
Hallo guys!!
Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.
*****
“Aku sangat bersyukur bisa mendapatkan lelaki seperti bang Andi. Aku selalu ingat bagaimana pertemuan pertama aku dengan dia, bagaimana dia mendekatiku bahkan sampai akhirnya aku bisa memberikan seluruh hatiku untuknya. Aku percaya dia akan kembali menemuiku dan menjadikan aku istrinya” aku kembali membuka gallery handphonenya yang berisi beberapa fotonya dari zaman dia masih bocah, menjadi tentara, foto saat bertunangan denganku dan masih banyak lagi.
****
“Huuuu” Andi membukakan matanya lalu mengucek - ngucek kedua belah matanya “sudah pagi saja” ia menyibakkan selimutnya, lalu berjalan membuka hordeng “yah mataharinya sudah bercahaya terang, aku telat deh shalat subuhnya” gumamnya kesal. Andi berjalan ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi lalu menyapukan wajahnya dengan handuk khusus untuk wajah yang pernah aku belikan untuknya. “Handuk ini kan pemberian adek, dia pasti marah banget kalau aku mengelap wajah pakai handuk badan. Jadi kangen kan sama dia. Nanti jam 10 an aku ke rumah dia lah, melepaskan rinduku yang terpendam selama dua tahun. Tapi sebelum itu aku harus sarapan dulu supaya bek megok - gok tuot (lututnya tidak bergoyang)” tertawa ngakak sendirian.
Andi berjalan membuka pintu kamarnya, ia berjalan menelusuri setiap ruangan untuk menuju ke dapur.
“Jiah pangeran sudah bangun” ucap kak Nia menggoda Andi.
“Waduh - waduh, masak apa hari ini kak?” Tanya Andi menghampiri kak Nia.
“Nasi goreng kampung kesukaan kamu pangeran” ucapnya dengan begitu lembut.
__ADS_1
“Baik banget sih kak, masih ingat saja sama kesukaan aku. Jadi terharu aku” ucap Andi wajahnya terlihat terharu.
“Iya dong… kan kamu bawel makanya kakak bisa mengingatnya” ucap kak Nia “yasudah duduk di sini makan dulu”
Andi duduk di salah satu kursi di meja makan. Kak Nia mengambil sebuah piring lalu diletakkan di hadapan Andi, tak lupa ia membuat segelas susu untuk pertumbuhan massa otot Andi dan menuangkan segelas air mineral untuknya.
“Silahkan menikmati ya pangeran, jangan malu - malu. Malee malee deuk, hana malee aneuk deuk (malu - malu lapar, tidak malu seperti anak kelaparan)” ucap kak Nia sembari tertawa lalu ia bergegas pergi ke halaman depan.
“Bisa ya kak” Andi mulai mengambil sendok untuk mengambil nasi goreng, mengambil telur ceplok dan kerupuk kesukaannya setelah itu, ia memasukkannya suapan demi suapan dalam mulutnya.
Setelah mengabiskan nasi dalam piringnya ia meneguk minumannya sampai tak tersisa “Alhamdulillah” mengelus - elus perutnya yang terlihat membuncit karena nasi goreng kampung kesukaannya. “Ngantuk” menguap. “Aku tidur sebentar setelah itu ke rumah ayang” Andi bangun dari kursi lalu berjalan menuju kamarnya. Cekreek… membuka pintu kamar, ia berjalan menghampiri kasurnya yang seperti mempunyai tangan untuk menariknya. Andi merebahkan tubuhnya lalu menarik selimut, perlahan matanya mulai terlelap.
Lima menit kemudian, ia kembali membuka matanya lalu duduk di atas ranjang“aku buat alarm dulu takut tidak bangun” ia mencari letak handphonenya “kampret kan handphone aku ada bersama adek ya” gumamnya baru mengingat bahwa handphonenya berada bersamaku. Andi kembali merebahkan tubuhnya “ya Allah bangunkan aku jam 10.00 aamiiin” Andi memejamkan matanya kembali.
