duduk bersamaku.


“Kamu kenapa??” Tanyanya.


“Tadi aku mimpi”


“Mimpi apa sayang”


“Tadi aku mimpi adek berjalan sendirian di suatu tempat gitu terus tempatnya itu serba putih, terus adek melihat abang lagi berusaha menggapai tangan seseorang dan abang mau ikut pergi bersamanya” jelasku aku merasa kejadian itu sangatlah sedih sehingga air mata turun membasahi pipiku.


“Itu cuma bunga tidur sayang” Andi merebahkan kepalaku di dadanya “abang di sini kok, abang tidak kemana”


Apa aku akan perginya setelah operasi nanti. Apa ini pertanda ya. Kanza mimpi seperti itu tentangku, batinnya.


Aku terus menangis dalam pelukannya rasanya benar - benar sedih dan aku tidak ingin menghentikan tangisanku.


“Sudah ya jangan menangis abang di sini, ini abang lagi duduk di samping kamu. Abang tidak kemana - mana. Kamu tenang ya sayang” Andi mengusap air mataku dan melepas pelukannya. “Jangan nangis lagi ya cantik” ia memelukku kembali memberiku ketenangan.


Ikatan aku dan Andi benar - benar kuat. Aku tidak ingin sedikit pun lepas dari Andi sama halnya dengan Andi yang selalu mencariku dimana pun aku berada.


Mimpi aku barusan maksudnya apa ya. Apa ini pertanda kalau bang Andi akan pergi meninggalkanku, batinku.


Tok…. tok… tok… suara ketukan pintu terdengar.


Aku segera melepaskan pelukannya “sudah sayang adek sudah tidak apa - apa” aku menghapus air mataku.


#thank you atas kunjungannya.


Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.

__ADS_1


Di tunggu part selanjutnya ya bye.


__ADS_2