
Hallo guys!!
Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.
SKIP
Andi telah sampai di depan gerbang rumahku, ia membuka pintu pagar lalu membawa masuk mobilnya memarkirkan di halaman depan rumahku. Andi menarik rem tangan, mematikan musik yang menjadi kesukaannya dan mematikan mesin. Ia keluar dengan membawa boneka. Perlahan Andi melangkahkan kakinya berjalan ke pintu utama rumahku.
“Assalamualaikum…” mengetuk pintu “Assalamualaikum” kembali mengetuk pintu.
Sementara aku di kamar yang sedang rebahan “duh siapa sih yang datang, mana di rumah tidak ada siapa - siapa lagi. Malas banget aku keluar” gumamku.
“Assalamualaikum” suara ketukan pintu dan ucapan Assalamualaikum terus terdengar di telingaku. Akhirnya aku memutuskan untuk keluar. Aku berjalan pelan ke hadapan pintu utama “waalaikumsalam” aku memegang gagang pintu lalu membukanya “abang” sontak membuatku terkejut orang yang sedari tadi mengetuk pintu dan mengucapkan salam ternyata adalah Andi “ini beneran abang? Ya ampun kenapa aku kok bisa sampai sehalu ini” aku masih belum percaya orang yang ada di hadapanku benaran Andi “ya ampun aku begitu kangen sama dia sampai - sampai halu begini” aku memegang wajahku.
“Ini abang beneran sayang” ucap Andi meyakinkan aku.
Aku berjalan mendekatinya lalu mencubit lengannya.
“Aw” ringis Andi kesakitan “kenapa dicubit sih, memangnya aku hantu apa?” Gerutuknya.
“Abang” aku memeluknya dengan erat “aku sangat sangat merindukanmu” air mataku mulai berjatuhan.
“Abang juga sangat merindukan kamu” Andi mempererat pelukannya.
Aku melepas pelukannya “masuk yuk sayang” aku mengambil tangan Andi lalu membawanya masuk ke dalam rumah.
Aku dan Andi duduk di ruang tamu.
“Mama dan ayah kemana sayang?” tanyanya yang sedari tadi hanya melihat aku sendirian.
“Ke tempatnya nenek sayang”
“Oh. Oh iya ini untuk kamu” menyerahkan boneka yang dibawanya kepadaku.
“Apa ini sayang, terima kasih ya” aku mengambil boneka dari tangannya. “Adek kangen banget tahu sama abang” air mataku kembali terurai.
“Sudah dong jangan menangis lagi” Andi mengusap air mataku. “Kan abang sudah kembali, abang sudah memenuhi janji abang untuk menjemput kamu kembali kan. Jadi minggu depan kita sudah mulai menyiapkan semua berkas - berkas pernikahan kita yang sudah tertunda lama sayang. Maafin abang ya sudah membuat kamu menunggu lama” Andi mengambil kedua tanganku lalu menggenggamnya dengan erat.
“Iya sayang. Adek senang akhirnya kamu kembali ke sini. Jadi penantian adek selama ini tidak sia - sia”
“Terima kasih ya sayang, kamu masih bersedia menunggu abang sampai detik ini”
“Bukan kah itu janji kita berdua ya sayang. Saling setia satu sama lain”
Andi menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Jadi selama abang pergi, adek tidak bandel kan? Tidak ada laki - laki yang menggoda adek kan?”
“Ada, banyak” ucapku.
“Oh jadi begitu”
“Tidaklah sayang… adek mau setianya cukup untuk abang. Tidak ada laki - laki lain yang ingin adek perjuangkan selain abang”
“Terima kasih sayang sudah menunggu abang, sudah menjadikan abang sebagai satu - satunya laki - laki yang adek tunggu kehadirannya, terima kasih banyak sayang. Sungguh abang begitu bersyukur bisa dipertemukan dengan adek dan bisa memiliki adek”
“Adek juga sangat bersyukur bisa kenal dan dekat dengan abang. Rasanya hidup adek jauh lebih sempurna bersama abang”
“Eum kita jalan - jalan yuk sayang. Adek bebas deh mau kemana saja, makan apa saja abang trakrir” ucap Andi.
“Eum ayo” jawabku tanpa berpikir panjang.
“Pasti pilihan utamanya ke tempat bakso” ucap Andi yang masih sangat menghafal kesukaanku.
“Nyan jeulas (itu sangat jelas sekali)” ucapku mengacungkan jempol tangan kananku “tapi adek belum mandi ini, adek mandi dulu ya”
“Pantesan dari tadi seperti ada bau sesuatu gitu, abang pikir dari mana. Ternyata oh ternyata bau itu berasal dari adek” ucap Andi tertawa ngakak. Keusilan Andi sama sekali tidak berubah. Ia masih saja terlihat menyebalkan.
“Nyebelin banget sih kamu” aku memukul lengannya.