***
****
Jam 10.00 Andi membukakan matanya “jam berapa sekarang?” ia begitu terkejut dan langsung bangun, ia duduk di atas kasur, matanya melihat jam yang ada di dinding kamarnya. “Syukurlah masih jam 10.00, aku mandi dulu” Andi berdiri lalu mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggangnya. Ia berjalan ke depan cermin lalu memakai deodorant di ketiaknya dan memakai parfume di sekujur tubuhnya. Kemudian berjalan ke depan lemari, tak lagi bingung harus memakai outfit warna apa. Ia langsung saja mengambil jeans hitam dan kaos lengan pendek yang juga berwarna hitam. Setelah memakainya ia kembali berjalan ke depan cermin menyisir rambutnya lalu memakai pomade dan kembali menyemprotkan parfum di beberapa bagian tubuhnya “adek kan suka banget sama cowok wangi, jadi aku harus sewangi mungkin kalau bertemu dengan dia. Males banget aku kalau sampai dia mengatai aku kucel” menyisir rambutnya setelah itu ia mengambil jam tangan dan memakainya di lengan sebelah kirinya “oke sudah kece badai ini, sudah siap bertemu dengan cewek rese tapi ngangenin itu”
__ADS_1
Andi mengambil kunci mobilnya yang terletak di atas meja. Ia berjalan ke pintu lalu membukanya dan segera berjalan ke garasi mengambil mobilnya yang sudah ditinggalkan selama dua tahun.
Andi menekan remote control lalu berjalan membuka pintu bagian pengemudi “wah benar - benar dirawat mobil aku sama ayah” ucapnya yang melihat seluruh bagian mobilnya terlihat rapi, wangi dan bersih. Andi menyalakan mesin dan menancap gas perlahan tak lupa ia menggunakan seat belt untuk keselamatan dirinya.
“Aku bawa apa ya untuk adek, apa bawa boneka saja? Boneka BT21 dia kan baru satu ya. Oke deh aku membawa boneka saja untuk dia” Andi menyetir mobilnya ke tempat toko boneka yang sebelumnya pernah ia singgahi untuk membeli boneka BT21 karakter dari boyband BTS yang sangat aku sukai.
SKIP
Andi memarkirkan mobilnya di depan toko boneka. Ia menarik rem tangan, mematikan mesin mobil dan membuka seat belt. Ia membuka pintu mobil dan melengkahkan kakinya keluar kemudian berjalan ke dalam toko boneka. Ia menelusuri setiap rak boneka mencari keberadaan boneka BT21 yang dimaksudnya.
“Aku pilih yang mana ya?” Andi kebingungan untuk mengambil boneka mana yang ingin ia berikan untukku “apa ini saja yang warna putih ini” mengambil boneka Rj “atau yang ini yang bentuknya love” mengambil boneka tata. “Ini sajalah yang love ini, supaya ada love - lovenya” akhirnya Andi telah memutuskan boneka tata yang menjadi pilihannya yang akan ia bawakan untukku. Ia mengambil boneka tata lalu membawanya ke meja kasir “ini bang” menyerahkan bonekanya.
“Ini saja ya pak” mengambil boneka lalu membungkusnya dengan rapi. “Total 230.000 ya pak” menunjuk layar monitor mesin kasir.
Andi mengambil uang dari dompetnya yang berada di saku belakang celananya. “Ini” menyerahkan uangnya. Penjaga kasir mengambil uang dari tangannya Andi lalu menyerahkan boneka yang telah dibungkus dengan rapi kepada Andi.
Andi membawa boneka tersebut lalu berjalan kembali ke mobilnya. Andi membuka pintu lalu duduk di bagian pengemudi, menyalakan mesin, memasang seat belt dan menancap gas perlahan.
#thank you atas kunjungannya.
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
__ADS_1
Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.