
Hallo guys!!
Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku
Tanpa sadar aku tertidur di atas sofa. Andi masih memejamkan matanya. Beberapa menit kemudian ia membuka matanya kembali, melihat sekeliling kamar mencari keberadaanku. Tak terasa air mata mengalir di pipinya.
“Sayang” panggilnya cukup pelan.
Aku merasa Andi memanggilku dalam mimpiku tapi itu terasa sangatlah nyata, aku terbangun dari tidur duduk di sofa dan melihat ke arah Andi. Melihat aku bangun Andi berpura \- pura tidur. Aku berjalan mendekati ranjangnya. Aku memeluk tangannya “sayang” panggilku lembut. “Maaf ya” aku mencium lengan berototnya “gak seharusnya kita marahan kayak gini, sumpah aku gak kuat marahan sama kamu”
Andi terus berpura - pura tertidur, padahal ia mendengar semua ocehanku. Ia tersenyum tipis ke arahku. Aku melihat senyuman itu
“Kenapa bisa ya orang lagi tidur senyum - senyum” ledekku.
Andi tidak menjawab apa - apa, ia masih berpura - pura tertidur sesekali ia tersenyum.
“Kalau mau senyum, senyum saja kali pak” ledekku lagi.
Andi masih berdiam diri.
“Ah, sepi banget sendirian di sini. Hmm bakso enak ni” aku mulai mengoceh lagi. “Abang” mengoyangkan tubuh Andi “abang jelek kayak bebek hidung pesek gak pernah mandi sleebeew” aku benar - benar bosan dengan kesendirian ditambah Andi yang sedang marahan denganku.
Karena tidak tahan dengan ocehanku tawa Andi akhirnya pecah. Ia mnyenderkan kepalanya di ranjang.
“Kok ketawa ada yang lucu kah” tanyaku heran mendengar Andi yang tiba - tiba tertawa sendiri.
“Ya habis kamu lucu, jadi seperti itu ya kalau kamu lagi bosan”
“Enggak…. siapa yang bosan” jawabku cuek.
“Ya kamulah sayangku cintaku bohateku, siapa lagi yang ada di sini”
“Kamu ngomong sama aku” menunjuk diriku sendiri.
“Eh coba dekat sini sebentar” aku mendekatkan kepalaku, Andi menepuk jidatku “ada nyamuk sayang” ucapnya tertawa ngakak.
“Kan dia mah gitu, selalu nepuk - nepuk jidatku. Aku boleh balas gak sih pengen banget nampol kamu”
“Balas saja, aku masih punya paket data” jawabnya ngasal alias tidak nyambung sama sekali.
“Udah ah, malas berdebat sama kamu. Kamu norak”
“Tapi sayangkan???” serobotnya.
“Sayang siapa”
“Sayangnya aku lah”
Malamnya ayah dan mamanya Andi datang.
“Assalamualaikum” mama membukakan pintu masuk bersama ayah.
“Waalaikumsalam” jawabku dan Andi kompak, melirik ke arah pintu melihat siapa yang datang.
“Yaampun dua sejoli kita yah lagi kompak” ledek mama berjalan ke arah ranjang “mama bawa makanan ni, makan terus dek”
“Abang gak disuruh makan ma, adek saja” protes Andi kepada mamanya yang hanya menyuruhku makan.
“Abang juga, tapi mama bawanya cuma buat adek. Abang makan angin saja” jawab mama sengaja membuat Andi kesal.
“Mama gitu banget” rengeknya.
“Ma, ayah ke depan ya” ayah pamit ke depan.
__ADS_1
“Iya yah”
Aku, Andi dan mama menikmati makanan yang dibawa mama.
“Ma enak banget mie gorengnya, coba in deh bang” aku menyuapkan Andi mie goreng. Andi membuka mulutnya.
“Iya enak banget sayang” mengunyah makanannya.
“Jadi obat nyamuk deh mama” ledek mama.
“Gak dong ma, mama mau adek suapin” tanyaku melirik ke arah mama.
“Mau dong” membuka mulutnya. Aku menyuapi mama mie gorengku.
“Ciiee mama disuapin calon mantu” Andi menggoda mamanya yang mengunyah makanan setelah aku menyuapinya.
“Apa sih abang” aku menepuk pahanya “jangan gitu gak boleh sama orang tua”
Selesai makan aku membereskan piring \- piring dan sampah bekas makanan. Andi kembali tiduran di ranjangnya setelah aku memberinya obat. Aku kembali duduk di kursi di samping ranjangnya. Sedangkan mama bersantai di sofa.
“Bang” panggilku.
“Uwan sayang” jawab Andi lembut.