“Nyebelin apa ngangenin” ucapnya menggodaku.
“Tapi kamu cinta kan sama aku? Cinta kan?” Ucapnya lagi.
“Hom hana kutuho tajoe (entahlah aku harus pergi kemana)” ucapku langsung lari begitu saja. Aku berlari ke dapur membuatkan minuman untuk Andi. Setelah membuat minuman, aku membawanya ke ruang tamu “silahkan diminum ya bapak nyebelin” aku meletakan segelas minuman dingin dan beberapa bungkus snack “adek mandi dulu ya” aku mencolek dagunya lalu berlari kembali sebelum tanduk Andi keluar.
“Jangan lama - lama nanti aku kangen” teriaknya.
“Iya” teriakku membalasnya.
Andi menikmati snack yang aku sediakan untuknya. Sementara aku di kamar.
“Alhamdulillah ya Allah, akhirnya bang Andi pulang dengan selamat. Terima kasih ya Allah, engkau telah mengabulkan permintaanku” aku mengambil handuk dengan menari - nari kegirangan. Aku berjalan ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, aku keluar kamar mandi memakai kaos berwarna hitam dan celana jeans, aku mengenakan sedikit make up setelah itu aku menyemprotkan parfume di sekujur tubuhku. “Biar tidak kalah wangi sama abang” gumamku di depan cermin sembari berputar - putar dan bernyanyi kecil. Aku begitu bahagia hari ini, hari dimana penantianku selama dua tahun berbuah manis. Hari dimana aku kembali bertemu dengan Andi lelaki yang sangat aku cintai. Hari dimana aku bisa tersenyum kembali. Dan hari dimana seluruh air mata dukaku berganti dengan air mata bahagiaku.
Aku mengambil tas, memasukkan handphoneku dan handphonenya Andi lalu membuka pintu kamar. Aku kembali berjalan ke ruang tamu. Andi melihat penampilanku.
“Itu kenapa bajunya mesti berwarna hitam? Mau couplean sama aku?” ucap Andi dengan meledekku.
“Ish PD banget kamu, aku kan pecinta warna hitam. Jadi wajarlah kalau baju aku kebanyakan warna hitam” ucapku membela diriku sendiri.
__ADS_1
“Terus itu kenapa celananya warna jeans kenapa tidak warna hitam sekalian?” ledek Andi lagi.
“Suka - sukaku lah, kenapa suka suka ku ya suka sukaku lah”
“Mulai ya” Andi menepuk jidatku “eh sudah dua tahun kan abang tidak pernah menepuk jidat kamu” ucap Andi menyengir kuda dengan menampakkan seluruh giginya.
“Gak berubah - berubah sifatnya, hadeuh” aku mengela nafasku.
“Ya tidaklah sayang. Memangnya abang bunglon bisa berubah - berubah”
“Mau jalan tidak? dari tadi nyebelin banget. Orang itu kalau baru ketemu itu, disayang - sayang, dikangen - kangenin. Lah dia tidak, malah nyebelin seperti ini” protesku yang membuat Andi tertawa ngakak mendengar ocehanku.
“Jadi ceritanya mau disayang - sayang ya sayang” Andi jalan mendekatiku baaam Andi memelukku dengar erat “kangen sekali aku sama cewek jelek ini. Yang berhasil membuat aku jatuh cinta setiap harinya kepada dia” Andi mempererat pelukannya beberapa detik kemudian ia melepasnya kembali.
“Kamu ini mau memuji atau bagaimana sih? Bingung aku”
“Ah tidak usah bingung - bingung mari kita jalan. Bakso menunggu kamu di sana” Andi menarik tanganku. Aku dan Andi keluar rumah, tak lupa aku mengunci setiap pintu rumahku sebelum pergi.
Andi membuka pintu mobil untukku “silahkan naik tuan putri” ucapnya tersenyum manis.
“Terima kasih bapak” aku masuk ke dalam mobil.
“Kok bapak sih” protesnya, lalu berjalan dan masuk ke dalam mobil melewati pintu sebelahnya.
“Kan calon bapak dari anak - anak kita”
Perkataanku sontak membuat Andi terlihat salah tingkah.
“Dih senyum - senyum dia” aku melirik wajahnya.
“Apa sih, pasang seat beltnya itu” Andi berusaha mengalihkan pembicaraannya karena ia ingin menutupi wajah malunya terhadapku.
“Tidak mau dipasangin ini”
“Iya” Andi memasangkan seat belt untukku setelah itu ia memasang seat belt untuk dirinya.
“Terima kasih sayang” ucapku tersenyum manis ke arahnya.
“Duh meleleh abang dek” ucapnya yang kembali jadi salah tingkah.
Andi menyalakan mesin mobil ia menancap gas perlahan. Tak lupa sebelumnya ia menutup kembali pintu kamar dan menggemboknya dengan aman.
#thank you atas kunjungannya.
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
__ADS_1
Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.