Bapak Tentaraku

Bapak Tentaraku
Bab 75 : Tatapan dokter Elita


__ADS_3

Hallo guys!!


Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.


*****


“Dek seriusan kakak memperhatikan dokter itu seperti ada sesuatu dengan abang. Dia seperti menyukai abang. Kamu ngertikan gimana tatapan orang yang lagi menyukai seseorang. Coba kamu perhatiin deh tatapannya” bisik kak Anti lagi.


“Jangan suuzon kak” aku terus membantahnya. Karena menurutku dokter Elita sangatlah baik, dia begitu ramah denganku dan keluarganya Andi jadi mana mungkin aku percaya kalau dia bisa menyukai Andi yang sudah menjadi tunanganku.


“Jangan gak percaya gak percaya kamu dek” ucap kak Anti.


“Iya… kakak tenang saja. Adek yakin bang Andi tidak akan mengkhianati adek” ucapku mempasarahkan semuanya kepada Allah. “Jika memang bang Andi jodohnya adek maka dia akan tetap bersama adek, begitu juga kalau misalnya bang Andi bukan jodohnya adek pasti dia akan perlahan menjauh” jelasku aku tidak ingin membuat diriku galau dengan masalah percintaan. Aku tidak akan membiarkan diriku terjatuh dalam hal yang sama untuk kedua kalinya.


“Tegar sekali kamu dek, bangga kakak sama kamu” kak Anti merangkulku, Andi melirik saat kak Anti merangkulku.


“Kenapa kak” tanya Andi ingin tahu. Dokter Elita juga ikut melirik ke arahku dan kak Anti lalu ia tersenyum.


“Hah enggak kok abang” jawabku, kak Anti melepaskan rangkulannya.


“Kalau seperti itu saya permisi dulu ya, nanti tinggal urus saja kepulangannya sama bagian administrasi rumah sakit, kalau tidak tahu boleh ditanyakan di bagian resepsionis di depan ya pak” dokter Elita dan suster yang menemaninya berpamitan keluar meninggalkan ruangan. Langkah kaki dokter Elita seakan berat untuk melangkah keluar, hatinya begitu nyaman di ruangan Andi di rawat dan dapat menatap wajah Andi terus - terusan. Padahal aku masih ingin di sini menemani pujaan hatiku, batinnya.

__ADS_1


Setelah kepergian dokter Elita dan susternya.


“Dokter Elita itu kenapa sih harus berbicara sedekat itu sama kamu, ganjen banget jadi dokter” gerutuk kak Anti ia terlihat begitu kesal dengan dokter yang merawat Andi itu “malah menatap wajah kamu sampai segitunya lagi” sambungnya lagi.


“Apa sih kak, lagian aku juga enggak dekat sama dia. Dia malah dekatnya sama adek, ya kan dek” Andi melirik ke arahku berharap aku menganggukkan kepalaku menyetujui omongannya.


“Ish dia dekat sama adek beda ya, dengan dekat sama kamu bang. Dia mau dekat sama kamu, karena kakak melihat dia suka sama kamu. Kamu tahu itu??Kamu itu sudah tunangan sama adek. Jadi please tolong jangan kasih celah untuk orang lain masuk ke dalam hubungan kalian” kak Anti memarahi Andi habis - habisan, ia tidak ingin hubungan aku dan Andi hancur begitu saja.


“Yang suka sama dia siapa sih kak” Andi heran dengan pemikiran kakaknya “abang enggak suka sama dokter itu, abang sudah mempunyai adek dan abang merasa cukup sudah mempunyai adek” tegas Andi “terima kasih kakak sudah perduli dengan hubungan abang dan adek, dan abang sendiri pun tidak akan membiarkan seorang pun masuk apalagi sampai merusak hubungan abang dengan Kanza”


“Iya bang, kakak hanya mengingatkan kamu saja. Karena jujur kakak ingin kamu bisa mencintai satu wanita saja di hidupmu. Terima semua kelebihan dan kekurangan dia. Jangan sekali - kali kamu mencari kekurangan dia di wanita lain. Kamu dididik sangat baik oleh mama, jadi kamu juga harus bisa menjaga wanitamu seperti mama menjagamu”


“Iya kak. Makin sayang deh sama kakak” Andi mengulurkan tangannya ingin memeluk kakak kesayangannya walaupun mereka berdua seperti Tom and Jerry kalau sudah bertemu. Tapi bagaimana pun kak Anti adalah wanita kedua yang sangat Andi cintai setelah mamanya dan aku wanita terakhir sementara yang ia cintai. Nantinya dia akan mencintai perempuan lain setelahku yaitu putri kecil kita.