“Adek gak menginap ya malam ini, gak enak sama mama” bisikku pelan - pelan “nanti berubah penilaian mama sama adek, abang pahamkan maksud adek”
“Iya sayang gak apa - apa tapi besok kamu ke sini lagi ya jagain abang”
“Iya sayangku cintaku bohateku”
“Kata - kata aku itu, kamu main copy paste saja. Uuuu gak ada ide” ledeknya.
“Pinjam bentar lah kan boleh” mengedipkan mataku ke arahnya.
“Boleh boleh boleh” bergaya serial upin dan ipin “buat kamu apa sih yang enggak my bohate”
Mama duduk di sofa “oh iya sayang, terima kasih ya sudah bantuin mama jagain abang”
“Iya ma, gak apa - apa kok. Adek pamit ya ma” mencium tangan mama.
Aku kembali mendekati ranjang Andi “eh bohitek” mencolek kakinya dibalik selimut “cewek cantik mau pulang dulu, kamu baik - baik ya di sini jangan kangen aku” sebelum pulang hal yang paling wajib dilakukan adalah mencoba menggoda Andi.
“Dek sini bentar” panggil Andi
“Apa”
“Dekat dulu” aku mendekatkan kepalaku. Baaaam…. Lagi - lagi Andi menepuk jidatku.
“PD banget kamu ya, siapa yang mau kangen sama kamu. Aku???? Ya iyalah” nyengir kuda andalannya.
“Nah gitu dong mengakui, yasudah adek pulang dulu ya”
“Iya sayang, besok jangan lupa ke sini lagi ya” teriaknya.
Padahal aku masih berdiri di dekatnya “iiih masih dengar gak usah teriak - teriak. Emang ya kalau orang hutan emang gitu dia” aku berjalan menepuk jidatnya membalas perbuatannya sekali - kali.
“Pandai ya pandai” mengacungkan jempolnya.
“Ah sudah… nanti gak pulang - pulang aku, lepasin tangan aku”
“Iih aku gak pegang tangan kamu ya”
Andi tidak sama sekali memegang tanganku aku hanya berpura - pura ditarik olehnya. Sungguh sebuah drama yang menarik.
__ADS_1
“Aku pulang ya”
“Iya sayangku cintaku bohateku, hati - hati ya bawa motornya, jangan ngebut. Nanti kalau sudah sampai di rumah telpon aku”
“Iya” aku beranjak pergi ke pintu, lalu keluar. Aku berjalan ke parkiran rumah sakit mengambil motorku yang terparkir di sana.
Di tempat parkiran aku mengambil helm lalu memasangnya perlahan di kepala, lalu menyalakan mesin dan menancap gas pelan.
SKIP
Aku telah sampai di pintu gerbang, aku memarkirkan motorku di garasi, kemudian berjalan ke dalam rumah.
“Mama….” Panggilku masuk ke dalam rumah melalui pintu utama yang belum dikunci.
“Mama di ruang musholla sayang”
Aku menghampiri mama lalu memeluknya.
“Kenapa sih anak mama yang cantik ini, capek ya” mengelus kepalaku.
“Gak sih ma, cuman kasian saja sama bang Andi sampai sekarang masih di rumah sakit”
“Sudah tenang saja nanti juga bakalan sembuh, kamu kangen ya mau jalan - jalan sama dia” tangan mama terus mengelus kepalaku.
“Iya ma salah satunya itu, yasudah ma aku ke kamar dulu mau bersih - bersih” bangun dari pangkuan mama.
“Iya jangan lupa shalat insya sebelum tidur” melepas mukenanya lalu melipatnya kembali.
“Iya ma” aku berjalan masuk ke kamar. Cekkreek…. membuka pintu kamar setelah melangkahkan kaki ke dalam kamar aku menutup kembali pintunya. “Oh iya aku lupa ngabarin bang Andi kalau aku sudah sampai” aku mengambil handphone dari dalam tas lalu mencari kontak Andi.
Via telpon
Aku
Assalamualaikum
Andi
Waalaikumusalam
Aku
Abang…
(Panggilku sedikit teriak)
adek sudah di rumah ya
Andi
Iya sayang, langsung istirahat ya jangan begadang lagi
Aku
Iya sayang, kamu juga ya. See you next day.
Aku mematikan panggilannya. Berjalan ke kamar mandi, setelah itu aku melaksanakan shalat isya.
Lima belas menit kemudian aku telah selesai shalat kemudian melipat kembali sajadah dan mukena. Aku berjalan ke meja rias memakaikan skincare di wajah, lipcare di bibir dan body care di tangan dan kaki. Setelah aku beranjak tidur.
#thank you atas kunjungannya.
__ADS_1
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
Di tunggu part selanjutnya ya bye.