“Terima kasih ya kak. Kakak masih seperduli ini sama abang, kakak sangat tidak ingin abang salah dalam mengambil langkah” ucap Andi.


“Apapun akan kakak lakukan untuk kamu, apapun itu… bahkan kalau bisa nyawa kakak sekalipun” air mata terlihat jatuh di pipi kak Anti “kita cuma berdua, kita harus kompak, kita harus selalu saling menyayangi satu sama lain, kita harus saling mendukung satu sama lain. Karena kita berdualah nanti yang akan menjaga mama dan ayah. Sekarang mereka masih mampu berdiri dengan kakinya, tapi suatu hari nanti kita berdualah yang menjadi kaki mereka. Kita berdualah yang menuntun mereka mau kemana” Kak Anti memeluk erat tubuh adik lelakinya itu. Tak terasa air mata juga membasahi pipi Andi.


“Iya kak abang minta maaf ya kalau selama ini sering berbuat salah sama kakak. Maafin abang ya kak. Benar kata kakak suatu saat kita berdualah yang menjadi kaki untuk ayah dan mama berjalan. Jadi sampai tua nanti kita harus bisa menjaga dan menyayangi satu sama lain” Andi melepas pelukannya lalu mengusap air matanya.


Ya Allah begitu bahagia aku melihat adik kakak ini, mereka sangat kompak dan saling menyayangi satu sama lain. Aku begitu bahagia bisa masuk dalam keluarga yang super baik ini, batinku melihat Andi dan kak Anti saling berpelukan. Mereka begitu kompak sebagai saudara sedarah.

__ADS_1


“Kenapa jadi mellow begini sih” kak Anti mengusap air matanya.


“Dih kakak nangis cengeng banget sih. Sudah gedek masih cengeng” ledek Andi terkekeh.


“Yee ngatain orang menangis sendirinya juga menangis” ledek kak Anti balik, lalu mengusap air matanya lagi.


“Berantemnya sudah??” tanya mama yang berjalan mendekati aku, kak Anti dan Andi yang berkumpul di ranjang.


“Kak Anti ma, masa nuduh dokter Elita suka sama abang?” Andi mengadu dengan mamanya.


“Hah?? Masa sih tapi kok mama lihat dokter El itu baik sama kita semua. Tapi, akhir - akhir ini mana merasakan aneh sih sama kebaikan dia” jelas mama yang juga mengamati gerak - gerik dokter Elita.


“Iya kan ma” kak Anti mengiyakan mamanya “jadi enggak salah kan ma kalau kakak peringatkan abang. Kalau abang jangan sampai memasukkan orang lain ke hubungan dia sama adek”


“Iya enggak salah dong. Karena ya, orang ketiga itu akan masuk kalau ada yang membuka pintu. Ini bukan cuma untuk hubungan abang dengan adek, tapi hubungan kamu juga kak dengan Riza begitu juga dengan hubungan mama dengan ayah.  Karena orang yang kita anggap baik itu tidak selamanya dia berniat baik kepada kita. Mungkin ada hal - hal jahat yang dia rencanakan di baliknya. Intinya untuk anak - anak mama, kalian mama didik dengan baik” duduk di kursi “mama memperlakukan kalian berdua dengan sebaik mungkin tidak pernah sedikit pun mama membeda - bedakan kalian berdua, mama memberikan segalanya yang terbaik untuk kalian apapun itu benda, makanan, pendidikan bahkan fasilitas. Untuk apa?? Karena mama dan ayah sangat mencintai kalian berdua, kami ingin memberikan kalian berdua yang terbaik apapun yang kami punya. Jadi jangan heran kalau mama dan ayah bekerja keras setiap harinya”


Aku, Andi dan kak Anti berdiam diri mendengar nasihat dari mama yang begitu menusuk hati.


#thank you atas kunjungannya.


Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.

__ADS_1


Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.


__ADS_2